Langsung ke konten utama

Xiaomi Redmi S2 Segera Dijual di Indonesia

Jelang memasuki bulan suci Ramadan dan menuju hari raya Idul Fitri 2018 ini, sangat terasa sekali persaingan antar produsen smartphone untuk berebut kue pangsa pasar. Hal ini lumrah mengingat menjelang lebaran, pengguna biasanya mengganti smartphone lamanya dengan yang baru, sebelum ia menikmati segala fitur mutakhirnya saat berlibur di kampung halaman.

Sebut saja, Samsung, Advan, Huawei, Meizu, silih berganti menghadirkan perangkat terbarunya. Bahkan Asus bertubi-tubi menghadirkan perangkat unggulannya untuk berbagai segmen. Tak ingin ketinggalan, Xiaomi, yang juga belum lama ini menghadirkan jagoan barunya yakni Redmi Note 5, kini tengah bersiap kembali merilis model terbarunya.


Lewat sebuah posting yang dilakukan oleh akun Instagram resmi Xiaomi Indonesia yakni @xiaomiindonesia hari ini, produsen terkemuka asal negeri tirai bambu itu akan merilis varian Redmi S2, tepatnya selasa 22 Mei mendatang. Sebagai informasi, smartphone ini pertamakali diperkenalkan di kampung halamannya paad 11 Mei 2018 lalu.


Dari posting yang dilakukan oleh Xiaomi di Instagram, terindikasi bahwa Xiaomi Redmi S2 menggunakan kamera ganda di bagian belakangnya. Posisinya pun ditempatkan secara vertikal satu sama lain. Sama seperti Redmi Note 5 yang fenomenal dan masuk dalam kategori hape ghoib.

Dari sisi spesifikasi, jika tidak ada perbedaan dengan versi yang diperkenalkan di China, Xiaomi Redmi S2 akan diperkuat oleh prosesor terkenal kencang dan hemat energi yakni Qualcomm Snapdragon 625. Selain itu, dari sisi sistem operasi dan antar muka, Xiaomi juga sudah menginstalasikan Android 8.1 Oreo dan juga MiUI 9.

Baca juga:

Dari sisi layar, Xiaomi Redmi S2 menggunakan layar ukuran yang cukup standar saat ini yakni 5,99 inci. Resolusinya pun cukup memadai yakni HD+ 720x1440 pixels, dengan rasio 18:9. Berhubung layarnya luas (full view display), tombol home berada di dalam layar. Adapun sensor fingerprint terpaksa digeser ke belakang.

Untuk sektor kamera, Xiaomi Redmi S2 mengusung kamera depan 16MP dengan LED flash yang didukung kecerdasan buatan. Kamera utamanya memiliki resolusi 12MP dan 5MP serta dibekali EIS, mirip dengan fitur kamera milik Redmi Note 5.


Belum diketahui berapa varian RAM yang akan digunakan oleh Xiaomi Redmi S2 versi Indonesia. Namun versi Tiongkok, tersedia dua pilihan memori yakni RAM 3GB dengan memori internal 32GB serta RAM 4GB dengan memori internal 64GB. Keduanya juga dilengkapi slot microSD untuk memperluas kapasitas penyimpanan.

Jika di China harga Xiaomi Redmi S2 varian RAM 3GB dibanderol sekitar Rp2,2 jutaan dan RAM 4GB dijual Rp2,8 jutaan, menarik disimak berapa banderol harganya di Indonesia. Mari kita tunggu tanggal 22 Mei ini.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

GPU Intel Arc Tidak Didukung oleh Game Baru Ini

Peluncuran Crimson Desert justru menyisakan masalah serius bagi sebagian gamer PC. Developer Pearl Abyss secara resmi mengonfirmasi bahwa game ini tidak mendukung GPU Intel Arc, bahkan tidak bisa dijalankan sama sekali di platform tersebut. Masalahnya bukan sekadar performa atau optimasi yang buruk. Sejumlah pengguna melaporkan game gagal launch dengan pesan error “graphics device is currently not supported.” Artinya, ini adalah isu kompatibilitas total, bukan sekadar bug minor yang bisa ditambal lewat patch awal. Dalam FAQ resminya, Pearl Abyss menyatakan bahwa Crimson Desert “saat ini tidak mendukung Intel Arc” dan yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada komitmen untuk memperbaikinya. Tidak ada roadmap, tidak ada janji update. Praktis menutup harapan pengguna Intel Arc dalam waktu dekat. Dampaknya cukup luas. Tidak hanya pengguna GPU diskrit, tetapi juga sistem dengan iGPU berbasis Arc, termasuk platform terbaru Intel ikut terdampak. Ini berpotensi mematikan kompatibilitas game dengan ...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

2027, Aktivitas Bot Lampaui Manusia

Lalu lintas internet sedang menuju titik balik besar. Cloudflare memprediksi bahwa pada 2027, trafik bot berbasis AI akan melampaui aktivitas manusia di internet. Prediksi ini jauh lebih cepat dari yang banyak pihak perkirakan. Matthew Prince, CEO Cloudflare menilai, lonjakan ini didorong oleh perilaku agen AI yang jauh lebih “rakus” dibanding pengguna manusia. Jika seseorang hanya membuka beberapa situs untuk mencari produk, agen AI bisa mengunjungi ribuan halaman dalam waktu singkat untuk membandingkan data. Skala inilah yang mengubah pola trafik secara fundamental. Sebagai gambaran, sebelum era generative AI, bot sudah menyumbang sekitar 20 persen trafik internet, didominasi crawler seperti milik Google. Kini, dengan hadirnya agen AI yang terus aktif mengumpulkan dan memproses data, angka tersebut diperkirakan akan melonjak drastis hingga melampaui trafik manusia dalam dua tahun ke depan Dampaknya tidak sepele. Infrastruktur internet yang selama ini dirancang untuk aktivitas manusia...