Langsung ke konten utama

Perbandingan Xiaomi Redmi 5 vs Infinix Hot S3

Dua smartphone besutan produsen asal Tiongkok sedang hangat-hangatnya bersaing di pasaran Indonesia. Keduanya menggadang-gadang spesifikasi tinggi dan harga murah. Jika Xiaomi hadir dengan Redmi 5, Infinix coba mengatasinya dengan seri Hot S3.

Sebagai gambaran, Xiaomi Redmi 5 dijual resmi di Indonesia di harga Rp1,899 juta untuk varian RAM 3GB storage 32GB. Adapun Infinix Hot S3 dijual di harga yang sama dengan kapasitas RAM dan storage yang juga persis.


Buat Anda yang berkiblat pada smartphone murah tapi bagus, berikut ini kita coba sedikit bandingan spesifikasi di antara Xiaomi Redmi 5 vs Infinix Hot S3. Mending yang mana?


CPU-GPU
Dari sisi mesin inti, Infinix Hot S3 diperkuat prosesor Qualcomm Snapdragon 430, octa-core 64-bit berkecepatan 1,4GHz. Ia ditopang oleh GPU Adreno 505. Di sisi lain, Xiaomi Redmi 5 punya prosesor yang lebih bertenaga yakni Qualcomm Snapdragon 450 berkecepatan 1,8GHz. Di sisi ini, Xiaomi unggul.

Display
Kedua smartphone hadir dengan ukuran layar yang serupa. Infinix Hot S3 punya layar ukuran 5,65 inci, sementara Xiaomi Redmi 5 ukurannya 5,7 inci. Resolusinya juga sama-sama HD+ alias 1440 x 720 pixel. Sama-sama berjenis LCD IPS, kepadatan pixel Infinix Hot S3 sedikit lebih baik yakni 285 ppi, sementara Xiaomi Redmi 5 hanya 282 ppi. Di sini, persaingan relatif imbang.

Baca juga:


RAM-Storage
Seperti sudah disebut di atas, dari sisi RAM dan storage, keduanya punya kapasitas yang sama. Sama-sama 3GB RAM dan 32GB storage. Untuk ekspansi, keduanya juga punya slot MicroSD yang mampu menampung tambahan kapasitas hingga 128GB. Kembali, keduanya imbang.

Konektivitas
Kedua smartphone menyediakan dua slot nano SIM card yang mendukung 4G LTE. Adapun untuk jaringan lokal, keduanya mendukung Bluetooth 4.2 dan sama-sama menggunakan port micro USB 2.0. Baik Redmi 5 dan Hot S3 menyediakan dukungan WiFi 802.11 b/g/n. Namun sedikit lebih baik, Redmi 5 mendukung Wi-Fi Direct untuk menghubungkan langsung smartphone ke perangkat lain via sambungan WiFi.

Baterai
Baik Infinix Hot S3 ataupun Xiaomi Redmi 5 sama-sama menggunakan baterai jenis Lithium-ion non removable. Tetapi dari sisi kapasitas, baterai milik Infinix Hot S3 lebih besar, yakni 4.000mAh. Adapun milik Redmi 5 hanya 3.300mAh saja. Namun menarik ditelusuri lebih lanjut adalah efisiensi energinya. Meski lebih kecil baterainya, Redmi 5 menggunakan prosesor berteknologi 14 nanometer yang lebih hemat daya. Boleh dikatakan, di sisi ini, keduanya kembali imbang.


Nah, ini yang paling penting. Untuk kamera utama, Xiaomi menyediakan kamera resolusi 12MP. Adapun Infinix memasangkan kamera 13MP. Di depan, jika Redmi 5 punya kamera 5MP dengan aperture f/2.2, Hot S3 punya kamera resolusi tinggi yakni 20MP dengan aperture f/2.0. Ia ditopang oleh Dual LED flash, sementara Redmi 5 hanya memiliki LED flash biasa. Dari sisi ini, Infinix unggul telak.

Desain dan OS
Untuk dimensi fisik, Xiaomi Redmi 5 lebih tipis dengan ketebalan hanya 7,7mm dibanding Hot S3 yang 8,5mm. Ia juga lebih pendek dengan hanya 151,8mm dibanding S3 yang 153mm. Namun meskipun dimensi lebih ringkas dan baterai lebih kecil, Xiaomi Redmi 5 sedikit lebih berat bobotnya, yakni 157 gram berbanding 150 gram.

Saat dirilis, Xiaomi Redmi 5 hadir dengan Android 7.1.2 Nougat. Sementara itu, Infinix Hot S3 sudah diinstalasikan Android terbaru yakni Android 8.0 Oreo. Lagi-lagi Infinix Hot S3 lebih maju satu langkah.

