Langsung ke konten utama

Setelah WhatsApp, Keamanan Telegram Diragukan

Setelah adanya kebijakan baru yang dikeluarkan WhatsApp untuk penggunanya, banyak pengguna yang mulai meninggalkan aplikasi perpesanan tersebut ke aplikasi lain yang dinilai lebih aman. Contohnya seperti Telegram dan Signal. 

Namun yang jadi pertanyaan, apakah aplikasi Telegram benar-benar aman untuk penggunanya?


Dikutip dari halaman Wired, Raphael Mimoun menyelenggarakan lokakarya pelatihan keamanan digital melalui konferensi video dengan belasan aktivis pada bulan lalu. Mimoun sendiri merupakan pendiri organisasi nirlaba keamanan digital Horizontal. 

Menurut Mimoun, Telegram memang mengenkripsi pesan. Tapi secara default Telegram hanya mengenkripsi data antara perangkat pengguna dengan server cloud Telegram.


Artinya, Anda harus mengaktifkan enkripsi end-to-end untuk mencegah server tersebut melihat pesan yang dikirimkan melalui Telegram.

Awal bulan ini, Telegram mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tonggak bersejarah karena terdapat 500 juta pengguna aktif bulanan. 

Pendiri Telegram, Pavel Durov mengaitkan peningkatan tersebut dengan WhatsApp yang memiliki kebijakan privasi yang mencakup berbagi data tertentu, meskipun bukan konten pesan dengan perusahaan induknya yaitu Facebook. 

Durov mengklaim bahwa aplikasi Telegram miliknya memiliki privasi yang lebih baik dibanding dengan WhatsApp.

Namun sebenarnya, aplikasi WhatsApp dan Signal secara default mengenkripsi end-to-end setiap pesan dan panggilan, sehingga server mereka sendiri tidak pernah mengakses konten percakapan. Sebagai perbandingan, Telegram secara default hanya menggunakan enkripsi "transport layer" yang melindungi koneksi dari pengguna ke server daripada dari satu pengguna ke pengguna lainnya.

"Dalam hal enkripsi, Telegram tidak sebagus WhatsApp," ungkap Nadim Kobeissi yang merupakan seorang Cryptographer dan founder Symbolic Software yang dikutip dari lama Wired. "Fakta bahwa enkripsi tidak diaktifkan secara default sudah menempatkannya jauh di belakang WhatsApp."


Baca Juga:

Telegram memang menawarkan enkripsi end-to-end untuk obrolan satu orang ke orang lainnya tetapi mengharuskan pengguna untuk mengaktifkan terlebih dahulu fitur "obrolan rahasia", untuk setiap kontaknya. 

Memulai obrolan rahasia itu membutuhkan empat ketukan menu yang tidak terlalu intuitif. Ketuk nama kontak, lalu "lainnya", lalu "mulai obrolan rahasia, "dan kemudian konfirmasikan ketika prompt menanyakan apakah Anda yakin. 

Riwayat percakapan dari obrolan default tidak terbawa ke obrolan“ rahasia ”, dan Anda harus memulai opsi enkripsi itu setiap kali pengguna memilih percakapan buat cadangan dengan kontak.

Lebih parahnya lagi, Telegram tidak menawarkan fitur obrolan rahasia sama sekali untuk obrolan grup. Yang tentunya semua riwayat obrolan tersimpan secara default di server cloudnya. Hal ini membuat isi percakapan lebih rentan untuk dibaca oleh semua orang, bahkan bersumber dari server Telegram sendiri.

Banyak kriptografer tetap waspada dengan skema enkripsi Telegram, bahkan dalam obrolan rahasia. Perusahaan menggunakan protokol enkripsi uniknya sendiri yang dikenal sebagai MTProto. 

Preferensi untuk enkripsi homebrewed secara luas dianggap sangat tidak bijaksana oleh para kriptografer yang telah lama berpendapat bahwa jauh lebih aman untuk menerapkan protokol standar yang telah teruji dengan baik.


