Langsung ke konten utama

Expert Series, Laptop dan Desktop untuk Segmen Bisnis

Akhirnya Asus kembali memperbarui lini produk segmen bisnis mereka. Setelah beberapa tahun terakhir hanya fokus menggarap segmen konsumer atau end user biasa, kali ini mereka mengumumkan akan kembali mengejar ketertinggalan mereka di dunia korporasi.

Tak lagi menggunakan brand ASUSPRO, bersama dengan comeback mereka ke segmen enterprise, mereka sekaligus memperkenalkan Expert Series, lini produk yang ditujukan khusus untuk segmen komersial bisnis dan profesional.


Mengusung tagline “Business in Style”, perangkat-perangkat Asus Expert Series hadir dengan serangkaian solusi komputasi bisnis, mulai dari berbagai varian laptop hingga Desktop PC. Semuanya hadir dengan performa unggul, fitur terkini, dan desain yang stylish sesuai dengan tagline-nya.


Menurut pihak Asus Indonesia, dengan ASUSPRO, mereka hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan para profesional aktif yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam bekerja. Seiring berjalannya waktu ASUS Pro berevolusi menjadi ASUS Expert, dengan desain terdepan, kinerja mumpuni dan memudahkan bekerja dimana saja dan kapan saja.


Dirancang untuk Bisnis
Semua lini produk Expert Series hadir dengan desain minimalis dan elegan yang sangat cocok dengan lingkungan profesional. Meski demikian ASUS tetap mengedepankan aspek ergonomis dan fungsionalitas, sehingga jajaran produk ASUS Expert Series dapat digunakan di berbagai skenario.

Baca juga:

Dunia bisnis juga menuntut perangkat komputasi agar selalu dapat diandalkan sepanjang waktu. Asus Expert Series merupakan lini produk dengan durabilitas terbaik dan telah lolos berbagai pengujian ekstrem. Jajaran produk ASUS Expert Series juga telah mendapat sertifikasi ketahanan standar militer MIL-STD 810G yang menandakan bahwa produk Asus Expert Series dapat selalu diandalkan.


Selain daya tahan, untuk memastikan data tetap terlindungi, Asus Expert Series hadir dengan sistem keamanan yang berlapis. Dukungan proteksi seperti keamanan berbasis sidik jari dan proteksi ekstra pada BIOS dan sistem storage dapat ditemukan di berbagai produk Expert Series.

Tak sampai di situ, Asus juga menghadirkan sistem kemanan tambahan di mana pengguna dapat menonaktifkan berbagai port dan fasilitas input output lainnya. Ini disediakan agar perangkat Expert Series  lebih aman dari ancaman eksternal seperti virus hingga aktivitas pencurian data.


Agar sistem proteksinya lebih maksimal, teknologi keamanan standar industri seperti Intel vPro dan Microsoft Trusted Platform Module juga disediakan. Ada pula control center yang memungkinkan IT administrator untuk memantau semua perangkat ASUS Expert Series di perusahaannya.

Dari sisi layanan purna jual, Asus juga memberikan layanan khusus untuk pengguna Expert Series. Paket Layanan Asus Business menawarkan berbagai solusi yang disempurnakan, melampaui garansi standar (3 tahun) untuk memenuhi kebutuhan IT yang kritis terhadap bisnis. Penawaran garansi yang diperpanjang untuk melindungi bisnis, bukan hanya pada perangkat keras, tetapi juga solusi layanan khusus yang paling dibutuhkan.

Postingan Populer

Nvidia Pangkas DLSS 5 hingga 24%, Kecepatan Naik 30% Lebih

Nvidia mengumumkan pembaruan teknologi Deep Learning Super Sampling (DLSS) 5 yang diklaim menghadirkan pemrosesan lebih cepat dan penggunaan sumber daya lebih rendah. Pembaruan Oktober 2026 ini memangkas ukuran model kecerdasan buatan (AI) hingga 24%, sekaligus memperluas dukungan ke sejumlah game, termasuk Hogwarts Legacy dan Where Winds Meet. Menurut Nvidia, model DLSS 5 terbaru memiliki 118 juta parameter, sekitar 24% lebih sedikit dibandingkan model sebelumnya. Optimalisasi tersebut diklaim membuat kecepatan eksekusi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan model yang diperkenalkan pada Maret 2026. Penggunaan memori video (VRAM) pada resolusi 4K juga turun 20%. Dampaknya terlihat pada NBA 2K27, salah satu game pertama yang mengadopsi DLSS 5. Nvidia mengklaim performanya meningkat lebih dari 30% dibandingkan implementasi saat peluncuran September, dengan frame rate naik dari 65 FPS menjadi 90 FPS pada resolusi 4K. Meski demikian, peningkatan tersebut perlu dicermati secara kriti...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Biaya Service Laptop Gaming Tembus Rp70 Juta, Modal Sendiri Cuma Rp2 Juta!

Seorang pemilik laptop gaming Razer Blade 16 memilih jalur yang tidak biasa setelah menghadapi biaya perbaikan yang dinilai terlalu tinggi. Alih-alih membayar sekitar £2.500 atau lebih dari US$3.300 (sekitar Rp70 juta) untuk mengganti heatsink, ia memodifikasi sistem pendingin laptop gaming tersebut hanya dengan biaya sekitar £100 atau sekitar Rp2 juta. Kisah ini pertama kali muncul melalui unggahan pengguna Reddit u/Pristine-Valuable775. Menurut pengakuannya, Razer menawarkan biaya penggantian heatsink yang hampir setara dengan harga sebuah laptop gaming baru. Meski penyebab kerusakan tidak dijelaskan secara rinci, kasus ini mengingatkan pada laporan sebelumnya mengenai masalah vapor chamber pada beberapa model Razer Blade generasi lama yang mengalami kegagalan segel sehingga sistem pendingin tidak lagi bekerja optimal. Setelah membiarkan laptopnya tersimpan selama hampir setahun, pemilik tersebut memutuskan merancang solusi sendiri. Ia memasang heatsink tembaga khusus yang menyentuh ...

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...