Langsung ke konten utama

Harga GeForce RTX 3060 12GB Asus Terungkap. Beredar Maret 2021

Kabar gembira bagi Anda kubu #MendingRakitPC. Asus baru saja mengumumkan rencana mereka untuk memasarkan GPU yang akan menjadi sweet spot dari seri terbaru VGA Nvidia yakni RTX3000 series di pasaran.

Tak hanya satu model, total akan ada 6 tipe kartu grafis Nvidia GeForce RTX 3060 akan beredar. Dan akhirnya, lewat sebuah pengumuman siaran pers, harga GeForce RTX 3060 12GB Asus terungkap. Ia akan beredar secara lengkap pada Maret 2021 mendatang.


Jajaran produk ini memperluas varian yang ditawarkan dari arsitektur Nvidia Ampere, yang sebelumnya ditampilkan pada GPU varian tertingginya. Setiap model kartu grafis juga digadang-gadang memunculkan kemampuan terbaik dari chipset Nvidia terbaru dengan solusi termal yang canggih, PCB yang disempurnakan, serta desain daya yang kuat.

Dengan arsitektur berkekuatan tinggi yang efisien dan merupakan generasi kedua dari Nvidia RTX, GeForce RTX 3060 menghadirkan kemampuan ray-tracing  yang luar biasa dengan didukung Nvidia DLSS dan teknologi lainnya, kartu grafis ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp6,629,000. Apa saja yang disediakan?

ROG Strix
Mulai dari bagian atas sampai dengan bawah, kartu grafis ROG Strix GeForce RTX 3060 12GB menghadirkan desain termal yang kuat yang dapat dioptimalkan untuk arsitektur Nvidia Ampere yang dinamis.

Heatsink berukuran besar dirancang untuk meningkatkan aliran udara. Teknologi MaxContact telah digunakan untuk melapisi permukaan heat spreader untuk meningkatkan kelancaran pada tingkat mikroskopis.


Dengan bentuknya yang rata, memungkinkan kontak yang lebih baik dengan cetakan untuk meningkatkan perpindahan termal.

Selain itu, disertakan juga header FanConnect II yang memungkinkan kipas PWM disetel berdasarkan suhu CPU dan GPU, memberikan asupan atau pembuangan ekstra untuk pekerjaan berat seperti 3D dan komputasi.

Para builder yang membutuhkan cara cepat dan sederhana untuk menyesuaikan kecepatan kipas bawaan kartunya dapat mengaktifkan onboard Dual BIOS switch untuk memilih antara profil "performa" dan "mode senyap", tanpa perangkat lunak tambahan.

Fitur lain yang juga mudah digunakan yaitu onboard voltage-sensing yang dapat memantau tegangan rel PSU. Sirkuit ini terbilang cukup cepat untuk menangkap transien yang mengakibatkan voltase rel turun terlalu rendah. 

Jika hal tersebut terjadi, LED merah akan menyala untuk menunjukkan masalah catu daya, sehingga lebih mudah untuk menemukan sumber kerusakan selama bermain game.

Bagian belakang kartu menghadirkan peningkatkan desain yang lebih banyak. Untuk meningkatkan pembuangan panas, ventilasi pelat belakang yang lebar dan PCB yang diperpendek memungkinkan udara panas keluar menuju kipas knalpot sasis, dibandingkan dengan diputarkan kembali menuju pendingin. 

Baja tahan karat digunakan untuk braket I/O untuk melindungi port dan menyediakan dudukan yang lebih aman. Selain itu, logo ROG dengan lampu latar RGB menambahkan kesempurnaan kartu grafis ini.

TUF Gaming
Kartu grafis TUF Gaming GeForce RTX 3060 12GB menghadirkan daya dan pendinginan yang luar biasa kuat. Lapisan logam menampung tiga kipas Axial-tech yang menggunakan bantalan kipas bola ganda yang tahan lama. Rotasi kipas telah dioptimalkan untuk mengurangi turbulensi, dan mode berhenti akan menghentikan ketiga kipas pada suhu rendah.

