Langsung ke konten utama

Daftar Smartphone Terlaris Xiaomi di Indonesia

Semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, pertumbuhan pasar smartphone di seluruh dunia mengalami penurunan. Terlebih lagi pada tahun 2021 yang lalu. Tidak terkecuali untuk pasar Indonesia. 

Kabar baiknya, ternyata di kuartal ke II tahun 2021 ini, pasar ponsel di Indonesia kembali membaik. Selain itu, menurut lembaga riset IDC, pasar tumbuh 49% dibandingkan dengan kuartal II tahun 2020 lalu.


Adanya lonjakan pasar pada pasar ponsel Indonesia ini, menurut Ruth Paula selaku analis di Counterpoint Research adalah karena adanya pemulihan belanja konsumen, permintaan pasar yang tinggi, perayaan idul fitri dan adopsi smartphone yang cepat karena penjualan online.

Selain itu, adanya peluncuran layanan 5G di beberapa wilayah di Indonesia menjadi salah satu penyebab lain pertumbuhan pasar ponsel.


Nah, yang menarik, Xiaomi tercatat menjadi brand yang paling laris pada kuartal ini dan merajai pasar ponsel di Indonesia. Berita ini berdasarkan riset IDC yang menyatakan bahwa Xiaomi memperoleh angka 25% dari keseluruhan pasar ponsel yang ada di Indonesia. 

Selain IDC, Counterpoint Research juga melaporkan bahwa ponsel Xiaomi laris dengan memperoleh 26% dari pasar. Disusul oleh Vivo (21%), Oppo (20%), Samsung (13%), Realme (11%) dan sisanya (9%) adalah merek lain.


Xiaomi pun ditampuk menjadi pemimpin untuk ponsel kelas menengah dengan harga ponsel berkisar Rp3 jutaan sampai Rp5,7 jutaan. Harga ponsel Xiaomi yang terjangkau dan memiliki fitur yang cukup lengkap di kelasnya menjadi kelebihan utama Xiaomi.

Baca juga:


Nah, buat Anda yang penasaran, smartphone Xiaomi yang paling laris pada kuartal kedua ini di Indonesia antara lain adalah:

Xiaomi Redmi 9C

    Layar: IPS LCD, 400 nits (typ)
    Chipset: MediaTek Helio G35 (12 nm)
    Prosesor: Octa-core (4×2.3 GHz Cortex-A53 & 4×1.8 GHz Cortex-A53)
    RAM: 4GB RAM
    Internal Storage: 64 GB
    Kamera Belakang: 13 MP, (f/2.2, wide) + 2 MP, (f/2.4, macro) + 2 MP, (f/2.4, depth)
    Kamera Depan: 5 MP, (f/2.2, wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 5.000 mAh
    Harga: Rp1.350.000 Rp1.550.000

Xiaomi Redmi 9A

    Layar: IPS LCD 6.53 inci, 720 x 1600 piksel
    Chipset: MediaTek Helio G25 (12 nm)
    Prosesor: Octa-core (4×2.0 GHz Cortex-A53 & 4×1.5 GHz Cortex-A53)
    RAM: 3 GB
    Memori Internal: 32 GB
    Kamera Belakang: 13 MP (f/2.2, wide, PDAF)
    Kamera Depan: 5 MP (f/2.2, wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 5.000 mAh
    Harga: Mulai dari Rp 1.199.000

Xiaomi Redmi 9T 

    Layar: IPS LCD, 400 nits (typ)
    Chipset: Qualcomm SM6115 Snapdragon 662 (11 nm)
    Prosesor: Octa-core (4×2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 260 Silver)
    RAM: 6 GB
    Internal Storage: 128 GB
    Kamera Belakang: 48MP, 26mm (wide) + 8 MP, f/2.2, 120˚ (ultrawide) + 2 MP + 2 MP, f/2.4, (depth)
    Kamera Depan: 8 MP, f/2.1, 27mm (wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 6.000 mAh
    Harga: Rp1.900.000 – Rp2.310.000

