Langsung ke konten utama

Asus ROG Zephyrus S GX531, Laptop Tertipis dengan RTX

ROG Zephyrus S GX531 telah tersedia secara resmi di pasaran Indonesia. Varian terbaru dari keluarga ROG Zephyrus ini kembali hadir dengan beragam fitur unggulan mulai dari ukuran bodi yang tipis, ringkas dan ringan, sistem pendingin khusus dengan mekanisme unik, serta performa kelas atas.

Performa maksimal untuk gaming sendiri dimungkinkan oleh penggunaany prosesor Intel Core generasi ke-8 dan juga GPU terkencang di dunia saat ini yakni Nvidia GeForce RTX series.


ROG Zephyrus S GX531 merupakan versi lebih kompak dari ROG Zephyrus GX701GX yang sudah pernah kita bahas di TeknoReview. Varian ini memiliki ukuran layar yang lebih kecil yaitu 15,6  inci sehingga ukuran bodinya lebih kecil dari ROG Zephyrus GX701GX. Namun begitu, performanya tetap tidak bisa diremehkan.

Sebagai gambaran, Zephyrus S GX531 tetap dilengkapi layar kelas gaming dengan resfresh rate hingga 144Hz dan response 3ms. Spesifikasi layarnya juga tidak hanya untuk kebutuhan gaming semata karena laptop ini sudah mengantongi sertifikasi kalibrasi dari Pantone dan memiliki tingkat reproduksi warna hingga 100% pada color space sRGB. Artinya, ROG Zephyrus S GX531 juga bisa digunakan oleh para profesional yang bekerja di industri kreatif.



Lalu, apa saja yang ditawarkan oleh Asus pada ROG Zephyrus S GX531 ini?

Dimensi Ringkas dengan Bezel Ultra-Tipis
Asus ROG Zephyrus S GX531 merupakan varian terbaru dari seri Zephyrus S yang merupakan lini produk laptop gaming ultra tipis. Produk ini tampil dengan bodi yang lebih tipis dan ringan, bahkan dinobatkan sebagai laptop gaming RTX paling tipis di dunia bersama dengan saudaranya, yang versi 17 inci, si ROG Zephyrus GX701GX.

Bodinya yang tipis dimungkinkan karena penggunaan teknologi NanoEdge Display pada layarnya. Teknologi eksklusif tersebut mampu menghadirkan ukuran bezel layar yang sangat tipis yang membuat keseluruhan bodi ROG Zephyrus S GX531 dapat tampil lebih kecil. Selain itu, NanoEdge Display juga membuat tampilan layar menjadi terlihat lebih lega dan tanpa batas.



Tak hanya ringkas, Zephyrus S GX531 juga memiliki bodi yang sangat tipis. Dengan ketebalan hanya 16,5 milimeter, laptop ini memenuhi salah satu persyaratan untuk tampil sebagai ultrabook sekaligus memantapkan posisinya sebagai salah satu laptop gaming berbasis NVIDIA GeForce RTX paling tipis di dunia.

Dari sisi portabillitas, ROG Zephyrus S GX531 juga semakin mudah dibawa bepergian berkat bobotnya yang sangat ringan untuk sebuah laptop gaming, yaitu hanya 2,1 kilogram.

Baca juga:

Demi memanjakan mata para gamers ataupun pengguna dari industri kreatif, ROG Zephyrus S GX531 hadir dengan spesifikasi layar yang sudah memenuhi standar gaming serta penggunaan profesional. Layar berukuran 15,6 inci pada laptop gaming ini memiliki refresh rate sebesar 144Hz dengan response time 3ms dan didukung oleh teknologi Nvidia G-Sync.

Display yang disediakan ROG Zephyrus S GX531 tidak hanya optimal untuk bermain game, tetapi sangat cocok digunakan oleh para profesional yang membutuhkan laptop dengan layar yang mampu mereproduksi warna secara akurat.

Layar ROG Zephyrus S GX531 sendiri memiliki tingkat reproduksi warna pada color space sRGB hingga 100%. Bahkan, ROG Zephyrus S GX531 juga mengantongi sertifikasi kalibrasi warna dari Pantone, organisasi internasional yang bergerak di standarisasi penggunaan warna pada industri.

Kontrol Fleksibel untuk Pengguna
Asus ROG Zephyrus S GX531 dilengkapi aplikasi pengaturan baru bernama Armoury Crate yang merupakan versi terbaru dari aplikasi ROG Gaming Center. Armoury Crate memiliki fitur yang lebih fleksibel dan memungkinkan pengguna ROG Zephyrus S GX531 untuk melakukan pengaturan secara manual pada sisi performa dan menghadirkan performa yang maksimal.



Sebagai contoh, Armoury Crate juga dapat digunakan untuk mengatur tampilan warna backlight pada keyboard. Melalui fitur AURA Sync, tampilan warna keyboard ROG Zephyrus S GX531 dapat dikustomasi sesuai keinginan penggunanya. Bahkan pengguna bisa menghadirkan warna yang berbeda pada setiap tombol di keyboard-nya.



Tak hanya itu, yang paling menarik dari Armoury Crate adalah fleksibilitasnya, yaitu berbagai fiturnya juga dapat diakses malelui aplikasi khusus di smartphone. Aplikasi tersebut tersedia untuk diunduh secara gratis untuk Android dan iOS.