Sejalan dengan pendahulu TUF Gaming, komponen dipilih berdasarkan ketahanan dan performanya. Selain top-shelf choke dan MOSFET, kapasitor dengan sertifikasi tingkat tinggi membuat TUF Gaming unggul di antara para pesaing.

Proses manufaktur yang menggunakan Teknologi Auto Ekstrim memastikan komponen ditempatkan dan dipasang dengan presisi tinggi, dan setiap kartu grafis yang diproduksi akan menjalani uji coba validasi selama 144 jam untuk memastikan kinerja yang sempurna saat pengukuran.

Sebagian besar bagian belakang dibalut pelat logam pelindung yang memiliki ventilasi lebar untuk mencegah penumpukan panas. 



Baca juga:


Di bagian bawah GPU, braket memberikan tekanan pemasangan yang konsisten antara cetakan dan heatspreader, serta braket I/O kartu dibuat dari baja tahan karat untuk melindungi port dan menyediakan dudukan yang lebih aman.

Dual BIOS switch yang ditempatkan dengan tepat memungkinkan penyesuaian performa bawaan kartu tanpa memerlukan software tertentu.

Asus Dual
Asus Dual GeForce RTX 3060 12GB menghadirkan kombinasi terbaik dari performa termal yang dinamis serta kompatibilitas luas, menjadikannya sebuah pilihan sempurna untuk perakitan yang lebih kecil.

Lapisan tipis mengelilingi dua kipas Axial-Tech yang dirancang untuk memaksimalkan aliran udara melalui heatsink yang berukuran besar, dan teknologi 0 dB secara otomatis menghentikan kipas pada suhu yang lebih rendah.

Kartu grafis Asus Dual memiliki panjang 20 cm dan sesuai dengan desain 2 slot, memungkinkan kinerja termal yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam bentuk yang lebih kompak.

Teknologi Auto Ekstrim memungkinkan komponen untuk dipasang dan disolder ke PCB dengan presisi dan keandalan yang lebih tinggi, dan  kartu grafis ini dilindungi oleh struktur yang tegas serta daya tahan bagian belakang pelat aluminium dan braket I/O baja tahan terhadap karat.

Kartu grafis Asus Dual GeForce RTX 3060 12 GB memberikan para gamer yang menginginkan ukuran yang lebih kecil namun memiliki kinerja termal yang luar biasa yang dibutuhkan untuk memainkan sebuah game AAA dengan jangka waktu lama.

Berikut ini perbandingan spesifikasi produk yang akan ditawarkan Asus ke pasaran global:


Kartu grafis ROG Strix dan TUF Gaming GeForce RTX 3060 12GB akan tersedia di seluruh dunia mulai akhir Februari 2021. Adapun model Dual GeForce RTX 3060 12GB akan tersedia di awal Maret 2021.

Postingan Populer

Rekomendasi Laptop Mahasiswa Baru 2026, Budget di Bawah Rp8 Juta

Musim tahun ajaran baru kuliah sudah di depan mata, dan kalau kamu atau adikmu baru mau masuk kuliah, urusan cari laptop pasti jadi salah satu yang bikin pusing. Apalagi harga laptop belakangan ini cenderung naik mengikuti tren kenaikan harga komponen RAM, SSD dan prosesor.  Tapi tenang, dengan bujet di bawah 8 juta, kamu masih punya cukup banyak opsi laptop yang layak dipakai selama kuliah, asalkan tahu jenis apa yang benar-benar kamu butuhkan. Kuliah non-desain: prioritaskan kenyamanan dan daya tahan Kalau jurusanmu lebih banyak berurusan dengan dokumen, presentasi, riset, dan browsing, misalnya jurusan ekonomi, hukum, komunikasi, atau ilmu sosial lainnya, kamu sebenarnya tidak butuh laptop dengan spesifikasi tinggi.  Yang lebih penting justru kenyamanan pemakaian harian. Keyboard yang enak diketik untuk mengerjakan tugas berjam-jam, baterai yang tahan lama untuk kelas seharian tanpa colokan, dan bobot yang ringan supaya nyaman dibawa bolak-balik kampus.  Di kisaran har...

