Langsung ke konten utama

Kelebihan Samsung Galaxy S20 Ultra

Samsung baru saja memperkenalkan smartphone flagship andalannya. Salah satu dari varian yang digelar adalah seri Galaxy S20 Ultra. Smartphone yang satu ini punya kelebihan utama di kameranya. Ia punya kamera utama beresolusi 108MP dengan Nonacell. Hal ini memungkinkannya untuk menggabungkan sembilan piksel menjadi satu.

Dengan mengadopsi Nonacell, sensor ISOCELL Bright HM1 yang digunakan mampu menangkap gambar beresolusi tinggi lebih cerah dalam beragam kondisi pencahayaan. Dan Samsung sendiri mengatakan, Nonacell merupakan versi Tetracell yang sudah ditingkatkan.


Sebagai informasi, Galaxy S20 Ultra merupakan seri paling flagship dari lini Galaxy S20. Perangkat ini memiliki layar Quad HD+ Dynamic AMOLED 2x seluas 6,9 inci, dukungan HDR10+ dan frame rate 120Hz.


Galaxy S20 Ultra akan hadir di Indonesia dengan RAM 12GB dan memori internal 128GB yang bisa diperluas dengan slot microSD hingga 1TB. Ia sebenarnya sudah mendukung jaringan 5G untuk pengguna di berbagai negara. Sayangnya, di Indonesia jaringan 5G belum diterapkan, jadi Samsung memilih untuk membawa hanya versi 4G untuk Indonesia.

Meski begitu, sebenarnya perangkat ini sudah didukung teknologi LTE Cat20 yang membuat kecepatan download mencapai 2Gbps. Selain itu, ia dibekali dengan dukungan pengisian daya cepat hingga 45 watt.


Baca Juga:

Galaxy S20 series yang dirilis Samsung semuanya juga didukung berbagai sensor. Salah satunya adalah sensor fingerprint ultrasonic yang membuat keamanan perangkat lebih terjamin. Ketiganya juga didukung dengan penguncian smartphone berbasis pattern atau pola, biometrik, hingga face recognition. Perangkat ini juga sudah dibekali sertifikat IP68 untuk melindungi perangkat dari air.

Salah satu fitur kamera terbaru dalam Galaxy S20 adalah mode perekaman single take. Mode ini memungkinkan pengguna mengambil 10 foto dan 4 video dalam satu kali pengambilan gambar.

Galaxy S20 Ultra yang tidak hanya dibekali dengan sejumlah fitur mumpuni. Salah satu yang menarik adalah fitur "Space Zoom" yang memiliki kemampuan zoom hingga 100x.

Untuk bisa memperbesar gambar hingga 100x lipat, Samsung menggunakan mekanisme lensa telephoto "folded lens" alias lensa periskop seperti yang sudah diterapkan di beberapa model smartphone lain sebelumnya, yakni Huawei P30 Pro dan Oppo Reno Zoom 10x.

Lensa telephoto ini memiliki aperture f/3.6 dan turut dibekali Optical Image Stabilizer. Tingkat zoom asli (optical, bukan digital) dari lensa telephoto Galaxy S20 Ultra sebenarnya hanya 4x (102mm, ekuivalen full frame).

Namun, Samsung menerapkan beberapa trik untuk memperpanjang rentang zoom lebih jauh hingga mencapai angka 100x. Galaxy S20 Ultra menerapkan "Hybrid Optical Zoom" berupa kombinasi optical zoom dan pembesaran digital hingga rentang zoom 10x.


Meski melibatkan teknik digital, lantaran sensor yang digunakan mememiliki resolusi tinggi (48 megapiksel), Samsung mengklaim bahwa kualitas gambar hingga zoom 10x tidak akan menurun alias lossless.

Adapun proses pengambilan gambar untuk keperluan zoom hingga 100x, hanya mengandalkan satu kamera saja, yakni kamera telephoto 48 megapiksel.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...