Lagipula, mencari kerentanan dalam protokol baru membutuhkan kerja bertahun-tahun dan audit yang cermat, tidak peduli seberapa pintar kriptografer internal perusahaannya.

Wah, ngeri ya guys. Jadi, pilih Telegram, Signal atau tetap di WhatsApp?

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Harga Naik, Steam Deck Ditinggalkan Pembeli

Steam Deck selama ini dikenal sebagai perangkat handheld PC yang menawarkan kombinasi menarik antara performa dan harga terjangkau. Strategi tersebut menjadi salah satu faktor utama di balik kesuksesan Valve dalam membangun pasar handheld gaming berbasis PC.  Namun, kondisi itu tampaknya mulai berubah setelah harga Steam Deck mengalami kenaikan di tengah krisis komponen memori global. Analisis terbaru dari Boiling Steam memperkirakan penjualan Steam Deck turun hingga 82 persen setelah penyesuaian harga diberlakukan. Perkiraan tersebut memang bukan berasal dari data resmi Valve, melainkan berdasarkan perubahan posisi Steam Deck di daftar Steam Top Sellers.  Perangkat ini diketahui turun dari peringkat kelima menjadi posisi ke-14 setelah kembali dipasarkan dengan harga baru. Berdasarkan analisis tersebut, Steam Deck yang sebelumnya diperkirakan mampu terjual sekitar 11.000 hingga 18.000 unit per minggu, kini hanya berada di kisaran 1.400 hingga 3.000 unit. Dampaknya tidak hanya ...

Penjualan Laptop Global Q1 2026 Lampaui Ekspektasi, Semester 2 Berpotensi Meredup

Penjualan laptop global mencatatkan kinerja lebih baik dari perkiraan pasar pada kuartal pertama 2026 (1Q26), dengan pertumbuhan tahunan (YoY) berhasil bertahan di zona positif meski permintaan global masih tertekan. Data terbaru dari DIGITIMES yang dirilis Juli 2026 mengungkap dinamika menarik di balik tren penjualan laptop global sepanjang tahun ini. Berdasarkan data tersebut, penjualan laptop global pada 1Q26 tercatat sebesar 43,1 juta unit, turun 7,2% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan 4Q25 yang mencapai 46,5 juta unit. Kendati volume menurun, pertumbuhan tahunan tetap positif di angka 2,0%, melanjutkan capaian serupa pada kuartal sebelumnya. Sepanjang periode 2Q25 hingga 1Q26, penjualan laptop global secara konsisten menurun dari 47,1 juta unit menjadi 43,1 juta unit. Namun, angka YoY yang tetap positif selama empat kuartal berturut-turut menunjukkan bahwa pasar laptop global masih mampu bertahan di tengah tekanan permintaan yang melemah secara global. Sayangnya, proyeksi ke depa...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Predator Gaming Indonesia Meriahkan VCT Pacific Stage 2 Lewat Gathering Komunitas dan Watch Party

Kompetisi VALORANT Champions Tour (VCT) Pacific Stage 2 resmi bergulir mulai 16 Juli hingga 6 September 2026, mempertemukan 12 tim terbaik Asia Pasifik untuk memperebutkan tiga tiket terakhir menuju VALORANT Champions 2026. Turnamen ini juga menjadi panggung persaingan sejumlah tim unggulan, termasuk Paper Rex (PRX) dan Rex Regum Qeon (RRQ), yang sama-sama memiliki basis penggemar besar di kawasan. Menyambut turnamen bergengsi tersebut, Predator Gaming Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekosistem VALORANT di Tanah Air. Melalui berbagai aktivitas komunitas, Predator ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih interaktif sekaligus mempererat hubungan antar-penggemar esports. Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah Community Gathering bersama komunitas pendukung Paper Rex (PRX). Acara ini menjadi wadah bagi para penggemar untuk berkumpul, menyaksikan pertandingan bersama, serta berbagi antusiasme terhadap tim favorit mereka selama VCT Pacifi...