Langsung ke konten utama

Review ASUS X441, Notebook Murah Meriah

Menjelang musim libur panjang dan kenaikan kelas, biasanya pengguna di kalangan pelajar atau mahasiswa, sudah mulai berburu perangkat untuk dijadikan alat tempur di tahun ajaran ataupun semester berikutnya. Apalagi jelang lebaran seperti ini, di saat orang tua sudah mulai mendapatkan THR alias tunjangan hari raya.

Bagi pengguna di segmen ini, notebook mumpuni dengan spesifikasi tertinggi mungki bukan menjadi kewajiban. Notebook dengan performa memadai, desain cantik dan dipasarkan di harga menarik, mungkin merupakan pilihan yang terbaik. Dan sebagai produsen utama notebook di pasaran Indonesia, Asus punya solusi untuk pengguna seperti ini.


Adalah Asus X441 series, merupakan salah satu pilihan yang tersedia. Hadir dengan nama lengkap ASUS VivoBook Max X441, ia tersedia dalam banyak varian. Salah satunya adalah tipe X441SA yang diperkuat oleh prosesor Intel Celeron dual core N3060, berbasis arsitektur Braswell berkecepatan 1,6GHz hingga 2,4GHz. Berikut ini review ASUS X441, notebook murah meriah dengan penampilan mewah.


Desain
ASUS VivoBook Max X441 memiliki desain yang trendi dengan balutan warna full color untuk beberapa varian. Khusus untuk jenis varian warna yang kita bahas kali ini, sepertinya merupakan yang paling keren di antara ragam warna lain yang tersedia di pasaran. Warnanya, biru telur asin atau Aqua Blue kalau ASUS menyebutnya.

Warna biru muda meluruh sempurna ke seluruh bodi pada perangkat ini. Dari mulai lid cover (A part), ke frame layar (B part), hingga area keyboard beserta palmrest (C part) sampai ke bagian bawah bodinya (D part). Warna birunya termasuk bagus dan sama sekali tidak terkesan norak atau murahan. Notebook ini juga terlihat semakin cantik dan manis, berkat gaya glossy yang diberikan pada panel covernya.

Kalau kita perhatikan lebih dekat, pada bagian lid covernya terdapat corak seperti batik berbentuk wajik. Corak ini juga membuatnya semakin trendi dan unik ketika dipamerkan ke teman-teman terdekat. Body-nya sendiri memang terbuat dari plastik, namun tetap terasa kompak dan kuat. Untuk ukuran notebook yang bakal sering menemani aktivitas sehari-hari Anda, bobotnya cukup ringan yakni hanya 1,7Kg saja.


Bodinya memang agak tebal karena dilengkapi dengan Optical Disk Drive, namun disisi lain Anda tidak perlu pusing jika sewaktu-waktu membutuhkan ODD itu untuk membaca file atau keperluan sejenis. Secara ukuran, ketebalan laptop ini adalah 1,8 cm dan secara keseluruhan dimensinya yakni 34.8 x 24.2 x 2.76 cm (WxDxH).


Masuk pada ukuran layar, notebook ini punya bezel yang cukup tebal. Ketebalan bezelnya untuk bagian atas adalah 2,4 cm sedangkan di samping sekitar 1,9 cm. Untuk ukuran notebook dengan harga Rp3 jutaan memang desain seperti ini akan kerap kita jumpai.

Penggunaan bezel yang tebal memiliki nilai plus maupun minus. Bagusnya, jika seandainya secara tidak sengaja terbentur tidak terlalu keras, dampaknya tidak akan langsung mencederai LCD-nya. Sedangkan minusnya, penampilannya (khusus pada bagian dalam) akan terkesan biasa saja.


Dari sisi konektivitas, Asus VivoBook Max X441SA menyediakan dua buat port USB yang terdiri dari satu buah port USB 2.0 dan satu port USB 3.0. Selain itu, tersedia port HDMI, USB Type-C, VGA dan RJ-45 LAN. Semuanya ditempatkan di sisi kiri. Adapun di sisi kanan hanya tersedia DVD drive dan Kensington Lock saja.

Multimedia
Untuk membuat layar pada notebook ini mampu menampilkan gambar yang baik, panel display telah memiliki resolusi HD (1366x768). Ukuran display-nya sendiri adalah 14 inci serta punya tingkat refresh rate 60Hz, yang artinya setiap satu detik monitor mampu menampilkan gambar sebanyak 60 kali.

