Langsung ke konten utama

Jelang Harbolnas, Smartphone Huawei Turun Harga

Jelang pertengahan Desember ini, seluruh pemain di industri elektronik tengah sibuk menyiapkan sesuatu yang menarik untuk ditawarkan kepada pengguna. Khususnya pada gelaran harbolnas yang mulai digelar pada 10 Desember dan mencapai puncaknya pada 12 Desember mendatang (1212). Seperti biasa, sejumlah produsen menawarkan berbagai diskon dan potongan harga untuk produk-produk unggulannya.

Tak ketinggalan, Huawei, produsen smartphone terkemuka asal negeri tirai bambu pun menyiapkan bingkisan untuk penggemarnya. Dalam program “Year End Crazy Sale” yang akan mereka gelar, terdapat diskon hingga 50 persen untuk beberapa produk mereka.

Yang paling menarik diskon dipasang untuk dua model smartphone yakni Huawei Nova 2i dan Huawei Y5 Prime 2018. Huawei Nova 2i yang banderol awalnya ada di harga Rp3.999.000, akan dijual seharga Rp2.299.000 saja.

Sementara Huawei Y5 Prime, dari harga sebelumnya yang berada di Rp1.999.000, akan dijual hanya seharga Rp989.000, khusus selama Harbolnas berlangsung. Untuk mendapatkan Huaei Nova 2i harga khusus, pengguna bisa mengunjungi Lazada di tautan ini, sementara untuk Huawei Y5 Prome 2018 bisa diakses di tautan berikut.

Dari keterangan resminya, Huawei menyebutkan, mulai 1 hingga 9 Desember, calon pembeli bisa menambahkan dua smartphone tadi ke keranjang belanja, untuk dibayarkan saat periode Harbolnas 10-12 Desember mendatang.

Baca juga:

Sebagai informasi, dari sisi spesifikasi, Huawei Nova 2i merupakan smartphone kelas menengah. Bentang layarnya berukuran 5,9 inci dan dilengkapi kamera ganda di depan dan belakang. Dua kamera selfie-nya memiliki resolusi 13 megapiksel dan 2 megapiksel, sementara kamera belakang berkonfigurasi 16 megapiksel dan 2 megapiksel. Smartphone ini ditenagai chipset Kirin 659 yang dipadu dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB.

Adapun untuk Huawei Y5 Prime 2018, ia memiliki bentang layar selebar 5,45 inci. Ia memiliki kamera tunggal di belakang 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel. Prosesornya mengandalkan performa MediaTek MT6739 Quad-core 1.5 GHz dan GPU PowerVR GE8100 yang dipadu RAM 2GB dan memori internal 16GB. Memori tersebut bisa diperluas dengan eksternal hingga 256GB.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Asus Tutup Lini Produksi Smartphone. Sampai Kapan?

Asus tampaknya benar-benar menutup buku di pasar ponsel pintar. Setelah rumor mundurnya Asus dari bisnis smartphone beredar awal bulan ini, ketua Asus Jonney Shih akhirnya mengonfirmasi arah tersebut dalam sebuah acara di Taiwan.  Pernyataannya cukup tegas. Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan. Pernyataan tersebut langsung menempatkan tanda tanya besar atas kelanjutan lini Asus Zenfone dan ROG Phone pada 2026. Meski Shih tidak menyebut Asus akan sepenuhnya meninggalkan ponsel selamanya, pendekatan yang diambil adalah wait and see tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan kata lain, jika tidak ada perubahan besar di pasar, ponsel bukan lagi prioritas bisnis Asus. Alih-alih terus mengejar pasar smartphone yang semakin lama semakin homogen, Asus memilih mengalihkan fokus ke produk berbasis AI seperti robot dan kacamata pintar, area yang saat ini menyedot perhatian, investasi, dan anggaran industri.  Secara bisnis, langkah ini sulit dibantah. Zenfo...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...