Langsung ke konten utama

Smartphone Android Terbaik Maret 2019

Anda sedang mencari smartphone Android? Ingin menggunakan smartphone Android dengan performa terbaik? Coba cek berikut ini. AnTuTu merilis daftar smartphone Android Terbaik Maret 2019. Artinya, smartphone yang masuk dalam daftar tersebut merupakan smartphone yang paling kencang yang di-benchmark menggunakan AnTuTu pada periode 1 Maret sampai 31 Maret 2019.

Yang menarik, beberapa dari smartphone terbaik Maret 2019 adalah smartphone terbaru yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 855 yang baru mulai bermunculan sejak bulan- bulan terakhir. Dengan demikian, daftar smartphone Android Terbaik Maret 2019 ini nyaris berbeda dengan daftar smartphone Android Terbaik bulan sebelumnya. Apa saja?


Pada daftar smartphone Android terbaik Maret 2019, posisi puncak dikuasai oleh Xiaomi Mi 9, sang smartphone flagship terbaru dari produsen yang disebut-sebut sebagai Apple asal negeri Tiongkok. Rata-rata, smartphone tersebut meraih skor benchmark 371.423 poin. Sebagai informasi, smartphone ini juga sudah diperkuat prosesor Qualcomm Snapdragon 855 dan menawarkan hingga 8GB RAM.

Berikut ini daftar lengkap smartphone Android terbaik Maret 2019 versi AnTuTu benchmark:



Di urutan kedua setelah Xiaomi, ada Samsung Galaxy S10 (versi US dengan Snapdragon 855) yang meraih skor 358.845. Sebenarnya, prosesor yang digunakan Samsung Galaxy S10 series tersebut sama dengan prosesor yang digunakan oleh Xiaomi Mi 9.

Baca juga:

Meski sama-sama menggunakan Snapdragon 855, namun pengaturan performa prosesornya (CPU scheduling) tidak seagresif milik Xiaomi Mi 9. Xiaomi sukses memaksa kedelapan core prosesornya bekerja secara full load dalam jangka waktu yang lebih lama meskipun dengan kompensasinya, ia akan mengonsumsi daya lebih banyak.


Dari daftar smartphone Android terbaik Maret 2019 di atas, terlihat bahwa masih ada satu smartphone berbasis Snapdragon 845 yang muncul di daftar top 10 yakni Xiaomi Mi Mix 3. Namun demikian, dengan hadirnya smartphone-smartphone baru dengan prosesor Snapdragon 855 ke pasaran, tampaknya smartphone dengan Snapdragon 845 akan segera hilang dari daftar top 10.

Sebagai gambaran, angka skor yang didapat di atas merupakan angka rata-rata dari minimal 1.000 unit tipe yang sama yang menjalankan AnTuTu benchmark v7, bukan angka tertinggi yang diraih setiap model. Hasil benchmark tiap-tiap produk akan berbeda-beda dan ini normal.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Konfirmasi. Apple Berhenti Produksi Mac Pro

Apple akhirnya mengakhiri perjalanan salah satu lini desktop paling ikoniknya:,Mac Pro. Tanpa seremoni besar, perangkat yang dulu jadi simbol workstation kelas atas itu kini hilang dari situs resmi, dengan halaman pembelian dialihkan ke lini Mac lainnya.  Lebih lanjut, Apple disebut tidak memiliki rencana untuk generasi penerus untuk model ini, sebuah keputusan yang menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Mac Pro terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra, namun sejak itu praktis stagnan. Di saat yang sama, Mac Studio justru melaju cepat dengan adopsi M3 Ultra, membawa performa lebih tinggi dalam form factor yang jauh lebih ringkas dan efisien. Dalam konteks ini, Mac Pro terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia mahal, besar, tetapi tidak lagi unggul. Secara teknis, keputusan ini masuk akal. Arsitektur Apple Silicon mengurangi ketergantungan pada ekspansi modular yang dulu menjadi alasan utama eksistensi Mac Pro. Ditambah lagi, fitur seperti RDMA over Thunderbol...

Nvidia Update Driver. Atasi Bug dan Dukung DLSS di Game Baru

Nvidia kembali merilis hotfix driver GeForce 596.02, hanya berselang singkat dari driver 595.97 WHQL yang justru memicu masalah stuttering. Langkah ini menunjukkan pola yang makin sering terjadi yakni pembaruan cepat untuk menambal bug yang muncul dari update sebelumnya. Reaktif, tapi sekaligus menandakan kualitas rilis yang kurang matang. Secara resmi, bug stuttering disebut hanya berdampak pada Arknights: Endfield. Namun fakta bahwa Nvidia merasa perlu merilis hotfix khusus mengindikasikan dampaknya lebih luas atau cukup mengganggu pengalaman bermain.  Seperti biasa, Nvidia menyebut driver hotfix hanya opsional. Artinya, pengguna di luar game tersebut mungkin lebih baik menahan diri daripada ikut terseret siklus update yang belum stabil. Di sisi lain, driver sebelumnya tetap membawa nilai penting, termasuk dukungan untuk Crimson Desert dan Death Stranding 2: On the Beach. Namun ironi muncul ketika perbaikan bug justru membuka masalah baru. Ini menjadi kritik lama terhadap ekosist...

IBM dan Arm Kolaborasi Bangun Hardware AI, Fleksibel atau Sekadar Strategi Baru?

IBM dan Arm resmi mengumumkan kolaborasi strategis untuk mengembangkan platform hardware dual-architecture. Rencana tersebut merupakan sebuah langkah yang diklaim akan menjawab kebutuhan baru enterprise di era AI.  Di atas kertas, ini terdengar seperti evolusi logis, menggabungkan kekuatan sistem enterprise IBM dengan efisiensi arsitektur Arm. Namun di balik jargon “fleksibilitas” dan “ekosistem terbuka”, ada dinamika industri yang lebih kompleks. IBM mendorong narasi integrasi end-to-end dari silikon hingga software dengan mengandalkan platform seperti Telum II dan Spyre Accelerator untuk membawa AI dari sekadar eksperimen ke operasi bisnis inti. Sementara itu, Arm menawarkan proposisi yang lebih “netral” yakni efisiensi daya, skalabilitas, dan ekosistem software luas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya di data center modern. Kolaborasi ini pada dasarnya mencoba menjembatani dua dunia yang sebelumnya berjalan paralel yakni sistem enterprise yang konservatif dan ekosistem A...

Siap-siap, GTA VI Sudah Semakin Dekat Dirilis!

Rockstar Games tampaknya membawa Grand Theft Auto VI ke fase paling krusial, yakni tahap akhir pengembangan. Indikasinya cukup jelas, rekrutmen besar-besaran untuk quality assurance (QA), yang dalam siklus industri game biasanya menandai pergeseran dari pembangunan konten ke fase polishing dan stabilisasi. Di tahap ini, fokus bukan lagi menambah fitur, melainkan memastikan semuanya bekerja tanpa cacat. Untuk game berskala GTA VI, itu berarti siklus pengujian berlapis. Mulai dari regression testing, validasi kompatibilitas lintas platform, hingga tuning performa pada berbagai konfigurasi hardware.  Dengan kompleksitas open-world modern, fase ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mendekati satu tahun. Rekrutmen QA yang dikaitkan dengan Rockstar India memperkuat gambaran bahwa proyek ini memasuki tahap validasi skala besar. Dengan estimasi sekitar 1.600 pengembang terlibat di India saja, Rockstar mengandalkan model produksi terdistribusi, memungkinkan pengembangan paralel pada...