Kesimpulan
Dari perbandingan di atas, kedua smartphone yang dijual di harga yang sama persis ini relatif imbang. Tapi bisa ditarik kesimpulan, kalau performa yang Anda kejar, pilih Xiaomi Redmi 5. Kalau kemampuan foto yang lebih baik yang lebih penting buat Anda, dapatkan Infinix Hot S3.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Kena Hack, Suhu Prosesor Mac Tembus 112 Derajat Celsius

Sebuah Mac mengalami panas berlebihan hingga mencapai 112°C dan melambat akibat penggunaan CPU yang tidak wajar. Awalnya, pemilik perangkat tidak mengetahui penyebabnya. Namun, ketika mengembangkan aplikasi pemantau suhu macOS dengan bantuan Claude AI, pengguna Reddit dengan akun u/UntilHEX justru menemukan adanya cryptominer yang diam-diam memanfaatkan sumber daya seluruh 12 core CPU komputernya. Malware tersebut diketahui menjalankan XMRig, perangkat lunak penambangan mata uang kripto yang dikenal sebagai penambang Monero. XMRig sendiri merupakan perangkat lunak sumber terbuka, tetapi juga kerap disalahgunakan atau disertakan dalam malware untuk menambang kripto menggunakan komputer korban tanpa izin. Menurut laporan yang dibagikan pengguna tersebut, proses XMRig mengonsumsi sumber daya CPU dalam jumlah sangat besar, hingga sekitar 1.175% pada tampilan pemantauan yang ditunjukkan. Beban kerja ini membuat Mac bekerja keras, meningkatkan suhu, dan menurunkan responsivitas sistem. Meski...

Q3 2026, Penjualan PC Global Anjlok 21%

Pasar PC global mengalami tekanan tajam pada kuartal III 2026 karena kenaikan harga memori dan komponen lainnya membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru. Counterpoint Research mencatat pengiriman PC global mencapai 57 juta unit, turun 21% dibandingkan 72,2 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, pengiriman juga menyusut 13,8%. Tekanan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Counterpoint memproyeksikan pengiriman PC pada kuartal IV 2026 turun 27% secara tahunan. Kenaikan biaya komponen mendorong harga sistem lebih tinggi, sehingga konsumen semakin sulit membenarkan penggantian perangkat lama. Permintaan dari perusahaan melalui pembaruan armada PC dan migrasi Windows masih memberikan dukungan, tetapi belum cukup untuk mengimbangi lemahnya pasar konsumen. Perbandingan tahunan juga dipengaruhi tingginya pengiriman pada kuartal III 2025. Saat itu, pembelian PC menjelang berakhirnya dukungan Windows 10 serta penyesuaian persediaan terkait tarif perdag...

Bug Audio Crash di Game dan Aplikasi Windows 11 Diperbaiki Microsoft

Microsoft akhirnya memperbaiki bug audio di Windows 11 yang menyebabkan sejumlah game dan aplikasi mengalami crash secara tiba-tiba, bahkan gagal dibuka. Masalah yang muncul setelah pembaruan opsional September 2026 ini berkaitan dengan fungsi dekode audio Dolby Digital AC-3 bawaan Windows. Perbaikannya telah dirilis melalui pembaruan kumulatif Oktober 2026, KB5127648. Seperti dilaporkan PCWorld, bug tersebut pertama kali muncul setelah Microsoft merilis pembaruan KB5124010 pada 22 September 2026. Masalahnya berdampak pada aplikasi yang mengandalkan dekoder AC-3 bawaan sistem operasi. Aplikasi dapat berhenti mendadak ketika memutar audio, mengatur volume, atau menggunakan fitur tertentu yang berkaitan dengan suara. Dampaknya tidak terbatas pada game. Pemutar media dan sejumlah aplikasi produktivitas juga berpotensi mengalami gangguan serupa. Microsoft menjelaskan bahwa perangkat lunak lawas menjadi kelompok yang paling rentan karena masih mengandalkan implementasi dekoder AC-3 milik Wi...

Beli AMD Ryzen 9 5950X di AliExpress, Malah Dikirimi AMD Athlon X4

Seorang pembeli yang memesan prosesor AMD Ryzen 9 5950X melalui AliExpress justru menerima AMD Athlon X4 yang jauh lebih tua dan memiliki nilai pasar yang berbeda. Kasus ini memicu sengketa pengembalian dana setelah penjual menolak permintaan refund, meskipun pembeli mengaku telah menyertakan bukti berupa foto prosesor yang diterima, label pengiriman, dan nomor seri. Pembeli yang menggunakan akun Reddit u/dannyrodriguez8 itu memesan Ryzen 9 5950X dari penjual bernama SZCPU. Namun, ketika paket dibuka, prosesor yang ditemukan adalah AMD Athlon X4 dengan nomor komponen AD950XAGM44AB. Prosesor tersebut menggunakan arsitektur Excavator dan dilaporkan diluncurkan untuk pasar OEM pada 2016. Berbeda dari Ryzen 9 5950X yang memiliki 16 core dan menggunakan platform AM4, Athlon X4 tersebut merupakan prosesor quad-core generasi lama. Setelah mengetahui ketidaksesuaian barang, pembeli langsung mengajukan sengketa melalui AliExpress. Ia menyertakan dokumentasi produk yang diterima beserta informas...