Langsung ke konten utama

Menguak Tampilan Kamera Oppo Find X2

Oppo mulai memamerkan perangkat terbarunya yakni seri Find X2 yang siap rilis. Khususnya di sektor kamera, kemungkinan ia akan menempatkan kamera yang berada di bawah layar dengan panel jenis OLED melengkung seluas 6,5 inci dengan resolusi sangat tinggi yakni 3168 x 1440 piksel.

Adapun untuk panelnya juga sangat hebat. Terdapat dukungan seperti refresh 120Hz yang merupakan perubahan signifikan dibanding sebelumnya, dan inovatif. Maksudnya inovatif?


Berdasarkan  informasi terkait,  Oppo Find X2 akan memungkinkan pengguna bebas memilih setting layar smartphone miliknya. Pilihan yang tersedia di antaranya adalah resolusi FHD + atau QHD + dan refresh rate 60Hz atau 120Hz. Kombinasinya bisa dipilih sesuai dengan yang mereka suka.


Alternatif pilihan untuk tampilan mode operasi tertentu bisa menjadi otomatis untuk memastikan pengalaman pengguna yang tepat serta mengesankan.


Di seri Find X2 ini, Oppo memanfaatkan chipset terbaru dan terkuat Qualcomm Snapdragon 865 dan mendukung komunikasi 5G serta, beberapa sensor gambar kamera dengan autofokus "omnidirectional" (penerus Dual Pixel AF). Untuk baterainya, terdapat dukungan pengisian daya nirkabel 50W.

Baca juga:

Sebagai gambaran, sejak tahun 2019 lalu terdengar kabar bahwa Oppo akan membawa teknologi kamera di dalam layar pada ponsel seri Find X2. Namun ketika itu, Oppo membantah kabar yang beredar tersebut.

Hal itu diutarakan Vice President and President Global Marketing Oppo, Brian Shen. Melalui akun Twitternya, Brian mengatakan bahwa teknologi under display camera dipastikan tidak akan hadir pada Oppo Find X2.

Menurut Brian, teknologi tersebut dipastikan absen karena Oppo terbentur kendala teknis untuk memproduksi secara massal. Hal tersebut patut dimaklumi. Pasalnya, untuk membuat modul kamera dan layar tersebut tidaklah mudah.


Oppo pun kini telah menerapkan sejumlah algoritma khusus untuk memastikan kinerja pada layar kameranya dapat berfungsi semaksimal mungkin. Namun, sayangnya  pada hasil akhirnya pun masih dianggap kurang maksimal.

Yang menarik, kabarnya, ponsel ini akan diluncurkan dalam waktu dekat. Besar kemungkinan ia akan diperkenalkan dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 pada Februari mendatang.

Postingan Populer

Xbox Mode, Upaya Microsoft Gabungkan PC dan Konsol

Microsoft resmi memulai rollout fitur baru “Xbox Mode” untuk Windows 11, sebuah langkah yang secara strategis mengarah pada penyatuan pengalaman gaming antara PC dan konsol. Fitur ini dirancang untuk menghadirkan antarmuka yang lebih ringan, responsif, dan berorientasi pada kontroler, mendekati pengalaman khas Xbox. Secara fungsional, Xbox Mode mengubah Windows 11 menjadi lingkungan gaming yang lebih fokus. Antarmuka dipangkas dari elemen-elemen desktop tradisional yang sering menjadi distraksi, lalu digantikan dengan tampilan yang menonjolkan library game, judul terakhir dimainkan, serta akses cepat ke katalog Xbox Game Pass. Ini bukan sekadar kosmetik, tetapi upaya nyata untuk mengurangi friction saat berpindah dari kerja ke bermain. Namun, langkah ini juga mengungkap masalah lama Windows sebagai platform gaming. Selama ini, Windows dikenal fleksibel tetapi tidak pernah benar-benar optimal untuk pengalaman plug-and-play seperti konsol. Xbox Mode bisa dilihat sebagai pengakuan implisi...

Skor Benchmark Intel Core 5 330 Mulai Muncul. Prosesor Terbaik Intel?

Kemunculan prosesor Intel Core 5 330 di basis data benchmark kembali menegaskan arah strategi Intel dalam memperkuat segmen entry-level. Berdasarkan hasil uji di platform PassMark, chip ini mencatat skor 4.215 poin untuk single-thread dan 14.947 poin untuk multi-thread, angka yang secara praktis menempatkannya sejajar dengan varian saudaranya, Core 5 320. Secara arsitektural, Core 5 330 mengusung konfigurasi 6 core dan 6 thread dengan skema hybrid 2 Performance-core dan 4 LP-Efficient core. Pendekatan ini mencerminkan filosofi desain Wildcat Lake yang menitikberatkan efisiensi daya tanpa mengorbankan performa dasar.  Clock speed yang diusung berada di kisaran 1,5 GHz hingga 4,6 GHz untuk P-core dan 1,4 GHz hingga 3,4 GHz untuk LP-E core, menjadikannya cukup fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari produktivitas ringan hingga multitasking moderat. Menariknya, meski membawa label “lebih tinggi”, Core 5 330 nyaris identik dengan Core 5 320 dari sisi spesifikasi teknis....

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Asus ExpertBook Ultra, Standar Baru Laptop Bisnis Terbaik di Era AI

Transformasi industri komputasi dalam dua tahun terakhir telah mengubah definisi laptop bisnis premium secara drastis. Jika sebelumnya kategori ini hanya berfokus pada desain tipis, daya tahan baterai, dan performa multitasking standar, kini perusahaan membutuhkan perangkat yang mampu menangani beban kerja berbasis AI, pemrosesan data lokal, keamanan enterprise modern, hingga kolaborasi hybrid dengan efisiensi tinggi.  Era AI-first computing membuat laptop bukan lagi sekadar alat kerja, melainkan node komputasi cerdas yang harus mampu menjalankan inferensi AI secara real-time tanpa bergantung penuh pada cloud. Di tengah perubahan tersebut, Asus menghadirkan Asus ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship yang dirancang untuk menjawab kebutuhan komputasi generasi baru. Perangkat ini tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi mengadopsi pendekatan arsitektur heterogen modern yang mengintegrasikan CPU, GPU, dan NPU dalam satu platform komputasi adaptif.  Pendekatan...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...