Langsung ke konten utama

Alasan Telegram Disinyalir Menjadi Sarang Penjahat Cyber

Laporan baru dari vpnMentor menjabarkan bagaimana aplikasi perpesanan legal Telegram telah menjadi rumah bagi para penjahat cyber. Di aplikasi ini, mereka memperdagangkan data curian beserta dengan tips tentang cara mengeksploitasinya.

Dalam laporannya, vpnMentor menyoroti cache data situs web curian yang ditemukan dengan menyisir kelompok peretas di platform. Grup tersebut mengatakan bahwa grup obrolan Telegram terkadang menampilkan ribuan anggota yang membagikan data tersebut.


Peretasan biasa yang menggunakan “Dark web” demikian sebutannya, secara historis menjadi rumah para peretas karena teknologi khusus yang biasa digunakan disana menutupi alamat IP pengguna dan membuatnya sulit untuk dilacak.


Tetapi masuk ke sisi gelap dari internet atau dark web tersebut, apalagi bagi para pemula tentu rumit dan tidak intuitif.


Nah, vpnMentor khawatir bahwa munculnya diskusi peretasan terbuka dan kasual di Telegram dapat menumbuhkan kumpulan orang yang tertarik pada kejahatan dunia maya dan bisa menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur serius.

Sebagai contoh kasus, misalnya seperti yang terjadi di Amerika Serikat saat kejadian kekurangan gas yang disebabkan di Pantai Timur setelah peretas menyerang serangan pipa dan menuntut tebusan dalam bentuk Bitcoin.

Munculnya Telegram sebagai surga peretas dapat dikaitkan sebagian dengan kemudahan penggunaan dan sifatnya yang anonim. 

Perusahaan pengembangnya mempromosikan enkripsi obrolan dan kemampuan untuk menghancurkan pesan sendiri setelah periode waktu yang singkat. 

Di Telegram, pengguna juga dapat berbagi file secara langsung di aplikasi, dan tidak menggunakan beberapa penyedia hosting lain yang dapat mematikannya. Jika dikombinasikan, fitur-fitur ini menjadikan Telegram tempat yang ideal bagi pengguna yang tidak berpengalaman sekalipun untuk mendapatkan data yang dicuri.

Para penjahat dunia maya yang dimaksud menggunakan Telegram sebagai sistem komando dan kontrol (C&C) untuk penyebaran senjata digital mereka. Salah satunya terlihat oleh Check Point Research (CPR) adalah trojan akses jarak jauh "ToxicEye".


Baca juga:


ToxicEye sendiri disebarkan melalui file .exe yang terdapat di dalam email phishing. Setelah trojan ada di dalam perangkat, malware tersebut akan mencuri data, menghapus proses, membajak mikrofon dan kamera mesin, dan mengenkripsi file untuk menyimpannya untuk tebusan.

Beberapa alasan mengapa Telegram digunakan oleh para penjahat Cyber adalah sebagai berikut ini. Pertama, Telegram merupakan layanan yang sah dan legal, mudah digunakan, dan stabil yang tidak diblokir oleh mesin anti-virus perusahaan, atau oleh alat manajemen jaringan.


Kedua, penjahat cyber yang melancarkan aksinya dapat tetap anonim karena proses pendaftaran hanya memerlukan nomor ponsel saja.

Ketiga, fitur komunikasi Telegram dapat dengan mudah digunakan oleh para penjahat cyber untuk mengekstrak data dari PC korban, atau mentransfer file berbahaya baru ke mesin yang terinfeksi. 

Begitulah cara para penjahat cyber menggunakan aplikasi perpesanan telegram beserta alasan mereka menggunakannya. Intinya, hati-hati dengan apapun yang Anda lakukan di dunia maya. Stay safe guys!

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Kado Pengantin Terbaik untuk Pria. Asus ROG Astral RTX 5090!

Mengharukan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen emosional seorang pengantin pria di China ketika menerima hadiah pernikahan berupa kartu grafis Asus ROG Astral GeForce RTX 5090. Bukan kartu grafis biasa, GPU kelas flagship tersebut diklaim bernilai hingga US$12.000 atau lebih dari empat kali lipat harga peluncurannya. Video yang dibagikan sejumlah akun di platform X, termasuk @RT_Visual_on_X, menunjukkan reaksi haru sang pengantin saat menerima hadiah dari istrinya. Setelah menangis, ia kemudian memamerkan kartu grafis tersebut kepada para tamu seperti sebuah trofi. Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah peristiwa itu baru terjadi atau berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Nilai hadiah tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar kartu grafis kelas atas. Ketika diluncurkan, Asus ROG Astral RTX 5090 dibanderol sekitar US$2.799. Namun, menurut laporan sumber, harganya kini melonjak hingga US$12.000. Kelangkaan pasokan dan tingginya permintaan GPU untuk keb...

RTX 5090 Stop Diproduksi, Gamer Cukup dengan RTX 5080 24GB

Nvidia dikabarkan berencana menghentikan produksi GeForce RTX 5090 dan mengalihkan pasokan chip grafis GB202 ke lini kartu grafis profesional RTX PRO. Sebagai alternatif bagi gamer yang membutuhkan kapasitas memori besar, perusahaan tersebut disebut sedang menyiapkan GeForce RTX 5080 dengan VRAM 24GB. Namun, kedua kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Nvidia. RTX 5090 diluncurkan pada Januari 2025 dan menggunakan GPU Blackwell GB202 dengan VRAM GDDR7 32GB. Chip yang sama juga digunakan pada sejumlah kartu grafis profesional, termasuk RTX PRO 6000 berkapasitas memori 96GB. Menurut laporan yang beredar, meningkatnya permintaan akselerator AI serta mahalnya DRAM dapat mendorong Nvidia memprioritaskan produk profesional yang menawarkan nilai bisnis lebih tinggi. Tekanan harga juga terlihat di pasar konsumen. Laporan sumber menyebut RTX 5090 telah dijual dengan harga di atas US$6.000, jauh melampaui posisi harga yang lazim untuk kartu grafis gaming. Sementara itu, harga kartu RTX P...

Kabar Gembira. Hape untuk AI 100B Parameter Hadir di 2028

CEO Qualcomm Cristiano Amon memperkirakan smartphone pada 2028 akan mampu menjalankan large language model (LLM) dengan 100 miliar parameter secara berkelanjutan. Dalam wawancara dengan Fireside Alpha, Amon juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan AI sedang mengembangkan smartphone dengan kemampuan tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan nama perusahaan maupun mengungkap peta jalan teknis untuk mewujudkannya. Tantangan terbesarnya adalah kapasitas memori. Di tengah kenaikan harga dan keterbatasan pasokan DRAM, sejumlah produsen smartphone justru menahan pengembangan model dengan RAM lebih besar. Padahal, menjalankan LLM 100 miliar parameter membutuhkan kapasitas memori jauh melampaui konfigurasi smartphone saat ini. Sebagai gambaran, model 100B dengan kuantisasi 4-bit membutuhkan sekitar 50GB memori hanya untuk bobot model, belum termasuk sistem operasi, aplikasi, dan KV cache untuk konteks percakapan. Bahkan, kuantisasi 2-bit masih memerlukan sekitar 25GB untuk bobot model saja. Keb...