Langsung ke konten utama

Kursi Gaming Acer Predator Dijual di Indonesia

Memang luar biasa dimanjakannya gamers-gamers saat ini. Selain judul game yang berlimpah dan terus menerus ada yang baru bermunculan setiap bulannya, perangkat gaming pun semakin canggih, murah dan mudah didapat.

Tak hanya PC, notebook, konsol ataupun smartphone-tablet dan aksesoris pendukung gaming lainnya, kini kenyamanan bermain akan semakin sempurna. Ya, Acer Indonesia bersiap akan menghadirkan Predator Thronos, kursi gaming paripurna untuk para gamers.

Kursi gaming super mevvah ini sendiri pertamakali diperlihatkan pada publik di kisaran akhir Agustus lalu. Dan yang menarik, ia akan mendarat di Indonesia pada Januari 2019 mendatang. Lalu, di mana bisa kita membeli singgasana paripurna untuk para gamers tersebut?


Di Electronic City, Pondok Indah Mall 1, Predator Thronos akan dijual pada 14-20 Januari. Sementara itu, di Mall Taman Anggrek, bertepatan dengan final Asia Pacific Predator League 2019, Acer Indonesia akan menjual kursi tersebtu pada 25-27 Januari 2019.

Baca juga:

Berapa harga yang harus ditebus pengguna yang ingin menikmati nyamannya duduk di singgasana? Informasi yang beredar di Internet, Acer Predator Thronos ini akan dijual di harga mulai dari Rp199 juta sampai Rp299 juta, tergantung tipe yang dipilih.

Ya, akan ada dua spesifikasi Acer Predator Thronos. Versi pertama yang lebih terjangkau untuk Premium Gaming Experience dan versi Ultimate Gaming Experience.

Premium Gaming Experience yang dijual di Rp199 juta akan terdiri dari: Predator Thronos gaming chair, Predator Orion 5000 (PO5-610) dengan Intel CoreTM i7-9700K dan Nvidia GeForce GTX 1080, 3 unit monitor Predator X271 U, Mouse Predator Cestus 510, Headset Predator Galea 300, Keyboard Predator Aethon 500 serta sebuah customized mousepad.

Adapun versi Ultimate Gaming Experience yang dijual di harga Rp299 juga akan terdiri dari: Predator Thronos gaming chair, Predator Orion 9000 (PO9-900) dengan Intel CoreTM i9-7900X dan Nvidia GeForce RTX 2080Ti dual SLI, 3 unit monitor Predator X271 U, Mouse Predator Cestus 510, Headset Predator Galea 300, Keyboard Predator Aethon 500 serta sebuah Customized mousepad.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Temukan Celah, Sanksi Chip AS ke Huawei Kini Bukan Masalah

Sanksi Amerika Serikat terhadap Huawei pada 2019 sempat dianggap sebagai pukulan telak yang dapat menghentikan ambisi perusahaan tersebut di industri semikonduktor. Larangan akses terhadap chip, perangkat lunak, dan teknologi manufaktur modern membuat banyak analis memperkirakan Huawei akan kesulitan bersaing di pasar global.  Namun, tujuh tahun kemudian, perusahaan asal China itu mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada konferensi semikonduktor di Shanghai, Huawei memperkenalkan teknologi logic stacking yang memungkinkan sirkuit chip disusun dalam beberapa lapisan untuk meningkatkan performa komputasi. Pendekatan ini menjadi alternatif terhadap metode konvensional yang mengandalkan transistor dengan ukuran semakin kecil. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu China mengurangi ketergantungan terhadap peralatan manufaktur paling canggih. Langkah ini menjadi penting karena China masih tidak memiliki akses terhadap mesin litografi EUV buatan ASML yang digunakan untuk memprod...

Awas, VGA Card RTX 4090 Palsu Makin Marak

Maraknya permintaan kartu grafis kelas atas ternyata memunculkan modus penipuan baru di pasar perangkat keras. Jika sebelumnya GPU palsu umumnya menggunakan chip bekas atau model lawas yang dimodifikasi, kini pelaku penipuan dilaporkan mulai menggunakan chip plastik untuk meniru GPU kelas premium seperti Nvidia GeForce RTX 4090. Kasus terbaru ditemukan oleh sebuah kanal teknologi di Bilibili yang membongkar sebuah Asus GeForce RTX 4090 palsu. Secara fisik, kartu grafis tersebut terlihat meyakinkan. Penanda pada chip bahkan menampilkan kode AD102 yang memang digunakan pada RTX 4090 asli. Namun setelah sistem pendingin dilepas, ditemukan sejumlah kejanggalan yang menunjukkan bahwa komponen tersebut bukan GPU sungguhan. Tulisan pada permukaan chip menggunakan jenis huruf yang berbeda dari standar Nvidia. Tanggal produksi yang tertera juga menunjukkan tahun 2030, sesuatu yang jelas tidak masuk akal. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan tidak adanya kode QR dan susunan komponen di sekitar chi...

Deal dengan Apple, Trump Bagaikan Salesman Intel?

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut Apple akan memproduksi chipnya menggunakan fasilitas Intel. Ini merupakan sebuah pernyataan yang langsung memicu spekulasi besar mengenai masa depan rantai pasok perusahaan asal Cupertino tersebut. Trump juga mengklaim dirinya berperan dalam mendorong sejumlah perusahaan besar seperti Nvidia, proyek Terafab milik Elon Musk, hingga Apple untuk menggunakan layanan manufaktur Intel. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama ini Apple hampir sepenuhnya bergantung pada TSMC untuk memproduksi prosesor seri A dan M. Jika kerja sama tersebut benar, langkah ini dapat menjadi kemenangan besar bagi Intel Foundry yang selama beberapa tahun terakhir berjuang mengejar ketertinggalan dari TSMC dan Samsung. Laporan sebelumnya menyebut Apple telah mengevaluasi teknologi manufaktur Intel 18A-P untuk prosesor generasi berikutnya, termasuk kemungkinan produksi chip M7 yang diperkirakan hadir pada 2027. Namun, sejumlah pihak menilai pengungkapan Trum...