Langsung ke konten utama

HTC Siapkan 2 Ponsel Pintar Terbarunya

HTC merupakan vendor smartphone asal Taiwan yang dulu terkenal dengan build quality premiumnya. Menariknya, ia dikabarkan akan kembali hadir di Indonesia setelah beberapa tahun yang lalu telah undur diri dari pasar Indonesia.

Bukti kuat HTC akan kembali ke Indonesia adalah dengan adanya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemeperin) untuk smartphone besutan mereka. Kalau ini benar, tentunya merupakan kabar gembira, setelah sekian lama HTC akhirnya merilis ponsel pintar baru.


Kabarnya, ada dua ponsel pintar yang kali ini dirilis oleh perusahaan teresebut yaitu HTC U20 5G dan HTC Desire 20 Pro. Apabila dilihat dari spesifikasinya melalui website GSM Arena, kemungkinan besar untuk seri U20 5G merupakan smartphone kelas flagship. Sedangkan untuk seri Desire 20 Pro merupakan smartphone mid range.


Smartphone HTC dengan seri U20 5G dibekali dengan layar dengan tipe LCD IPS berukuran 6,8 inci. Selain itu, layar dari seri ini memiliki resolusi 1080p dengan aspek rasio 20:9 dan memiliki refresh rate 60Hz. 



Seri U20 5G ini pastinya dibekali dengan jaringan 5G yang diperoleh dari chipset Snapdragon 765G. Peforma dari chipset yang tertanam pada seri ini terbilang cepat untuk tahun ini, karena skor rata-rata yang didapatkan untuk chipset Snapdragon 765G ini mencapai 316553 (AnTuTu v8).

Selain itu, untuk mendukung peforma yang baik, seri U20 5G ini dibekali RAM sebesar 8GB dan penyimpanan internal sebesar 128GB. Tidak cukup dibekali dengan peforma yang baik, seri ini juga dibekali dengan baterai sebesar 5.000mAh dan didukung fast charging 18W.

Kamera utama yang dimiliki seri U20 5G ini memiliki 4 lensa, di antaranya lensa utama dengan resolusi 48 megapixel, lensa ultrawidth dengan resolusi 8 megapixel, lensa macro dengan resolusi 8 megapixel, dan lensa depth sensor dengan resolusi 2 megapixel. Untuk kamera depan, ia hanya dibekali satu lensa namun memiliki resolusi 32 megapixel.



Baca juga:

Selanjutnya, untuk seri HTC Desire 20 Pro, ia memiliki layar sedikit lebih kecil dari seri U20 5G yaitu 6,5 inci. Tipe layar yang digunakan pada seri Desire 20 Pro sama persis dengan seri U20 5G yang menggunakan LCD IPS resolusi 1080p. 

Sayangnya untuk jaringan 5G, smartphone ini tidak menyediakannya. Alasannya adalah karena Desire 20 Pro hanya dibekali chipset Snapdragon 665.

Untuk peformanya bisa dibilang berada di bawah seri U20 5G karena chipset Snapdragon 665 hanya memiliki skor rata-rata 168964 (AnTuTu v8). Ia dibekali RAM sebesar 6GB disertai internal sebesar 128GB.


Dari sisi kapasitas baterai, Desire 20 Pro sama persis seperti seri U20 5G. Hanya saja, yang membedakan keduanya adalah fitur fast charging 15W.

Kamera utama pada seri Desire 20 Pro ini sama persis dengan seri U20 5G. Yang  membedakannya hanya pada kamera depannya. Untuk seri Desire 20 Pro menggunakan lensa dengan resolusi 25 megapixel saja. Tampaknya cukup menarik. Semoga saja kabar kehadirannya di pasar Indonesia bukanlah isapan jempol belaka.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Nvidia Update Driver. Atasi Bug dan Dukung DLSS di Game Baru