Tidak hanya itu, monitornya juga punya color gamut atau tingkat kedalaman warna hingga 45 persen dengan LED backlit pada displaynya. Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, Asus tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan software khusus yakni Asus Splendid Technology, TruVivid dan Tru2Life Video.

Baca juga:

Asus Splendid mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup. Di dalam Spendid pun terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.

Adapun TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televisi modern.

Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya  dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

Selain visual, faktor audio juga menjadi keunggulan tersendiri pada notebook ini. ASUS VivoBook X441 menggunakan teknologi audio SonicMaster untuk meningkatkan performa suara yang dikeluarkan oleh speaker sehingga menjadi lebih enak didengar. Secara garis besar, SonicMaster mampu memaksimalkan kemampuan audio sound card sehingga mampu mengeluarkan suara yang sangat nyaman di telinga.

Di samping SonicMaster, ASUS menyematkan pula teknologi ICEpower untuk mereproduksi keluaran audio speaker hingga menjadi lebih jernih. Fitur luar biasa yang memanjakan pengguna itu pun disediakan meski produk yang bersangkutan dipasarkan di harga yang sangat terjangkau.


Seperti yang Anda lihat, Asus menempatkan dua buah speakernya diatas papan keyboard persis di bawah monitor. Dilihat sekilas ukuran speakernya sangat besar sehingga sangat wajar dia mampu menghasilkan suaran yang mumpuni.

Speaker ini mempunyai ukuran chamber atau ruang yang berukuran 24cc yang dialiri energi listrik dengan daya sebesar 3W. Ruang chamber yang besar berperan untuk membuat keluaran suara menjadi sangat jernih serta memiliki nuasa bass yang baik. Speaker tersebut juga memiliki aliran transmisi suara yang didesain khusus berbentuk agak bundar dibagian tengah. Hal itu berguna untuk mereduksi noise serta memberikan performa low frequency yang lebih baik.

Ketika kami mengujinya dengan memaksimalkan volume hingga batas tertinggi, dentuman suara yang dikeluarkan terasa kencang dan renyah. Tak hanya itu, kualitas keluaran suara pun dapat diatur lebih lanjut sesuai keinginan pengguna dengan aplikasi AudioWizard.


Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya.

Input
Untuk lebih menyempurnakan kenyamanan saat menggunakan VivoBook Max X441, Asus turut merancang papan touchpad yang lebih luas pada body notebook. Tentu tidak hanya itu, touchpad ini pun turut  didukung dengan teknologi smart gesture, untuk membuat pengguna dapat lebih mudah mengoperasikannya.


Sebagai contoh, teknologi smart gesture yang  tersedia bisa dipergunakan antara lain dengan cara: menggeser dua jari di touchpad untuk scrolling layar ke atas maupun ke bawah, melakukan zooming dengan mencubit, dan lainnya.

Agar lebih menambah kenyamanan, pada area di pinggir touchpad, yakni area palmrest, ASUS menanamkan fitur IceCool Technology. Tujuannya agar Anda dapat berlama-lama menggunakan notebook tersebut tanpa khawatir pergelangan atau tangan Anda akan terasa panas. IceCool mampu mengatur agar panas yang dikeluarkan hingga tetap berada pada rentang antara 28 hingga 35 derajat.

Selain touchpad, desain keyboard pun diperhatikan secara serius. VivoBook Max X441 ini mengadopsi gaya chiclet keyboard, dengan layout yang lebih baik untuk keakuratan mengetik. Chiclet keyboard membuat jarak antar tuts (tombol keyboard) menjadi lebih lebar. Tujuannya mungkin simple dan sederana. Tetapi ketika diaplikasikan, manfaatnya begitu terasa. Sebab desain jarak antar tuts yang lebih lebar  diharapkan mampu mengurangi typo yang mungkin terjadi saat pengguna sedang sibuk bekerja.

Hal menarik lain dari keyboardnya adalah, notebook telah dilengkapi dengan fitur travel distance, dimana keyboard-nya memiliki tingkat kedalaman tekanan 2,3 mm. Hal ini mampu meminimalkan key float agar keystrokes lebih solid dan responsif.

Spesifikasi dan Performa
Berikut ini spesifikasi yang ditawarkan oleh Asus VivoBook Max X441SA:

X441SA yang kita ulas kali ini kebetulan menggunakan jeroan prosesor Intel Celeron Dual Core N3060 generasi kelima atau Braswell. Prosesor ini merupakan generasi prosesor dengan teknik litografi 14 nm. Spesifikasinya, N3060 memiliki kecepatan 1,6GHz yang dapat ditingkatkan dengan fitur Turbo Boost menjadi 2,48 GHz. Kecepatan boost clock-nya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya yakni Intel N3050 yang hanya punya nilai boost clock 2,16GHz.

