Langsung ke konten utama

LG K92, Smartphone 5G Kelas Menengah

Kabar baik bagi para pecinta ponsel LG. Kini perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah merilis ponsel terbaru mereka yang mendukung konektivitas 5G yakni LG K92 5G. 

LG sepertinya tidak mau ketinggalan dari saudara mereka sesama produsen Korea, karena kini mereka juga telah menambatkan jaringan 5G kedalam ponsel terbaru mereka. Dan untuk model yang satu ini, pasar yang dituju adalah segmen kelas menengah yang harganya tidak akan terlalu mahal. 



Sebagai gambaran, saat dirilis, smartphone tersebut dibandrol dengan harga $395 atau setara dengan Rp5,8 juta rupiah.

Untuk spesifikasi LG K92 5G, ia telah terungkap pada saat ponsel ini resmi dirilis di pasar AS. Ponsel tersebut hadir dengan lubang punch-hole pada layar depan ponsel yang diposisikan di tengah dan memiliki kamera selfie yang beresolusi 16MP (f/2.0, 27mm). 



Pada bagian belakang ponsel, terdapat kamera kamera quad yang disusun dalam tata letak persegi. Ia juga punya desain dual-tone LED flash yang unik. Di depan, ponsel juga memiliki bezel yang tipis sehingga terlihat lebih trendi.

Kembali ke sektor kamera, lensa utama yang berada pada belakang layar tersediri dari kamera utama yang memiliki resolusi 64 MP (f/1.8, 25mm) PDAF, kamera ultra wide 5 MP (f/2.2, 115 derajat), kamera makro 2 MP (f/2.4), serta kamera depth sensor 2 MP (f/2.4). 

Kamera pada smartphone LG ini memiliki mode ‘Night View” yang dapat diatur kualitasnya. Adapun untuk memotret dalam gelap, ponsel ini memiliki LED flash yang terpisah dari kamera utamanya.

Ada hal lain yang menarik pada ponsel ini. Ia memiliki chipset dari Qualcomm yaitu Snapdragon 690 SoC terbaru, dan memiliki dukungan Quick Charge 4.0. Ponsel LG K92 5G ini memiliki Sound Engine 3D dan speaker stereo. 

Dari sisi spesifikasi, ponsel ini digadang-gadang akan bersaing dengan OnePlus Nord N10 5G yang juga sudah rilis di Amerika.

Untuk layar, LG K92 5G tampil dengan layar LCD FHD + IPS 6,7 inci dengan resolusi 1.080 x 2.400 piksel. Dukungan Qualcomm Snapdragon 690 SoC pada ponsel ini dipasangkan dengan Adreno 619L GPU dengan ketersediaan variasi RAM 6GB dan 128GB. Untuk penyimpanan atau storage dapat diperluas hingga 2TB menggunakan kartu microSD. Karena memiliki chip Snapdragon 690, ponsel ini dapat mendapat jaringan 5G sub-6 di Amerika.


Baca juga:


Ponsel yang satu ini menjalankan Android 10 OS dengan skin kustom dan memiliki sensor sidik jari yang dipasang di samping untuk keamanan. Ia diperkuat baterai 4.000 mAh dalam body berdimensi  166,37 x 77,2 x 8,38mm dengan berat 202,4 gram.

Hebatnya, ponsel ini memiliki sertifikasi MIL-STD 810G yang merupakan standar test militer untuk sebuah perangkat yang dapat digunakan secara outdoor. 



Dari sisi fitur konektivitas, dukungan yang hadir pada LG K92 5G ini termasuk 5G SA / NSA, Dual 4G VoLTE, Wi-Fi dual-band, Jack audio 3,5 mm, Bluetooth 5.1, GPS, NFC, dan port USB Type-C.

Ponsel ini memang sudah rilis di Amerika Serikat, namun di Indonesia, ponsel ini belum rilis. Apalagi LG juga belum  mengumumkan kapan ponsel ini akan menjajal pasar internasional. Namun demikian, tampaknya smartphone yang satu ini menarik untuk dinantikan.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

Harga DRAM Meledak 401% Bikin 1Kg Chip Memori Setara 620 Gram Emas

Harga DRAM terus melonjak di tengah ledakan pembangunan infrastruktur AI global. Kondisinya kini bahkan menghasilkan perbandingan yang cukup ekstrem: satu kilogram chip DRAM buatan Korea Selatan memiliki nilai setara sekitar 620 gram emas 24 karat. Berdasarkan data Korea Trade Statistics Promotion Institute (TRASS) yang dikutip ChosunBiz, harga ekspor DRAM Korea Selatan sepanjang 1-20 Agustus 2026 mencapai US$92.183 per kilogram, atau sekitar 127,4 juta won. Angka tersebut melonjak 401 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Januari 2023, ketika harga DRAM berada di titik rendah sekitar US$7.400 per kilogram, harga saat ini sudah meningkat sekitar 12,5 kali lipat. Kenaikannya jauh melampaui emas yang dalam periode serupa naik sekitar 2,4 kali. DRAM Mulai “Bersaing” dengan Emas Perbandingan dengan emas memang terdengar sensasional, tetapi angka tersebut menggambarkan betapa mahalnya chip memori saat ini. Data terbaru menunjukkan 620 gram emas 24 karat...

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Absen di Mobile Legends, Hours Watched RRQ Tetap Naik 44%

RRQ mencatat pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen secara year-over-year (YoY) pada Esports World Cup (EWC) 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, pencapaian ini terjadi tanpa kehadiran RRQ Hoshi dari divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Pada EWC 2026, RRQ tetap tampil melalui lima game, yakni PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, VALORANT, dan TrackMania. Berdasarkan data Esports Charts, partisipasi RRQ di main event menghasilkan 18.449.197 jam tontonan, dengan Peak Viewers 804.934 dan Average Viewers 319.467. Namun, angka tersebut perlu dibaca secara kritis. PUBG Mobile menyumbang 46,7 persen Hours Watched, disusul Free Fire 28 persen dan Apex Legends 24,2 persen. Sementara itu, VALORANT hanya berkontribusi 0,8 persen dan TrackMania 0,3 persen. Dengan demikian, sekitar 98,9 persen Hours Watched RRQ berasal dari tiga game battle royale. Kondisi ini penting karena mekanisme penghitungan viewership pada battle royale berbeda dengan pertandingan head-to-head. Jam tonto...