Langsung ke konten utama

Cara Mengembalikan File yang Terhapus di PC

Anda yang beraktivitas sehari-hari dengan menggunakan PC sebagai alat untuk melakukan berbagai pekerjaan tentu sudah tidak asing lagi dengan masalah yang satu ini. Kesalahan-kesalahan kecil yang menjurus ke data yang terhapus tanpa sengaja.

Di sisi lain, terdapat pula data yang semulanya memang ingin dihapus, namun  ternyata kita butuhkan dan tidak ada cara lain yang bisa dipilih selain mengembalikan data yang diperlukan tersebut.


Terkait hal itu, ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan file yang tadinya sudah terhapus di PC. Cara ini juga bisa berfungsi sebagai tips karena akan sangat membantu bagi pengguna yang ingin mendapatkan datanya kembali. 


Adapun beberapa cara maupun tips yang dimaksud sebagai berikut:


Restore Previous Version
Cara pertama yang bisa dilakukan ialah menggunakan metode restore previous versions. Cara ini disarankan untuk pengguna yang mempunyai Windows 10, Windows 8 dan juga Windows 7.

Namun, sebelum melakukannya, pastikan terlebih dahulu fitur file history sudah aktif. Adapun caranya ialah dengan mencari folder di mana file tersebut dihapus. Jika sudah, lanjutkan dengan mengklik kanan folder dan pilih restore previous version.

Kemudian pengguna akan melihat daftar yang berisikan berbagai file dan juga folder. Silakan pilih versi yang paling baru lalu klik restore. Dengan begitu file yang tadinya sudah terhapus akan masuk dalam data komputer maupun laptop pengguna.

Backup dan Restore
Metode ini bisa digunakan untuk mengembalikan file yang sudah dihapus permanen dari laptop maupun komputer. Bagusnya lagi, ini tidak membutuhkan software tambahan.

Adapun Windows yang bisa menggunakan backup dan restore ini ialah Windows 10, Windows 8 dan 7. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi, cara ini hanya bisa dilakukan apabila pengguna rutin melakukan backup data.

Hal ini juga berarti data terbaru akan tetap tersimpan di dalam Windows backup.

Cara mengembalikan file dengan metode backup dan restore ini cukup mudah. Pengguna cukup klik menu Start, pilih Control Panel, pilih System and Maintenance, pilih Backup dan Restore, klik Restore My Files, lalu lanjutkan dengan Browse for Files. 

Baca juga:

Pilihlah data yang ingin dikembalikan lalu simpan.


Command Prompt
Selanjutnya, metode command prompt bisa digunakan. Di mode ini, pengguna perlu untuk mengakses command console dengan cara menekan Ctrl + F kemudian ketikkan CMD kolam pencarian.

Jika sudah ditemukan, silakan klik kanan pada command prompt dan pilih run as administrator. Lanjutkan dengan mengetik chkdsk X: /f. Silakan ganti X dengan nama tempat Penyimpanan file yang dihapus. Jika sudah, lanjutkan dengan mengetik ATTRIB -H -R -S /S /D X.

Sebagai catatan, jangan lupa mengganti X dengan nama penyimpanan di mana file yang terhapus tersimpan. Usai melakukan hal tersebut maka proses pengembalian file yang hilang akan berlangsung.

Menggunakan Recycle Bin
Fitur yang satu ini memang sudah tidak asing lagi Untuk didengar. File yang dihapus masih bisa dikembalikan apabila belum dihilangkan permanen dari Recycle Bin. Caranya juga tergolong simpel dan mudah.

Adapun langkah yang bisa dilakukan adalah dengan klik tombol Start lalu pilih menu Setting, pilih Personalization lalu Themes. Di halaman selanjutnya, silakan cari menu desktop icon setting, tepatnya di kanan layar.

Pastikan checkbox recycle bin sudah tercentang. Lanjutkan dengan mengklik Ok.


Agar file yang sudah dihapus bisa kembali silakan klik Kanan pada File dan pilih Restore. Apabila menginginkan beberapa file kembali secara bersamaan maka pilihlah file tersebut secara bersamaan dan klik kanan pilih Restore.

Nah, di atas adalah beberapa informasi dan tips mengembalikan file yang terhapus di PC. Semoga bisa membantu para pengguna yang terlanjur ataupun tidak sengaja menghapus file yang dirasa masih penting.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...