Microsoft mengonfirmasi bahwa Nvidia RTX Spark menjadi salah satu fokus dalam event Windows yang digelar di San Francisco pada 7 Oktober. Acara tersebut menghadirkan CEO Microsoft Satya Nadella, pimpinan Windows dan Surface Pavan Davuluri, serta CEO Nvidia Jensen Huang. Microsoft menjanjikan RTX Spark membawa pengalaman baru untuk developer dan builder.
RTX Spark merupakan platform PC yang menggabungkan CPU Grace 20-core dengan GPU berbasis Blackwell. Platform ini menawarkan hingga 6.144 CUDA core dan 128GB unified LPDDR5X memory. Konsep tersebut dirancang untuk membawa ekosistem CUDA, akselerasi AI, dan teknologi RTX ke perangkat Windows, termasuk laptop dan desktop berukuran ringkas.
Menariknya, enam desain laptop awal yang diperkenalkan Nvidia justru tidak berasal dari lini gaming konvensional. Produk tersebut mencakup Asus ProArt P16, Grey Box Shifter, Dell XPS 16, HP OmniBook Ultra 16, Lenovo Yoga Pro 9n, Microsoft Surface Laptop Ultra, dan MSI Prestige N16 Flip AI+. