Langsung ke konten utama

Lewat K9, Lenovo Kembali Hadir di Pasar Smartphone Indonesia

Lewat peluncuran sebuah produk terbarunya, akhirnya smartphone bermerek Lenovo akan kembali bisa kita lihat berseliweran di pasaran Indonesia. Setelah sempat vakum beberapa waktu terakhir, Lenovo kembali ke pasar smartphone Indonesia lewat smartphone teranyar mereka yakni Lenovo K9.

Namun berbeda dengan sebelumnya, kembalinya Lenovo ke pasar Indonesia kini berlangsung lewat jalur distribusi baru, bekerja sama dengan distributor InOne. Bukan lewat Lenovo Indonesia dan mengalir ke jalur distribusi mereka.


InOne sendiri merupakan perusahaan yang mengambil alih produksi serta distribusi smartphone Lenovo di Indonesia. Sama seperti halnya HMD Global yang mengambil alih smartphone Nokia serta TCL yang mengambil alih BlackBerry. Dan berhubung seluruh smartphone yang akan dihadirkan dengan brand Lenovo tersebut sudah mendukung 4G, maka ia sudah memenuhi syarat TKDN 30% dan diproduksi di Indonesia. Tepatnya di Cikarang, Jawa Barat.

Lenovo K9, varian pertama yang digelar, dihadirkan sebagai tanda kembalinya Lenovo ke pasar Indonesia. Smartphone ini mengunggulkan konfigurasi "empat kamera" sebagai nilai jual. Adapun empat kamera yang diusung Lenovo K9 terdiri atas dua kamera depan dan dua kamera belakang. Kedua sisi kamera memiliki resolusi masing-masing 13 dan 5 megapiksel.

Baca juga:

Dari sisi layar, Lenovo K9 mengusung layar seluas 5,7 inci resolusi HD+ dengan lapisan kaca melengkung 2,5D sama seperti kebanyakan smartphone Android saat ini. Aspek rasio layarnya pun sudah kekinian yakni 18:9 sehingga bentuknya memanjang.

Dari segi dapur pacu, Lenovo K9 diperkuat chip MediaTek MT6762, sebuah CPU delapan inti yang berjalan di kecepatan 2GHz. Prosesor ini dipadankan dengan RAM 3GB dan penyimpanan internal kapasitas 32GB.

Dari sisi keamanan, Lenovo K9 memiliki sensor sidik jari pada bagian belakang dan fitur face unlock menggunakan kamera depan. Ponsel ini berjalan dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo murni, alias tanpa kustomisasi dan ditopang baterai berkapasitas 3.000mAh.


Di Indonesia, smartphone yang hadir dalam dua pilihan warna yakni hitam dan biru tersebut dapat dibeli secara eksklusif di e-commerce Shopee mulai Kamis 11 November lewat jalur flash sale. Sedangkan untuk penjualan offline baru akan dimulai pada November 2018 mendatang. Harga normal Lenovo K9 dibanderol sebesar Rp2,2 juta, sedangkan untuk flash sale mendatang konsumen bisa mendapatkan Lenovo K9 dengan harga hanya Rp1,8 juta saja.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AMD Rilis Ryzen AI Max 400 Series

AMD kembali memperluas lini prosesor AI mobile melalui peluncuran Ryzen AI Max 400 Series, sebuah penyegaran dari platform Strix Halo yang kini diarahkan lebih agresif ke workstation AI portabel dan pengembangan large language model (LLM) secara lokal.  Berbeda dari generasi laptop konvensional yang masih mengandalkan cloud untuk inferensi AI, platform terbaru ini justru mencoba membawa beban kerja AI skala besar langsung ke perangkat mobile. Ryzen AI Max 400 Series tetap mengusung konfigurasi hingga 16-core/32-thread berbasis arsitektur Zen 5, dipadukan dengan GPU terintegrasi RDNA 3.5 hingga 40 Compute Unit. Namun perubahan paling signifikan ada pada dukungan memori LPDDR5X yang kini meningkat drastis dari maksimum 128GB menjadi 192GB.  AMD bahkan memungkinkan alokasi unified memory hingga 160GB langsung ke iGPU, sebuah pendekatan yang sangat tidak biasa di segmen laptop. Secara teknis, strategi unified memory tersebut membuat platform ini mampu menjalankan model AI berukura...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Microsoft Kembangkan Perangkat Berbasis Android, Windows Ditinggalkan?

Microsoft diam-diam sedang menyiapkan babak baru dalam strategi perangkat keras berbasis AI. Menariknya, proyek yang dikenal sebagai Project Solara ini justru tidak dibangun di atas Windows, melainkan Android.  Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Microsoft melihat Windows dianggap kurang ideal untuk generasi perangkat AI berikutnya? Project Solara dirancang sebagai platform yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi konvensional. Microsoft bahkan telah memiliki dua purwarupa perangkat yang berfungsi penuh. Perangkat pertama berupa hub desktop yang dapat menerima perintah suara, mengenali pengguna melalui pemindaian wajah, hingga menampilkan informasi penting harian. Ketika dihubungkan ke monitor, perangkat tersebut dapat mengakses lingkungan Windows berbasis cloud. Perangkat kedua tampil lebih unik. Berbentuk lencana atau badge pintar, perangkat ini mengintegrasikan sensor sidik jari, kamera, serta kemampuan merekam dan mentranskripsi percakapan. Dalam demonst...

Asus Tawarkan AI Hybrid untuk Tekan Biaya AI Enterprise hingga 70 Persen

Asus memperluas strategi AI enterprise dengan menghadirkan arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ExpertBook, desktop ExpertCenter, hingga mini PC NUC. Langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya biaya operasional AI generatif dan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya AI perusahaan. Sebagai konteks, anggaran operasional AI generatif semakin membebani perusahaan seiring adopsi large language model (LLM) dan agen AI yang terus berkembang. Bahkan jauh melebihi budget saat perusahaan memanfaatkan otak manusia untuk mengerjakan tugas-tugas yang saat ini dikerjakan AI. Seperti diketahui, selama ini, banyak implementasi AI mengandalkan cloud sebagai pusat pemrosesan. Model tersebut memang fleksibel, tetapi biaya inferensi berbasis token dapat meningkat drastis ketika penggunaan AI dilakukan dalam skala besar.  Bagi perusahaan, kondisi ini mulai menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas penerapan AI. Melalui pendekatan AI hybrid...