Langsung ke konten utama

Masalah Privasi dan Keamanan Zoom Telah Diperbaiki

Dalam sebuah post di blog resminya, Zoom berkomitmen untuk membagikan laporan transparansi pertamanya pada  akhir tahun ini. Eric Yuan, sang CEO dari Zoom telah melihat kemajuan dalam 90 hari penghentian fitur, untuk mengatasi masalah privasi dan keamanan.

Pembekuan yang diumumkan pada tanggal 1 April diberlakukan setelah penggunaan Zoom naik secara dramatis selama pandemi Covid-19. Jumlah pengguna yang banyak ini menyibak banyak kelemahan privasi dan keamanan dalam perangkat lunak konferensi video tersebut.


Pihak Zoom sendiri akan meningkatkan progress untuk laporan transparansi yang akan merinci informasi terkait Zoom. Misalnya data, catatan atau konten.


Dalam blognya, Yuan menunjukan panduan baru yang merinci bagaimana perusahaan menanggapi permintaan pemerintah untuk data Zoom. Jenis data yang dikumpulkan Zoom, praktik penyimpanan data perusahaan dan banyak lagi. Zoom juga telah memperbarui kebijakan privasinya.

Baru-baru ini, perusahaan menangguhkan satu akun di Hong Kong dan dua di Amerika Serikat yang mengadakan pertemuan di Zoom untuk memperingati Tiananmen  Square Masacre setelah pemerintah China mengadukannya pada pihak Zoom.

Tiananmen Square Masacre atau unjuk rasa Tiananmen adalah protes yang ditujukan terhadap ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik yang kemudian merembet menjadi demonstrasi pro-demokrasi. Hasilnya lebih dari 3.000 orang meninggal sebagai akibat tindakan dari pasukan bersenjata. 



Zoom akhirnya mengaktifkan kembali akun-akun tersebut dan mengatakan sedang mengembangkan teknologi yang akan memungkinkan perusahaan menghapus atau memblokir peserta individu berdasarkan geografi. Jika teknologi itu sudah tersedia, ini dapat memungkinkan Zoom untuk memblokir peserta dari China menghadiri pertemuan online.

Baca Juga:

Kelompok advokasi Access Now berpendapat, meskipun Zoom telah mengambil langkah-langkah selama 90 hari terakhir untuk memperbarui beberapa praktik keamanan dan privasi, Zoom menunda laporan transparansi mengisyaratkan bahwa Zoom tidak memprioritaskan pelaporan.


Menurut Isedua Oribhabor, analis kebijakan AS untuk Access Now yang mengkritisi Zoom karena  menunda kebijakan ini sebelumnya, tekanan yang dihadapi Zoom dari pemerintah Tiongkok untuk membatasi akun menggarisbawahi mengapa laporan transparansi itu penting.

Tanpa transparansi, Oribhabor menambahkan, pengguna tidak akan memiliki wawasan tentang sejauh mana campur tangan pemerintah dengan akun dan data mereka. Demikian pula untuk langkah-langkah yang dilakukan Zoom dalam mengatasi hal tersebut.



Blog milik Yuan juga membahas banyak langkah lain yang telah dilakukan perusahaan sejak melaksanakan 90 hari pembekuan fitur. Termasuk komitmen untuk menawarkan enkripsi end-to-end untuk semua pengguna dan mengaktifkan kata sandi rapat secara default.

Pengguna juga kini dapat memilih dari mana pusat data panggilan teralihkan, berkonsultasi dengan pakar keamanan, meningkatkan program Bug Bounty, meluncurkan dewan CISO, dan bekerja dengan pihak ketiga untuk membantu menguji keamanan produknya.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Aaeon Hadirkan Mini PC Berbasis Intel Panther Lake Tanpa Kipas

Produsen komputer industri Aaeon memperkenalkan UP Xtreme PTL Edge Air, mini PC berbasis prosesor Intel Panther Lake yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengatasi panas. Alih-alih menggunakan kipas mekanis, perangkat ini mengandalkan teknologi pendingin solid-state AirJet dari Frore Systems. Teknologi tersebut menggunakan membran yang bergetar pada frekuensi ultrasonik untuk menghasilkan aliran udara berkecepatan tinggi. Udara ini kemudian digunakan untuk membawa panas keluar dari prosesor. Karena tidak memiliki kipas konvensional, Aaeon mengklaim tingkat kebisingannya berada di bawah 21 dBA, sekaligus mengurangi getaran mekanis. Konsekuensinya cukup menarik untuk komputer industri. UP Xtreme PTL Edge Air memiliki ketebalan hanya 35,8 mm dengan bobot sekitar 712 gram, masing-masing diklaim 35 persen lebih tipis dan 43 persen lebih ringan dibandingkan versi berpendingin kipas. Aaeon menyasar perangkat ini untuk kebutuhan seperti kiosk mandiri, robot mobile otonom, dan perangkat med...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Jaga Image Versi Pro, Apple Pangkas Performa A20 Standar

Apple dikabarkan menyiapkan strategi berbeda untuk chip A20 pada iPhone standar dan A20 Pro untuk model kelas atas. Bocoran terbaru menyebut A20 tetap akan dibuat menggunakan proses fabrikasi TSMC N2 2nm, tetapi mendapatkan sejumlah pemangkasan pada GPU, cache, dan teknologi packaging. Menurut laporan IT Home yang mengutip bocoran Weibo, A20 standar masih menggunakan teknologi Package-on-Package (PoP). Sementara itu, Apple disebut menyimpan teknologi Wafer-Level Multi-Chip Module (WMCM) untuk A20 Pro. WMCM menempatkan DRAM di samping prosesor sehingga berpotensi membantu pelepasan panas ketika chip bekerja dalam beban tinggi. A20 standar diperkirakan memiliki ukuran die sekitar 70–80 mm², lebih kecil dibandingkan A19 yang berukuran 82,8 mm². Ukuran die yang lebih kecil berpotensi membantu menekan biaya produksi, sesuatu yang menjadi semakin relevan ketika Apple beralih ke proses 2nm TSMC yang kemungkinan membawa biaya manufaktur lebih tinggi. Perbedaan juga terlihat pada konfigurasi GP...