Langsung ke konten utama

Huawei Hadirkan FreeBuds 3 Wireless Earphone dan Huawei Watch GT 2

Huawei meramaikan pasar aksesoris smartphone di Indonesia dengan menghadirkan produk terbarunya. Ada beberapa produk yang diperkenalkan sekaligus, salah satunya adalah FreeBuds 3. Perangkat ini merupakan earphone true-wireless tipe open-fit yang merupakan kompetitor Airpods.

Training Director Huawei CBG Indonesia, Edy Supartono membandingkan FreeBuds 3 dengan AirPods. Bentuknya mirip dengan aksesori dari Apple, lengkap dengan bagian “tangkai” yang menjulur ke luar telinga pengguna ke arah bawah ketika dikenakan.


FreeBuds 3 misalnya, diklaim mampu mengisi daya dengan lebih cepat, baik saat charging lewat kabel maupun wireless. Keunggulan FreeBuds 3 daya tahannya juga lama, mencapai 4 jam. Dengan tambahan daya dari casing-nya, angka tersebut bisa naik hingga menjadi 20 jam.




Salah satu keunggulan FreeBuds 3 adalah, ia merupakan earphone wireless open-fit pertama di dunia yang dibekali fitur Active Noise Cancellation (ANC) untuk meredam suara yang masuk dari lingkungan sekitar.

Baca juga:

Selain itu, bagian earphone dari mikrofon berwarna putih ini juga dilengkapi dengan peredam suara angin supaya lawan bicara bisa mendengar suara dengan jelas.

Jadi, bukan hanya utnuk mendengarkan, tapi saat berbicara sambil bergerak pun dapat terdengar dengan jernih, misalnya saat dipakai sambil mengendarai sepeda. Di Indonesia, Huawei memasarkan FreeBuds 3 dengan banderol Rp 2,3 juta dalam masa pre-order mulai 26 November hingga 2 Desember.

Secara bersamaan, Huawei juga merilis arloji pintar Watch GT 2 versi diameter 42 mm, menyusul varian 46 mm yang sudah hadir lebih dulu beberapa waktu lalu. Huawei Watch GT 2 42 mm saat ini sudah bisa dibeli dengan harga Rp 2,6 juta.


Tak hanya itu, vendor raksasa asal negeri Tiongkok tersebut menghadirkan pula tablet Huawei MediaPad T5. Perangkat yang satu ini merupakan tablet 10,1 inci (1.920 x 1.200 piksel) yang dibekali chip octa-core 2,36GHz, RAM 3 GB, dan storage 32 GB. Harganya Rp 2,6 juta dalam masa pre-order 26 November hingga 2 Desember.

Menarik sekali.

Postingan Populer

Harga Mobil Segera Naik Akibat Kelangkaan RAM

Krisis pasokan RAM atau yang mulai disebut RAMageddon tidak hanya mengancam harga laptop, smartphone, dan perangkat elektronik. Industri otomotif juga berpotensi terkena dampaknya karena mobil modern semakin bergantung pada mikroprosesor dan memori untuk menjalankan sistem infotainment, fitur bantuan pengemudi, hingga berbagai fungsi berbasis software. Menurut The Atlantic, kebutuhan teknologi tersebut kini sudah menjadi bagian dari biaya dasar kendaraan. Karl Brauer, executive analyst iSeeCars, mengatakan setiap mobil baru membutuhkan tingkat teknologi tertentu sehingga terdapat pula biaya teknologi minimum yang harus ditanggung konsumen. Masalahnya, harga rata-rata mobil baru di Amerika Serikat sudah mendekati US$50.000, sebelum kenaikan harga RAM ikut diperhitungkan. Ketika perusahaan AI terus menyerap pasokan memori untuk membangun pusat data, tekanan terhadap industri otomotif berpotensi semakin besar. Sam Abuelsamid, analis Telemetry sekaligus mantan insinyur otomotif, memperkira...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

5 Spesifikasi Laptop Ringan Terbaik untuk Kerja Remote atau WFH 2026

Kerja remote atau WFH punya kebutuhan laptop yang beda dari sekadar "laptop kencang". Yang paling dicari biasanya adalah ringan dibawa kalau harus kerja dari kafe atau coworking space, baterai yang nggak bikin panik cari colokan tiap 2 jam, webcam yang bikin kamu terlihat layak di video call, dan konektivitas yang stabil buat meeting maupun transfer file.  Berikut panduan memilih laptop ringan berdasarkan kebutuhan riil WFH, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas. 1. Prioritaskan bobot di bawah 1,5 kg Kalau rutinitasmu sering pindah tempat kerja, bobot laptop jadi faktor krusial yang sering diremehkan. Laptop di kisaran 1,2-1,4 kg terasa jauh lebih nyaman dibawa harian dibanding yang 1,8 kg ke atas, apalagi ditambah charger dan perlengkapan lain di tas. Lini ultrabook tipis dari berbagai merek biasanya jadi rujukan utama di kategori ini. 2. Baterai tahan seharian kerja Untuk WFH, idealnya laptop bisa bertahan minimal 8-10 jam pemakaian normal (browsing, dokumen, video call ...

Intel Siapkan Prosesor Panther Lake Murah untuk Gaming Handheld

Intel dilaporkan sedang menyiapkan varian prosesor Panther Lake yang lebih terjangkau untuk perangkat gaming handheld. Langkah ini menarik karena pasar handheld PC saat ini semakin ramai, tetapi sebagian perangkat dengan performa tinggi masih dibanderol cukup mahal akibat biaya prosesor, memori, dan penyimpanan. Saat ini, lini Arc G3 dan G3 Extreme menjadi salah satu solusi SoC Intel paling bertenaga untuk gaming handheld. Keduanya menawarkan konfigurasi hingga 14-core CPU yang dipadukan dengan GPU terintegrasi Xe3. Arc G3 menggunakan 10-core Xe3, sedangkan G3 Extreme membawa 12-core Xe3, dengan GPU masing-masing dikenal sebagai Arc B370 dan Arc B390. Namun, performa tinggi tersebut datang dengan konsekuensi harga. Sejumlah handheld berbasis platform tersebut bahkan dapat menembus harga US$1.000. Kondisi ini membuka ruang bagi Intel untuk menghadirkan varian yang lebih murah, terutama ketika harga perangkat handheld ikut terdorong oleh mahalnya komponen memori. Menurut informasi dari t...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...