Langsung ke konten utama

Burung Kolibri Pakai Matematika Dasar untuk Temukan Makanan

Kebanyakan orang hanya tahu bahwa burung kolibri itu bentuknya kecil, lucu dan menyenangkan untuk ditonton. Tetapi tahukah Anda, ternyata, selain menggemaskan, burung kolibri juga punya otak yang cerdas.

Kabar terbaru, sejumlah ilmuwan dari Universitas St. Andrews di Fife, Skotlandia menemukan bukti yang menunjukkan bahwa burung kolibri melacak di mana lokasi bunga berada, dengan cara unik. Mereka menggunakan teori matematika dasar. Bagaimana bisa?


Dalam studi, para peneliti menempatkan feeder atau umpan yang berisi air gula di dalamnya dan diletakkan di sembilan wilayah yang merupakan habitat kolibri liar. Setelah burung belajar minum dari feeder, peneliti menggantinya dengan sepuluh feeder identik dalam satu baris.

Hanya satu dari beberapa feeder yang mengandung air gula dan sisanya kosong.


Setelah burung menemukan feeder mana yang mengandung makanan, para peneliti memindahkan feeder ke lokasi baru dan mengubah jarak di antara feeder. Ini untuk mencegah burung menggunakan landmark atau jarak relatif untuk menemukan feeder yang tepat. Misalnya feeder yang sama dalam barisan, atau feeder nomor dua yang merupakan feeder berisi makanan.

Ternyata, burung kolibri terbang menuju feeder yang tepat setelah diuji coba melalui empat putaran pengujian yang berbeda.


Para peneliti menyimpulkan bahwa burung kolibri dapat melacak urutan feeder yang benar pada barisan. Hasil temuan ini sendiri sudah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Maria Tello-Ramos, penulis utama pada jurnal tersebut mengatakan, penelitian itu sebenarnya kurang menunjukkan bahwa burung kolibri dapat "berhitung." Dalam penghitungan biasa, setiap angka dalam satu set ditandai dengan "satu", "dua", "tiga."

Untuk penelitian ini, burung hanya perlu mengetahui berapa banyak feeder kosong di kedua sisi feeder yang berisi makanan.

Tello-Ramos mengatakan bahwa burung kolibri meruapakan hewan studi yang baik karena mereka sering makan dibandingkan hewan lain.

Simpanse mungkin hanya menginginkan makanan setiap satu jam sekali, namun burung kolibri memiliki rentang waktu makan setiap sepuluh menit sekali. Ini berarti setiap burung dapat dilatih dan diuji hanya dalam waktu setengah hari saja, dan seluruh studi hanya memakan waktu empat hari.

Waktu penelitian empat hari terbilang cukup singkat jika kita sedang mengamati tingkah laku hewan.

Meski begitu, angka bukanlah satu-satunya cara burung kolibri mencari makan. Tello-Ramos mengatakan, mereka juga menggunakan isyarat warna dan landmark untuk menemukan bunga.

Baca juga:

Mary Caswell Stoddard, seorang asisten profesor di Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat mengatakan dalam sebuah email bahwa burung kolibri memiliki insting yang membuatnya mengerti keteraturan angka.

Insting tersebut memberikan gambaran lebih kaya tentang bagaimana kolibri berevolusi untuk mensintesis semua jenis informasi warna, lokasi spasial dan urutan bunga ketika mencari makanan.

“Kolibri adalah pembelajar yang gesit,” kata Stoddard, yang labnya melakukan pengerjaan penglihatan warna pada Kolibri liar. "Eksperimen ini, dilakukan di alam liar, menunjukkan kepada kita bagaimana burung kolibri benar-benar berperilaku di habitat alami mereka, dan itu kuncinya," kata Stoddard.

Alejandro Rico-Guevara, seorang asisten profesor di Universitas Washington yang mempelajari kolibri, mengatakan ia tidak terkejut dengan hasil makalah tersebut. Pasalnya, pada penelitian sebelumnya, terungkap bahwa lebah, yang memiliki otak lebih kecil pun dapat mengetahui posisi barang dalam suatu seri.

Namun dia mengatakan studi ini telah berhasil menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa ternyata vertebrata yang memakan nektar sebagai makanannya atau yang disebut nectarivor dapat menggunakan urutan bunga saat mencari makan.

Memiliki kemampuan untuk melacak urutan bunga akan bermanfaat bagi burung kolibri ketika mereka tidak memiliki informasi lain yang tersedia seperti landmark.


Berhubug kolibri menggunakan banyak energi yang melayang-layang, tentu penting bagi mereka untuk mengetahui di mana bunga-bunga tertentu berada, kapan nektar dalam bunga akan terisi setelah makan dan bagaimana cara sampai di sana sebelum burung lain memakan nektar bunga tersebut.

Kecerdasan burung kolibri tersebut ternyata bersangkutan dengan fakta bahwa burung memiliki lebih banyak neuron di otak mereka daripada primata. Otak burung kolibri memiliki neuron rata-rata sekitar 4,2% dari total berat badan mereka. Pada manusia, angka itu hanya sekitar 2%. Jadi, burung bisa jadi lebih pintar dari manusia? Hmm...

Postingan Populer

5 Rutinitas Harian Pemilik Toko yang Menjalankan Omnichannel Ecommerce

Pemilik toko yang menjalankan Mekari Desty sebagai pilihan alternatif untuk bisnis omnichannel menghadapi tantangan besar dalam mengawasi aktivitas di toko fisik, marketplace, dan media sosial sekaligus dalam satu hari. Hal ini sering membuat pengambilan keputusan harian tertunda karena data yang tersebar di berbagai kanal sulit diintegrasikan secara cepat.  Kosongnya barang di rak umumnya bersumber dari persoalan di level toko itu sendiri, mulai dari proses pesan dan rencana yang kurang tepat. Dengan demikian, rutinitas harian pemilik toko sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang.  Menjawab kebutuhan tersebut, aplikasi stok barang dibutuhkan agar rutinitas tersebut dapat berjalan terstruktur. Rutinitas yang diperlukan sebenarnya singkat dan mudah dilakukan, asalkan dijalankan setiap hari secara konsisten. Berikut ini lima rutinitas harian penting yang biasa dijalankan pemilik toko omnichannel ecommerce. 1. Membaca Ringkasan Penjualan Semua Kanal di Pagi Hari Ringkasa...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Asus Googlebook 14 Hadir dengan Panther Lake, RAM 64GB, OLED 3K dan Bobot Kurang dari 1Kg

Asus memperluas jajaran Googlebook dengan menghadirkan Googlebook 14, laptop ultraportabel yang mengandalkan prosesor Intel Panther Lake atau Core Ultra Series 3. Perangkat ini menarik perhatian bukan hanya karena bobotnya yang berada di bawah 1kg, tetapi juga karena membawa konfigurasi mewah hingga RAM 64GB, SSD 1TB, layar OLED 3K 120Hz, serta baterai 70Wh. Dari sisi desain, Asus menggunakan sasis berbahan magnesium-aluminium hasil proses CNC dengan bobot sekitar 0,99 kg. Material tersebut dipadukan dengan warna Dusk Ash dan teknologi Nano Ceramic yang diklaim membantu melindungi permukaan dari goresan, noda, dan abrasi. Laptop serupa ExpertBook Ultra ini juga memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H, meski sertifikasi tersebut tidak otomatis berarti perangkat kebal terhadap seluruh jenis kerusakan dalam penggunaan sehari-hari. Di sektor performa, Googlebook 14 tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 355 dari keluarga Panther Lake. Konfigurasi yang disebutkan juga mencakup C...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...