Langsung ke konten utama

5G Resmi di Indonesia, Begini Cara Aktifkan Layanan 5G

Cara aktifkan layanan 5G - Beberapa waktu lalu, hasil pelelangan pita frekuensi yang akan menyokong layanan 5G di Indonesia di telah diumumkan oleh pemerintah. Jaringan 5G pun segera hadir di wilayah Indonesia. 

Operator seluler seperti Telkomsel dan Smartfren langsung gerak cepat mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menggelar layanan jaringan komunikasi paling cepat saat ini tersebut. Bahkan Telkomsel kini sudah menggelar layanan barunya itu.


Namun kita sebagai orang yang belum pernah tahu dengan layanan ini, mungkin bertanya-tanya. Apa saja sih syarat-syarat yang harus dipenuhi agar jaringan 5G ini bisa kita nikmati? Nah, mari kita bahas.

1. Kartu bertipe uSIM (kartu SIM 4G)
Siapa hayoo, yang masih menggunakan kartu SIM 3G dan belum upgrade kekartu SIM 4G? Nah bagi Anda yang ingin menikmati layanan 5G, kartu SIM sebaiknya diganti dengan kartu SIM 4G atau uSIM.

Ketika Anda sudah menggunakan kartu SIM 4G, maka Anda tidak usah meng-upgrade kartu SIM lagi. Pasalnya, layanan 5G sudah bisa dinikmati dengan menggunakan kartu uSIM.


2. Berada di lokasi yang sudah terdapat sinyal 5G
Untuk langkah awal, Telkomsel yang berhasil memenangkan tender pelelangan layanan 5G menetapkan ada 13 wilayah yang akan menjadi perintis layanan 5G. 

Lokasi yang ditentukan oleh Telkomsel adalah Jabodetabek, Bandung, Bali, Batam, Balikpapan, Makassar, Medan, Solo dan Surabaya. So, bagi Anda yang berada bukan di wilayah tersebut, harap untuk besabar dulu yaa.

Peta Perjalanan Layanan 5G



Baca juga:

 
3. Menggunakan perangkat gadget yang mendukung jaringan 5G
Berikutnya, untuk dapat menikmati layanan 5G, perangkat yang digunakan tentu harus lah perangkat yang sudah support layanan 5G. 

Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel di acara 'Hyper 5G Unlock The Future' Telkomsel dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan, perangkat harus memiliki kemampuan teknologi 5G NSA (non-standalone) pada frekuensi 2.300 MHz. 

Beberapa tipe ponsel yang sudah masuk ke Indonesia untungnya sudah menetapkan layanan ini. Di antaranya adalah perangkat Oppo Reno5 5G, Huawei Mate 40, Vivo X60 dan Vivo X60 Pro. Seiring perjalanan waktu, daftar smartphone 5G ready tersebut diprediksi akan terus bertambah.

4. Nomor telepon aktif
Setelah menggunakan perangkat yang mendukung jaringan 5G, nomor telepon harus aktif dan sudah support layanan 5G tersebut. 

Untuk pelanggan Telkomsel, mereka dapat mengaktifkan layanan 5G Telkomsel dengan mengunjungi www.telkomsel.com/5G untuk mengisi form registrasi aktivasi layanan 5G. Form ini rencananya juga akan Telkomsel gunakan sebagai aspirasi untuk terus mengembangkan jaringan 5G di Indonesia.


5. Fitur 5G sudah aktif disematkan di gadget
Untuk menggunakan layanan 5G Telkomsel, pengguna harus memastikan fitur 5G sudah diaktifkan di gadget yang akan digunakan. Untuk mengaktifkan fitur ini, pengaturan disesuaikan dengan gadget yang dimiliki. Perlu diketahui, Telkomsel menggelar layanan 5G pada pita frekuensi 2,3 GHz. 

Bagaimana guys, sudah siapkah Anda untuk menikmati layanan 5G yang baru saja mendarat di Indonesia ini?

