Langsung ke konten utama

Apa Smartphone dengan Qualcomm Snapdragon 855 Pertama di Dunia?

Qualcomm baru saja mengumumkan kehadiran prosesor kasta tertinggi terbarunya yakni seri Snapdragon 855. Prosesor ini merupakan prosesor ultimate yang akan banyak digunakan oleh smartphone-smartphone flagship premium sampai flagship mainstream di tahun 2019 mendatang.

Tetapi, tahukah Anda apa smartphone dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 855 pertama di dunia?

Ternyata bukan keluaran Samsung, Oppo, Vivo ataupun Xiaomi apalagi Asus. Smartphone pertama yang diperkuat Qualcomm Snapdragon 855 adalah Z5 Pro GT, besutan Lenovo.

Lalu, seperti apa spesifikasi yang ditawarkan oleh smartphone anyar buatan Lenovo tersebut?
Lenovo Z5 Pro GT merupakan sebuah smartphone papan atas yang dipenuhi dengan komponen wahid. Selain memiliki chipset berperforma tinggi buatan Qualcomm, varian tertinggi smartphone ini juga memiliki kapasitas RAM yang sangat besar, yakni 12GB.

Baca juga:

Berhubung Lenovo Z5 Pro GT memiliki performa yang sangat mumpuni, maka Lenovo juga mendesain smartphone ini dengan tampilan yang terlihat gahar. Panel belakangnya dilapisi dengan kaca dan diberi aksen carbon. Selain itu terdapat pula aksen berupa garis berwarna merah yang menambah kesan gahar pada smartphone ini.

Untuk spesifikasi lainnya, Lenovo Z5 Pro GT mengusung layar Super AMOLED seluas 6,4 inch dengan sensor pemindai sidik jari di bawahnya. Smartphone ini mengusung desain slider yang terlihat unik.

Dari sisi kamera, Lenovo memberikan dua buah kamera depan untuk smartphone ini. Kedua kamera tersebut memiliki resolusi 16MP dan 8 P. Sementara untuk kamera belakangnya juga berjumlah dua buah dan memiliki resolusi 16MP dan 24MP.

Lenovo Z5 Pro GT sendiri ditawarkan dalam beberapa varian. Varian pertama memiliki RAM 6GB dan ROM 128GB, yang dijual setara 5,6 jutaan rupiah. Varian RAM 8GB dan ROM 256GB sekitar 7,1 jutaan rupiah dan varian paling atas dengan RAM 12GB dan ROM 512GB yang dihargai di kisaran 9,2 jutaan rupiah.

Produk ini tersedia untuk dipesan pada 15 Januari mendatang. Setelah itu, tanggal 24 Januari 2019, Lenovo akan memasarkannya ke publik.

Postingan Populer

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...

Apple Siapkan Perangkat Lipat. Layarnya dari Samsung

Langkah agresif kembali diambil Samsung Electronics dengan mengamankan kontrak eksklusif selama tiga tahun untuk memasok layar foldable kepada Apple. Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinyal kuat pergeseran peta persaingan di industri komponen premium. Berdasarkan sejumlah laporan, Apple memilih Samsung sebagai satu-satunya pemasok panel OLED lipat karena keterbatasan alternatif. Kompetitor seperti BOE dinilai belum mampu menyamai kualitas, sementara LG Display masih menghadapi tantangan dalam produksi massal panel foldable yang kompleks.  Ini menempatkan Samsung dalam posisi dominan, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai gatekeeper teknologi layar lipat. Dari sisi finansial, momentum ini datang di waktu yang tepat. Samsung telah memproyeksikan lonjakan laba operasional signifikan, didorong oleh pemulihan pasar memori dan kontrak bernilai tinggi seperti ini. Bahkan, analis memperkirakan potensi Samsung melampaui Nvidia dalam perolehan profit global dal...

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Intel Tancap Gas. Siapkan Core Ultra Series 4 Nova Lake-HX

Intel kembali menyiapkan strategi agresif di segmen laptop performa tinggi lewat bocoran prosesor generasi terbaru, Core Ultra Series 4 “Nova Lake-HX”. Informasi dari leaker terpercaya mengindikasikan bahwa lini ini tidak sekadar refresh, melainkan lompatan arsitektural yang secara spesifik ditujukan untuk gaming notebook dan mobile workstation kelas berat. Berbeda dari varian mainstream “Nova Lake-H”, seri HX diposisikan sebagai platform dengan I/O lebih luas dan dukungan penuh untuk discrete GPU. Ini terlihat jelas dari konfigurasi inti yang jauh lebih kompleks.  Varian flagship disebut mengusung kombinasi 8 Performance core (P-core) berbasis arsitektur Coyote Cove dan 16 Efficiency core (E-core) berbasis Arctic Wolf, ditambah 4 low-power E-core (LPE) yang ditempatkan terpisah di SoC tile. Secara total, konfigurasi 8P+16E+4LPE ini menandai pendekatan heterogen yang semakin matang dalam desain CPU modern. Namun Intel tidak berhenti di satu konfigurasi. Varian performa menengah jug...