Performa Maksimal dengan CPU-GPU Terbaik
ROG Zephyrus S GX531 ditenagai GPU NVIDIA GeForce RTX dengan opsi varian mulai dari RTX 2060, RTX 2070 (Max-Q), dan RTX 2080 (Max-Q). GeForce RTX yang digunakan di laptop ini dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa AI. Gabungan teknologi terbaru tersebut membuat ROG Zephyrus S GX531 mampu menghadirkan sajian visual lebih nyata sekaligus menetapkan standar baru di industri laptop gaming ultra-tipis.

Selain ditenagai GPU yang powerful, ROG Zephyrus S GX531 juga didukung oleh prosesor Intel Core i7-8750H yang telah menggunakan konfigurasi 6 core dan 12 thread. Prosesor ini mampu tampil dengan kecepatan hingga 4,1GHz sehingga memastikan tidak ada game PC yang tidak bisa dimainkan di laptop ini. Selain itu, ROG Zephyrus S GX531 telah didukung oleh RAM DDR4 dengan kapasitas hingga 24GB serta penyimpanan menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat kencang.

Untuk menjaga setiap komponen pada laptop ini bekerja optimal, ASUS menghadirkan sistem pendingin Hypercool Technology. Sistem pendingin tersebut mengkombinasikan komponen khusus seperti quad heatsink yang memiliki 250 fin, dua kipas 12V yang memiliki 83 fan blades, serta 5 heatpipe yang didesain khusus untuk memastikan suhu pada CPU, GPU dan VRM tetap terjaga.

Sistem pendingin ROG Zephyrus S GX531 juga tampil lebih optimal berkat Active Aerodynamic System (AAS) yang memiliki mekanisme unik. Active Aerodynamic System membuat bagian bawah ROG Zephyrus S GX531 terbuka dan menghadirkan rongga udara ekstra untuk performa pendingingan yang lebih optimal.

ROG Zephyrus S GX531 juga sudah mendukung fotur USB Power Delivery. Artinya, laptop ini dapat digunakan dengan adapter 65W yang menggunakan USB Type-C. Adapter tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang lebih kecil daripada adapter 120W yang ada di paket penjualannya. Laptop ini bahkan mendukung pengisian daya menggunakan power bank.



Berikut ini hasil uji untuk Zephyrus S GX531GX dalam beberapa aplikasi benchmark populer seperti Cinebenck, 3DMark dan PCMark:


 



Gaming Lebih Sempurna dengan Windows 10
ROG Zephyrus S GX531 menggunakan sistem operasi Windows 10 yang merupakan sistem operasi terbaik untuk PC gaming. Selain didukung oleh berbagai pengembang game terkemuka, Windows 10 juga hadir dengan fitur penunjang kegiatan bermain game seperti Game Mode yang membuat game dapat berjalan lebih lancar.


Windows 10 juga telah mendukung API grafis modern seperti DirectX 12 yang dapat menghadirkan pengalaman visual terbaik ketika bermain game. Terdapat juga XBOX App yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat gaming dan tempat berkumpulnya komunitas gamer, tetapi juga dapat digunakan sebagai aplikasi untuk melakukan perekaman dan live streaming ketika bermain game.

Windows 10 merupakan sistem operasi yang sangat fleksibel dan memiliki dukungan terhdap berbagai aksesori gaming mulai dari beragam controller. Ditambah dengan sistem keamanan modern, gamer akan lebih terlindungi dari berbagai ancaman keamanan serta berbagai aplikasi berbahaya.

Kesimpulan
Sebagai sebuah laptop gaming, Asus ROG Zephyrus S GX531GX merupakan laptop gaming yang nyaris sempurna. Performa sangat mumpuni dari sebuah laptop ultra tipis di kelas gaming, kualitas layar terbaik dari sisi refresh rate, response time sampai sertifikasi Pantone, pendinginan unik yang mumpuni, membuat produk ini berada di kasta teratas untuk PC gaming portabel saat ini.

Dari sisi harga, angka yang menembus di atas Rp50 juta untuk notebook ini memang akan tampak mencengangkan. Akan tetapi, kalau Anda merupakan gamers profesional ataupun e-sports player papan atas, yang menjadi segmen pengguna yang dituju oleh laptop ini, Anda tidak perlu khawatir. Pasti balik modal!

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...

Mengapa Hape Second Makin Laris?

Pasar smartphone refurbished dan bekas menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Nilai pasar global diperkirakan mencapai US$34,8 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi US$66 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan gabungan 7,3 persen.  Tren ini didorong oleh harga yang lebih terjangkau, kualitas perangkat refurbished yang membaik, serta meningkatnya kesadaran terhadap isu limbah elektronik. Salah satu daya tarik terbesar adalah selisih harga. Konsumen dapat memperoleh smartphone flagship dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru. Pada 2023, sekitar 70 persen pembeli disebut lebih memilih perangkat refurbished dibandingkan smartphone baru kelas pemula karena menawarkan fitur lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Harga jual rata-rata perangkat refurbished juga turun 12 persen antara 2022 dan 2023 Namun, harga murah tidak otomatis berarti pilihan lebih aman. Kesehatan baterai, garansi, dan kondisi perangkat masih menjadi kekhawatiran utama.  Data...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...