Langsung ke konten utama

Jual MicroSD 1TB, Western Digital Sandisk Tawarkan Kecepatan Tinggi

Kabar gembira bagi para pengguna perangkat mobile seperti smartphone ataupun tablet serta perangkat fotografi atau video seperti action camera dan drone. Khususnya buat mereka yang sering memotret dengan resolusi tinggi, atau menyimpan video resolusi FullHD bahkan 4K.

Western Digital, produsen perangkat storage terkemuka di dunia, menghadirkan kartu memori berkapasitas ekstra lega, yakni 1TB. Tak hanya satu model, ada dua tipe yang langsung dihadirkan untuk pengguna di Indonesia.


Kartu memori yang bersangkutan adalah SanDisk Extreme UHS-I microSDXC dengan kapasitas 1TB dan kartu memori SanDisk Extreme PRO UHS-I microSDXC kapasitas 1TB.  Kedua kartu memori tersebut merupakan salah satu yang memiliki kecepatan tertinggi di dunia.

Sebagai informasi, Sandisk sendiri sudah diakuisisi oleh Western Digital pada tahun 2016 lalu.

Dirancang khusus untuk memperlancar proses transfer data beresolusi tinggi, kartu memori SanDisk Extreme 1TB dan kartu Extreme PRO UHS-I SanDisk MicroSD masing-masing menawarkan kecepatan baca hingga 160MB/detik dan 170MB/detik.


Artinya, dengan kecepatan tinggi seperti itu, pengguna dapat mentransfer data dan menghemat waktu hingga 50% dibandingkan kalau mereka menggunakan kartu microSD UHS-I standar yang saat ini banyak tersedia di pasaran. Peningkatan kecepatan yang drastis ini dapat dilakukan berkat teknologi flash milik Western Digital.

Baca juga:

Saat ini, kartu memori SanDisk Extreme tipe baru tersebut juga tersedia dalam kapasitas 512GB, dan fitur berperingkat A2 untuk peluncuran dan pengoperasian berbagai aplikasi dengan kecepatan sangat tinggi. Versi microSD 1TB dan 512GB SanDisk Extreme UHS-I kini telah resmi tersedia di Indonesia. Pengguna dapat membelinya secara online melalui sejumlah platform e-commerce terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, JD.ID, dan Blibli.com.


Bagi Anda yang tertarik, berikut ini harga kartu memori SanDisk MicroSD card:

•    Extreme microSD Card 1TB: Rp8.109.000
•    Extreme microSD Card 512GB: Rp3.610.700
•    Extreme PRO microSD 1TB: Rp8.964.000
•    Extreme PRO microSD 512GB: Rp4.010.000

Yang perlu diperhatikan, sebelum Anda membeli kartu memori tersebut, pastikan perangkat yang Anda beli mendukung kapasitas sebesar itu. Pasalnya, tidak sedikit smartphone, tablet, atau perangkat lain yang dijual di pasaran saat ini yang hanya mendukung microSD hingga 256GB saja. Awas, jangan salah beli.

Postingan Populer

AMD Rilis Ryzen AI Max 400 Series

AMD kembali memperluas lini prosesor AI mobile melalui peluncuran Ryzen AI Max 400 Series, sebuah penyegaran dari platform Strix Halo yang kini diarahkan lebih agresif ke workstation AI portabel dan pengembangan large language model (LLM) secara lokal.  Berbeda dari generasi laptop konvensional yang masih mengandalkan cloud untuk inferensi AI, platform terbaru ini justru mencoba membawa beban kerja AI skala besar langsung ke perangkat mobile. Ryzen AI Max 400 Series tetap mengusung konfigurasi hingga 16-core/32-thread berbasis arsitektur Zen 5, dipadukan dengan GPU terintegrasi RDNA 3.5 hingga 40 Compute Unit. Namun perubahan paling signifikan ada pada dukungan memori LPDDR5X yang kini meningkat drastis dari maksimum 128GB menjadi 192GB.  AMD bahkan memungkinkan alokasi unified memory hingga 160GB langsung ke iGPU, sebuah pendekatan yang sangat tidak biasa di segmen laptop. Secara teknis, strategi unified memory tersebut membuat platform ini mampu menjalankan model AI berukura...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Microsoft Kembangkan Perangkat Berbasis Android, Windows Ditinggalkan?

Microsoft diam-diam sedang menyiapkan babak baru dalam strategi perangkat keras berbasis AI. Menariknya, proyek yang dikenal sebagai Project Solara ini justru tidak dibangun di atas Windows, melainkan Android.  Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Microsoft melihat Windows dianggap kurang ideal untuk generasi perangkat AI berikutnya? Project Solara dirancang sebagai platform yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi konvensional. Microsoft bahkan telah memiliki dua purwarupa perangkat yang berfungsi penuh. Perangkat pertama berupa hub desktop yang dapat menerima perintah suara, mengenali pengguna melalui pemindaian wajah, hingga menampilkan informasi penting harian. Ketika dihubungkan ke monitor, perangkat tersebut dapat mengakses lingkungan Windows berbasis cloud. Perangkat kedua tampil lebih unik. Berbentuk lencana atau badge pintar, perangkat ini mengintegrasikan sensor sidik jari, kamera, serta kemampuan merekam dan mentranskripsi percakapan. Dalam demonst...

Asus Tawarkan AI Hybrid untuk Tekan Biaya AI Enterprise hingga 70 Persen

Asus memperluas strategi AI enterprise dengan menghadirkan arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ExpertBook, desktop ExpertCenter, hingga mini PC NUC. Langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya biaya operasional AI generatif dan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya AI perusahaan. Sebagai konteks, anggaran operasional AI generatif semakin membebani perusahaan seiring adopsi large language model (LLM) dan agen AI yang terus berkembang. Bahkan jauh melebihi budget saat perusahaan memanfaatkan otak manusia untuk mengerjakan tugas-tugas yang saat ini dikerjakan AI. Seperti diketahui, selama ini, banyak implementasi AI mengandalkan cloud sebagai pusat pemrosesan. Model tersebut memang fleksibel, tetapi biaya inferensi berbasis token dapat meningkat drastis ketika penggunaan AI dilakukan dalam skala besar.  Bagi perusahaan, kondisi ini mulai menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas penerapan AI. Melalui pendekatan AI hybrid...