Poco X3 Pro 

    Layar: IPS LCD 6.67 inci, 1080 x 2400 piksel
    Chipset: Qualcomm Snapdragon 860 (7 nm)
    RAM: 8GB
    Memori Internal: 128 GB, 256 GB
    Kamera Belakang: 48 MP (wide, PDAF) + 8 MP (ultrawide) + 2 MP (macro) + 2 MP (f/2.4, depth)
    Kamera Depan: 20 MP (f/2.2, wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 5.160 mAh, fast charging 33W
    Harga: Rp3.435.000 – Rp3.999.000

Poco M3

    Layar: IPS LCD, 400 nits (typ)
    Chipset: Qualcomm SM6115 Snapdragon 662 (11 nm)
    Prosesor: Octa-core (4×2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 260 Silver)
    RAM: 6 GB
    Memori Internal: 128 GB
    Kamera Belakang: 48 MP, f/1.8, (wide) + 2 MP, f/2.4, (macro) + 2 MP, f/2.4, (depth)
    Kamera Depan: 8 MP, f/2.1, (wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 6.000 mAh
    Harga: Rp1.799.000 – Rp2.200.000

Xiaomi Poco X3 GT:


    Layar: IPS LCD 6.6 inci, 1080 x 2400 piksel
    Chipset: MediaTek MT6891Z Dimensity 1100 5G (6 nm)
    Prosesor: Octa-core (4×2.6 GHz Cortex-A78 & 4×2.0 GHz Cortex-A55)
    RAM: 8 GB
    Memori Internal: 128 GB dan 256 GB
    Kamera Belakang: 64 MP (f/1.8, wide, PDAF) + 8 MP (f/2.2, ultrawide) + 2 MP (f/2.4, macro)
    Kamera Depan: 16 MP (f/2.5, wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 5.000 mAh, Fast charging 67W
    Harga: Rp4.274.000 – Rp4.899.000

Xiaomi Mi 11 Ultra


    Layar: AMOLED 6.81 inci, 1440 x 3200 piksel
    Chipset: Qualcomm SM8350 Snapdragon 888 5G (5 nm)
    Prosesor: Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 680 & 3×2.42 GHz Kryo 680 & 4×1.80 GHz Kryo 680)
    RAM: 12 GB
    Memori Internal: 256 GB atau 512 GB
    Kamera Belakang: 50 MP + 48 MP (tele) + 48 MP (ultrawide)
    Kamera Depan: 20 MP (f/2.2, wide)
    Baterai: Jenis Li-Po, Kapasitas 5.000 mAh, fast charging 67W
    Harga: Rp16.999.000


Nah, gimana guys? Dari sekian banyak smartphone Xiaomi yang paling laris di pasaran Indonesia, mana yang jadi daily driver Anda?

Postingan Populer

AMD Dikabarkan Siapkan APU Gainsborough, Calon Otak Steam Deck 2

AMD kembali dikaitkan dengan calon penerus Steam Deck, setelah rumor terbaru menyebut perusahaan sedang mengembangkan prosesor semi-custom dengan kode nama Gainsborough. Jika rumor ini benar, chip tersebut berpotensi menjadi fondasi hardware untuk Steam Deck 2, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari AMD maupun Valve. Informasi ini berasal dari leaker Moore’s Law Is Dead yang menyebut Gainsborough dibuat menggunakan proses fabrikasi TSMC N3P 3nm dan kemungkinan menggabungkan arsitektur CPU Zen 6 dengan GPU RDNA 5. Nama kode tersebut menarik perhatian karena Steam Deck generasi pertama menggunakan APU bernama Aerith, yang merujuk pada karakter Aerith Gainsborough dari Final Fantasy VII. Keberadaan Gainsborough disebut mendapat dukungan dari data driver AMD dan catatan pengiriman perangkat keras. IT Home melaporkan kode tersebut muncul dalam data driver AMD Adrenalin 26.9.2, sementara catatan bea cukai menunjukkan perangkat uji dengan nama Gainsborough dikirim dari Asia pada Ju...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...