Postingan Populer

Laptop Asus ExpertBook P3 G2, Hadir dengan RAM up to 96GB

Asus resmi menghadirkan ExpertBook P3 G2, laptop bisnis terbaru yang ditujukan bagi administrator, profesional, dan pengguna korporat yang membutuhkan perangkat andal, aman, serta efisien dari sisi biaya. Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja modern yang menuntut mobilitas tinggi, keamanan data, dan produktivitas berbasis teknologi terkini. ExpertBook P3 G2 ditenagai prosesor AMD Ryzen 7 generasi terbaru yang telah dilengkapi NPU (Neural Processing Unit) untuk mendukung pemrosesan berbasis kecerdasan buatan. Dukungan ini memungkinkan kinerja tetap responsif saat menjalankan aplikasi produktivitas, kolaborasi, dan workflow berbasis AI, sekaligus menjaga efisiensi konsumsi daya. Untuk perusahaan yang membutuhkan, Asus bisa menawarkan opsi RAM 64GB yang dapat di-upgrade menjadi 96GB. Ini merupakan langkah yang cukup unik, mengingat tingginya harga RAM di pasaran saat ini. Untuk mendukung pengalaman kerja yang lebih cerdas, Asus menyertakan MyExpert Suite, rangkaian per...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Laptop Asus ProArt PZ14 Hadir dengan Snapdragon X2 Elite 18 Core

Pada ajang CES 2026, Asus memperkenalkan perangkat inovatif berupa tablet detachable 14 inci bernama Asus ProArt PZ14. Perangkat ini diposisikan sebagai tablet kreator paling bertenaga yang pernah dirilis Asus, dengan mengandalkan platform terbaru Qualcomm Snapdragon X2 Elite.  Mengusung desain unibody aluminium hasil CNC machining dengan finishing Nano Black, ProArt PZ14 tampil premium sekaligus ringkas, dengan bobot hanya 0,79 kg dan ketebalan 9 mm. Asus ProArt PZ14 ditenagai prosesor Snapdragon X2 Elite 18-core yang dibekali NPU hingga 80 TOPS, memungkinkan pemrosesan AI secara lokal untuk berbagai kebutuhan kreatif. Tablet ini dipadukan dengan RAM 32 GB LPDDR5X serta penyimpanan hingga 1 TB PCIe 4.0 SSD, menjanjikan performa tinggi untuk editing, ilustrasi digital, hingga workflow berbasis AI, tanpa mengorbankan efisiensi daya dan daya tahan baterai seharian. Salah satu daya tarik utama ProArt PZ14 terletak pada layarnya. Tablet ini menggunakan panel Asus Lumina Pro OLED 3K (28...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

2026, Eranya Panel QD-OLED 360Hz. Samsung Mulai Duluan

Samsung Display secara resmi mengonfirmasi dimulainya produksi massal panel QD-OLED 34 inci terbaru dengan refresh rate 360Hz dan struktur piksel baru. Pengumuman yang disampaikan pada 1 Januari 2026 ini menandai kesiapan panel tersebut untuk diproduksi secara luas dan segera diadopsi oleh berbagai produsen monitor komersial. Panel ini mengusung rasio ultra-wide 21:9 dan memperkenalkan apa yang disebut Samsung Display sebagai V-Stripe pixel structure, yang pada praktiknya setara dengan layout RGB stripe. Berbeda dari generasi QD-OLED sebelumnya yang menggunakan susunan subpiksel segitiga atau diamond, desain baru ini menempatkan subpiksel merah, hijau, dan biru secara vertikal sejajar.  Perubahan ini secara langsung menargetkan peningkatan ketajaman teks dan pengurangan color fringing, dua kelemahan utama OLED generasi awal saat digunakan untuk produktivitas dan pekerjaan desktop. Dari sisi performa, panel ini jelas diposisikan di kelas atas. Refresh rate native hingga 360 Hz meny...