Prosesor ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang cukup baik untuk mendukung performa yang andal. Antara lain set instruksi 64 bit dan Cache L2 sebesar 2 MB. Dengan spesifikasi tersebut, praktis komponen otak pada komputer ini akan mampu bekerja dengan lebih gesit dan cepat dalam mengolah perintah. RAM sebesar 2 GB DDR3 disandingkan untuk menemani sang CPU bekerjasama untuk mempercepat kinerja menjadi lebih baik.

 
 
 

Untuk sokongan daya, ASUS VivoBook Max X441 dilengkapi dengan baterai  bertipe Lithium-Ion 3 cell 36   Whrs. Saat digunakan sehari-hari, perangkat ini dapat menemani penggunanya hingga kurang lebih 6 jam 45 menit. Khususnya dalam penggunaan secara kasual seperti mengetik, browsing, menonton film hingga bermain game ringan. Sedangkan ketika diset pada mode full load, notebook ini mampu bertahan hingga 4 jam 59 menit saja.


Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan, Asus VivoBook Max X441SA ini merupakan perangkat yang sudah cukup untuk digunakan oleh para pelajar ataupun mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas laporan sekolah. Harganya yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp3,5 jutaan membuat notebook ini terjangkau untuk siapapun.


Anda yang membutuhkan varian yang lebih bertenaga, bisa memilih X441 yang diperkuat prosesor Celeron N3350, atau bahkan Core i3-6100U yang lebih mumpuni. Ada juga varian yang dilengkapi grafis bertenaga yakni GeForce GT920MX 2GB.

Kalau Anda ingin memilih model ini pun sudah cukup memadai. Saran kami, cari yang versi RAM 4GB atau upgrade RAM-nya menjadi 4GB. Kalau ada dana berlebih, bisa juga membeli SSD berkapasitas 128GB agar lebih gegas. Satu hal yang pasti, Anda yang memilih notebook ini akan mendapatkan sebuah notebook daily use yang memadai untuk mengerjakan basic office application dan multimedia. Suaranya, dahsyat untuk ukuran notebook terjangkau.


Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Siap-siap, GTA VI Sudah Semakin Dekat Dirilis!

Rockstar Games tampaknya membawa Grand Theft Auto VI ke fase paling krusial, yakni tahap akhir pengembangan. Indikasinya cukup jelas, rekrutmen besar-besaran untuk quality assurance (QA), yang dalam siklus industri game biasanya menandai pergeseran dari pembangunan konten ke fase polishing dan stabilisasi. Di tahap ini, fokus bukan lagi menambah fitur, melainkan memastikan semuanya bekerja tanpa cacat. Untuk game berskala GTA VI, itu berarti siklus pengujian berlapis. Mulai dari regression testing, validasi kompatibilitas lintas platform, hingga tuning performa pada berbagai konfigurasi hardware.  Dengan kompleksitas open-world modern, fase ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mendekati satu tahun. Rekrutmen QA yang dikaitkan dengan Rockstar India memperkuat gambaran bahwa proyek ini memasuki tahap validasi skala besar. Dengan estimasi sekitar 1.600 pengembang terlibat di India saja, Rockstar mengandalkan model produksi terdistribusi, memungkinkan pengembangan paralel pada...

Konfirmasi. Apple Berhenti Produksi Mac Pro

Apple akhirnya mengakhiri perjalanan salah satu lini desktop paling ikoniknya:,Mac Pro. Tanpa seremoni besar, perangkat yang dulu jadi simbol workstation kelas atas itu kini hilang dari situs resmi, dengan halaman pembelian dialihkan ke lini Mac lainnya.  Lebih lanjut, Apple disebut tidak memiliki rencana untuk generasi penerus untuk model ini, sebuah keputusan yang menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Mac Pro terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra, namun sejak itu praktis stagnan. Di saat yang sama, Mac Studio justru melaju cepat dengan adopsi M3 Ultra, membawa performa lebih tinggi dalam form factor yang jauh lebih ringkas dan efisien. Dalam konteks ini, Mac Pro terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia mahal, besar, tetapi tidak lagi unggul. Secara teknis, keputusan ini masuk akal. Arsitektur Apple Silicon mengurangi ketergantungan pada ekspansi modular yang dulu menjadi alasan utama eksistensi Mac Pro. Ditambah lagi, fitur seperti RDMA over Thunderbol...