Langsung ke konten utama

Spesifikasi Xiaomi RedmiBook, Laptop AMD Ryzen 4000 Bagus. Harga Murah

Pabrikan perangkat laptop asal China, Xiaomi kali ini memiliki deretan RedmiBook yang sudah dibekali dengan prosesor AMD Ryzen 4000. Ada tiga opsi ukuran yang diluncurkan yaitu 13, 14, dan 16 inci dan ketiganya menggunakan accelerated processing unit (APU) AMD yang dibuat dengan pabrikasi 7nm.

Kabarnya, di antara ketiga versi tersebut, semuanya memiliki resolusi layar 1080p, refresh rate 60Hz, dan cakupan warna Adobe RGB 100 persen. Dan untuk versi 13 dan 14 inci, memiliki tingkat kecerahan layar 250 nits, sementara versi 16 inci kecerahan layarnya hingga 300 nits.


Dari segi desain, RedmiBook hadir dengan bezel tipis 3,26 mm dan rasio layar ke bodinya adalah 90 persen untuk versi 16 inci dan 89 persen untuk ukuran 13 dan 14 inci. Bobot ketiga laptop ini terbilang ringan, RedmiBook 13 inci dan RedmiBook 14 inci bobotnya sekitar 1,2kg, sementara RedmiBook 16 inci bobotnya 1,8kg.



Dari sisi baterai, RedmiBook 16 inci memiliki ukuran baterai 46Whr, sementara RedmiBook 13 dan 14 hanya 40Whr. Xiaomi mengklaim, baterai tersebut mampu bertahan hingga 12 jam dan dapat mengisi daya hingga 50 persen dengan waktu 38 menit saja.


Baca Juga:

Untuk prosesornya, ada dua varian Ryzen 4000 yang bisa dipilih, yaitu Ryzen 5 4500U dan Ryzen 7 4700U, dengan opsi kapasitas RAM 8GB dan 16GB, sementara pilihan storage-nya antara 512GB dan 1TB.

Bagaimana dengan harganya? RedmiBook 13 inci dengan Ryzen 5 (RAM 8GB dan storage 512GB) dibanderol di 3.799 Yuan (sekitar Rp7,8 juta), Ryzen 5 (RAM 16GB, storage 512GB) seharga 3.999 Yuan (sekitar Rp8,2 juta), dan Ryzen 7 (RAM 16 GB, storage 1TB) berbanderol 4.999 Yuan (sekitar Rp10,2 juta).




RedmiBook 14 inci dengan Ryzen 5 (RAM 8GB, storage 512GB) dihargai 3.799 Yuan (sekitar Rp7,8 juta), Ryzen 5 (RAM 16GB, storage 512GB) dibanderol 3.999 Yuan (sekitar Rp8,2 juta), dan Ryzen 7 (RAM 16GB, storage 512GB) berbanderol 4.499 Yuan (sekitar Rp9,2 juta).

Adapun untuk varian 16 inci, RedmiBook 16 dengan Ryzen 5 (RAM 8GB, storage 512GB) dihargai 3.799 Yuan (sekitar Rp7,8 juta), Ryzen 5 (RAM 16GB, storage 512GB) seharga 3.999 Yuan (sekitar Rp8,2 juta), dan Ryzen 7 (RAM 16GB, storage 512GB) berbanderol seharga 4.499 Yuan (sekitar Rp9,2 juta). Murah sekali!

Postingan Populer

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...

Apple Siapkan Perangkat Lipat. Layarnya dari Samsung

Langkah agresif kembali diambil Samsung Electronics dengan mengamankan kontrak eksklusif selama tiga tahun untuk memasok layar foldable kepada Apple. Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinyal kuat pergeseran peta persaingan di industri komponen premium. Berdasarkan sejumlah laporan, Apple memilih Samsung sebagai satu-satunya pemasok panel OLED lipat karena keterbatasan alternatif. Kompetitor seperti BOE dinilai belum mampu menyamai kualitas, sementara LG Display masih menghadapi tantangan dalam produksi massal panel foldable yang kompleks.  Ini menempatkan Samsung dalam posisi dominan, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai gatekeeper teknologi layar lipat. Dari sisi finansial, momentum ini datang di waktu yang tepat. Samsung telah memproyeksikan lonjakan laba operasional signifikan, didorong oleh pemulihan pasar memori dan kontrak bernilai tinggi seperti ini. Bahkan, analis memperkirakan potensi Samsung melampaui Nvidia dalam perolehan profit global dal...

Intel Tancap Gas. Siapkan Core Ultra Series 4 Nova Lake-HX

Intel kembali menyiapkan strategi agresif di segmen laptop performa tinggi lewat bocoran prosesor generasi terbaru, Core Ultra Series 4 “Nova Lake-HX”. Informasi dari leaker terpercaya mengindikasikan bahwa lini ini tidak sekadar refresh, melainkan lompatan arsitektural yang secara spesifik ditujukan untuk gaming notebook dan mobile workstation kelas berat. Berbeda dari varian mainstream “Nova Lake-H”, seri HX diposisikan sebagai platform dengan I/O lebih luas dan dukungan penuh untuk discrete GPU. Ini terlihat jelas dari konfigurasi inti yang jauh lebih kompleks.  Varian flagship disebut mengusung kombinasi 8 Performance core (P-core) berbasis arsitektur Coyote Cove dan 16 Efficiency core (E-core) berbasis Arctic Wolf, ditambah 4 low-power E-core (LPE) yang ditempatkan terpisah di SoC tile. Secara total, konfigurasi 8P+16E+4LPE ini menandai pendekatan heterogen yang semakin matang dalam desain CPU modern. Namun Intel tidak berhenti di satu konfigurasi. Varian performa menengah jug...

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...