Langsung ke konten utama

Twitter Uji Coba Live Streaming Untuk Jualan

Penggunaan layanan livestreaming sudah melebar menjadi sesuatu yang bisa digunakan oleh siapa saja dan di mana saja. Contohnya, dengan fitur livestreaming, para artis atau tokoh masyarakat dapat langsung menyapa penggemarnya.

Sesuai perkembangan jaman, livestreaming pun telah merambah ke dunia jual-beli online. Dari mulai Facebook, Instagram dan aplikasi e-commerce, semua menyediakan fitur tersebut agar para penjual dapat menggeliatkan pangsa pasarnya lebih luas dengan berinteraksi dengan para calon pembeli.


Di Asia, termasuk Indonesia, menjual dan mengiklankan produk melalui livestream sebenarnya merupakan aktivitas yang cukup populer saat ini.


Dewi Persik misalnya? Artis dangdut papan atas ini rajin siaran langsung (livestreaming) menjual produk-produk tas dan fashion dan langsung berinteraksi dengan para penggemarnya.


Pada saat livestreaming, penjual berinteraksi dengan calon pembeli dan pelanggan mereka mengenai suatu produk, mendemonstrasikannya, dan kemudian menjualnya. Bahkan sampai ada yang tawar-menawar. 

Bentuk interaksi yang terasa nyata antara penjual dan pembeli ini terbukti mampu menghadirkan rona baru dalam dunia e-commerce atau jual beli online.

Tak ingin ketinggalan, kini Twitter sepertinya akan menguangkan popularitas kegiatan livestreaming ini di platformnya. Informasi terbaru, Twitter telah mengumumkan bahwa mereka akan menguji fitur belanja streaming langsung miliknya. 

Artinya, alih-alih penjual harus menggunakan platform terpisah untuk menangani penjualan atau langsung berurusan dengan pembeli untuk mengonfirmasi pesanan mereka, Twitter akan menempatkan spanduk dan tab livestreaming sehingga pembeli yang tertarik dengan suatu produk dapat mengklik banner di live streaming dan langsung membuat pembelian.

Sebagai informasi, selama ini orang-orang secara alami datang ke Twitter saat ada acara besar, kasus heboh ataupun gangguan yang terjadi pada platform media sosial lain.


Baca juga:


"Streaming langsung di Twitter memberi pelaku bisnis kekuatan untuk terlibat dengan penggemar mereka yang paling berpengaruh," sebut juru bicara Twitter. "Menambahkan kemampuan untuk berbelanja ke dalam pengalaman ini adalah metode terbaik untuk menarik dan terlibat dengan pemirsa yang mau membelinya.”

Twitter sendiri akan memulai tes Belanja Langsung di livestreaming miliknya pada 28 November 2021 dan mereka akan bekerja sama dengan waralaba Walmart.


Acara uji coba tersebut akan dipandu oleh penyanyi, penulis lagu, dan penari Jason Derulo yang akan memamerkan berbagai barang elektronik, perlengkapan rumah, pakaian, dan lainnya di Amerika Serikat. 

Sayangnya fitur live streaming yang dapat menampilkan keranjang ini belum akan hadir di Indonesia. Dalam waktu dekat. Kita tunggu saja ya guys.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Apple Maps Hapus Wilayah Lebanon Selatan, Diduga Dukung Operasi Israel

Langkah kontroversial dilakukan Apple setelah pengguna menemukan bahwa sebagian besar label wilayah di Lebanon Selatan menghilang dari layanan Apple Maps. Hilangnya nama desa dan kota di kawasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah, memicu spekulasi bahwa ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Berbeda dengan Apple Maps, platform lain seperti Google Maps masih menampilkan informasi geografis secara lengkap di wilayah yang sama. Ketimpangan ini memperkuat dugaan bahwa perubahan pada Apple Maps bukanlah fenomena global, melainkan keputusan spesifik yang berpotensi memiliki implikasi geopolitik. Dalam konteks konflik, peta digital bukan hanya alat navigasi, tetapi juga instrumen informasi strategis. Penghapusan label wilayah dapat mengurangi visibilitas suatu area, baik bagi masyarakat sipil, organisasi bantuan, maupun pihak luar yang mencoba memahami situasi di lapangan. Dalam skenario ekstrem, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk “penghapusan dig...

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Apple Siapkan Perangkat Lipat. Layarnya dari Samsung

Langkah agresif kembali diambil Samsung Electronics dengan mengamankan kontrak eksklusif selama tiga tahun untuk memasok layar foldable kepada Apple. Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinyal kuat pergeseran peta persaingan di industri komponen premium. Berdasarkan sejumlah laporan, Apple memilih Samsung sebagai satu-satunya pemasok panel OLED lipat karena keterbatasan alternatif. Kompetitor seperti BOE dinilai belum mampu menyamai kualitas, sementara LG Display masih menghadapi tantangan dalam produksi massal panel foldable yang kompleks.  Ini menempatkan Samsung dalam posisi dominan, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai gatekeeper teknologi layar lipat. Dari sisi finansial, momentum ini datang di waktu yang tepat. Samsung telah memproyeksikan lonjakan laba operasional signifikan, didorong oleh pemulihan pasar memori dan kontrak bernilai tinggi seperti ini. Bahkan, analis memperkirakan potensi Samsung melampaui Nvidia dalam perolehan profit global dal...