Langsung ke konten utama

Google Pixel 6 Muncul di FCC, Rilis Sebentar Lagi?

Google terus memberikan teaser untuk ponsel mereka yang akan hadir, yakni Pixel 6. Meskipun begitu, sampai saat ini mereka belum pernah secara resmi mengkonfirmasi kapan ponsel akan diluncurkan.

Namun demikian, bocoran demi bocoran bermunculan sejak bulan lalu. Tetapi tampaknya, kita bisa bergerak lebih dekat ke peluncuran resminya. Pasalnya, Pixel 6 dan berbagai model yang akan hadir, termasuk versi pro-nya telah terlihat di FCC.


Bagi yang belum tahu FCC ini adalah singkatan dari Federal Communications Commission yang merupakan lembaga pemerintahan yang mengatur industri komunikasi di Amerika Serikat. Ia bisa menjadi acuan untuk teknologi yang akan segera muncul di pasaran.

Tugas FCC sendiri adalah untuk memastikan bahwa komunikasi di AS, termasuk semua jenis layanan telepon, memenuhi serangkaian standar tertentu yang berlaku untuk berbagai kepentingan.


Mulai dari regulasi, standar untuk digunakan di bidang kepolisian, infrastruktur, dan aksesibilitas.

Nah, menurut daftar perangkat, terungkap bahwa perangkat Google yang dimaksud memiliki opsi konektivitas seperti mmWave 5G dan WiFi 6E, sementara yang lain memiliki sub-6GHz 5G dan juga WiFi 6E. 

Meskipun tidak ada dari perangkat ini yang secara eksplisit menyebutkan nama Pixel 6, namun cukup aman jika kita berasumsi bahwa perangkat yang akan datang ini adalah sebuah ponsel. 

Tentu saja, bocoran ini sepertinya cukup meyakinkan. Kecuali kalau Google memiliki perangkat 5G lain yang belum pernah diketahui keberadaannya oleh publik.


Di sisi lain, banyak yang menantikan handset Pixel 6 yang akan datang. Hal ini karena perangkat tersebut diharapkan meluncur dengan chipset khusus Google dan yang pertama bagi perusahaan.

Seperti diketahui, setelah bertahun-tahun, Google mengandalkan chipset dari Qualcomm sebagai chipset yang memperkuat perangkat seri Nexus dan handset Pixel mereka yang sudah dirilis sebelumnya.

Baca juga:


Namun banyak juga yang menjadi ciut karena bocoran chipset Tensor milik Google yang menunjukkan kinerja yang kurang mengesankan. 

Ada kemungkinan bahwa chipset tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Semoga saja Google akan menghadirkan performa yang lebih baik dan lebih mengesankan untuk dirilis dalam waktu dekat ketika ponsel diluncurkan.


Keripik Kentang Jadi Ajang Promosi Google Pixel 6
Kabar lain dari Google, promosi awal untuk Google Pixel 6 di Jepang menjadi menarik karena promosi tersebut melibatkan keripik kentang. Kantor Google di Jepang memberikan promosi dengan memberi chip Google Pixel 6. Chip kentang tentunya.

Google di Jepang meluncurkan situs web untuk menyebarkan 10.000 chip Pixel 6 sebagai ajang promosi. Video yang menunjukan orang-orang menerima chip itu juga dihadirkan. 

Pemberian keripik kentang ini merupakan promosi yang unik dan banyak yang menginginkan promosi ini hadir bukan hanya di Jepang saja. Lucu juga ya guys.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...