Vivobook vs Zenbook 2026: Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Jawaban Singkat: Asus Vivobook cocok untuk kamu yang butuh laptop harian dengan harga lebih terjangkau untuk browsing, kuliah, dan kerja kantoran ringan. Asus Zenbook lebih pas untuk profesional mobile, content creator, atau siapa pun yang butuh performa tinggi dalam bodi premium yang tipis dan ringan. Perdebatan Vivobook vs Zenbook sebenarnya bukan soal mana yang “lebih bagus”, tapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu. Berikut perbandingan lengkapnya berdasarkan lini terbaru laptop Asus 2026. Desain dan Material: Plastik Modern vs Aluminium Premium Asus Vivobook mengusung desain plastik atau kombinasi plastik-metal dengan pilihan warna yang lebih variatif, cocok untuk kamu yang suka tampilan segar dan kasual. Asus Zenbook naik kelas dengan konstruksi aluminium unibody yang memberi kesan elegan dan solid, plus bodi setipis 1,1cm pada beberapa model, menjadikannya pilihan yang lebih “profesional” saat dibawa ke meeting klien. Performa dan Chip AI: Cukup vs Maksimal ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Cara Hemat Baterai HP Android Biar Awet Seharian Penuh

Baterai HP tiba-tiba tekor padahal baru dipakai setengah hari? Ini keluhan yang hampir semua pengguna Android pernah rasakan. Kabar baiknya, sebagian besar masalah boros baterai sebenarnya bisa diatasi dengan pengaturan sederhana yang jarang disadari orang.  Berikut langkah-langkah yang bisa langsung kamu coba hari ini. Atur layar, sumber boros nomor satu Layar adalah komponen yang paling banyak menyedot daya baterai, jauh di atas komponen lain. Turunkan tingkat kecerahan layar ke level yang masih nyaman di mata, atau aktifkan kecerahan otomatis supaya HP menyesuaikan sendiri sesuai kondisi cahaya sekitar.  Kalau HP-mu punya layar AMOLED, aktifkan dark mode, karena di layar jenis ini, warna hitam benar-benar mematikan piksel sehingga lebih hemat daya dibanding tampilan terang. Jangan lupa juga perpendek waktu screen timeout, misalnya jadi 15-30 detik, supaya layar tidak menyala percuma saat HP tidak dipakai. Kendalikan aplikasi yang jalan di background Banyak aplikasi yang tet...

Review Asus ExpertBook P3. Laptop Bisnis yang Mengutamakan Produktivitas

Laptop bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda dibanding laptop konsumen. Selain performa yang stabil, perangkat di segmen ini dituntut menawarkan daya tahan baterai panjang, desain yang kokoh, fitur keamanan lengkap, serta kenyamanan penggunaan dalam jangka waktu lama. Untuk melihat kemampuannya secara langsung, tim redaksi TeknoReview.net menggunakan Asus ExpertBook sebagai perangkat kerja utama selama beberapa minggu. Khususnya Asus ExpertBook P3 P3405CVA. Berikut review Asus ExpertBook P3 versi kami. Dalam pengujian sehari-hari, laptop ini digunakan untuk berbagai aktivitas produktivitas seperti membuka puluhan tab browser, mengolah dokumen, mengedit spreadsheet, mengikuti rapat virtual, hingga menjalankan berbagai aplikasi komunikasi secara bersamaan.  Hasilnya menunjukkan bahwa Asus ExpertBook memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional yang mengutamakan efisiensi dan stabilitas dibanding sekadar mengejar angka benchmark. Desain Asus ExpertBook langsung memberikan ke...