Nvidia kembali merilis hotfix driver GeForce 596.02, hanya berselang singkat dari driver 595.97 WHQL yang justru memicu masalah stuttering. Langkah ini menunjukkan pola yang makin sering terjadi yakni pembaruan cepat untuk menambal bug yang muncul dari update sebelumnya. Reaktif, tapi sekaligus menandakan kualitas rilis yang kurang matang. Secara resmi, bug stuttering disebut hanya berdampak pada Arknights: Endfield. Namun fakta bahwa Nvidia merasa perlu merilis hotfix khusus mengindikasikan dampaknya lebih luas atau cukup mengganggu pengalaman bermain.  Seperti biasa, Nvidia menyebut driver hotfix hanya opsional. Artinya, pengguna di luar game tersebut mungkin lebih baik menahan diri daripada ikut terseret siklus update yang belum stabil. Di sisi lain, driver sebelumnya tetap membawa nilai penting, termasuk dukungan untuk Crimson Desert dan Death Stranding 2: On the Beach. Namun ironi muncul ketika perbaikan bug justru membuka masalah baru. Ini menjadi kritik lama terhadap ekosist...

IBM dan Arm Kolaborasi Bangun Hardware AI, Fleksibel atau Sekadar Strategi Baru?

IBM dan Arm resmi mengumumkan kolaborasi strategis untuk mengembangkan platform hardware dual-architecture. Rencana tersebut merupakan sebuah langkah yang diklaim akan menjawab kebutuhan baru enterprise di era AI.  Di atas kertas, ini terdengar seperti evolusi logis, menggabungkan kekuatan sistem enterprise IBM dengan efisiensi arsitektur Arm. Namun di balik jargon “fleksibilitas” dan “ekosistem terbuka”, ada dinamika industri yang lebih kompleks. IBM mendorong narasi integrasi end-to-end dari silikon hingga software dengan mengandalkan platform seperti Telum II dan Spyre Accelerator untuk membawa AI dari sekadar eksperimen ke operasi bisnis inti. Sementara itu, Arm menawarkan proposisi yang lebih “netral” yakni efisiensi daya, skalabilitas, dan ekosistem software luas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya di data center modern. Kolaborasi ini pada dasarnya mencoba menjembatani dua dunia yang sebelumnya berjalan paralel yakni sistem enterprise yang konservatif dan ekosistem A...

2026, Kelelahan Digital Mulai Terasa. Pengguna Media Sosial Turun

Aktivitas media sosial di Inggris mulai menunjukkan gejala “kelelahan digital”. Laporan terbaru dari Ofcom mengungkap penurunan tajam dalam partisipasi aktif pengguna, sekaligus meningkatnya kehati-hatian dalam berinteraksi online. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa relasi manusia dengan platform digital mulai berubah secara fundamental. Secara angka, persepsi positif terhadap internet ikut terkoreksi. Hanya 59% responden yang masih merasa manfaat online lebih besar daripada risikonya, turun drastis dari 72% tahun lalu. Meski penetrasi tetap tinggi, 9 dari 10 pengguna dewasa masih aktif di platform seperti WhatsApp, cara mereka menggunakan media sosial kini jauh lebih pasif. Perubahan paling mencolok ada pada perilaku berbagi. Hanya sekitar separuh pengguna yang masih aktif memposting, berkomentar, atau berbagi konten, turun dari 61% pada 2024. Bahkan eksplorasi situs baru ikut menurun signifikan. Ini menunjukkan internet tidak lagi menjadi ruang eksplorasi bebas, melainkan lingkungan y...

Konfirmasi. Apple Berhenti Produksi Mac Pro

Apple akhirnya mengakhiri perjalanan salah satu lini desktop paling ikoniknya:,Mac Pro. Tanpa seremoni besar, perangkat yang dulu jadi simbol workstation kelas atas itu kini hilang dari situs resmi, dengan halaman pembelian dialihkan ke lini Mac lainnya.  Lebih lanjut, Apple disebut tidak memiliki rencana untuk generasi penerus untuk model ini, sebuah keputusan yang menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Mac Pro terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra, namun sejak itu praktis stagnan. Di saat yang sama, Mac Studio justru melaju cepat dengan adopsi M3 Ultra, membawa performa lebih tinggi dalam form factor yang jauh lebih ringkas dan efisien. Dalam konteks ini, Mac Pro terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia mahal, besar, tetapi tidak lagi unggul. Secara teknis, keputusan ini masuk akal. Arsitektur Apple Silicon mengurangi ketergantungan pada ekspansi modular yang dulu menjadi alasan utama eksistensi Mac Pro. Ditambah lagi, fitur seperti RDMA over Thunderbol...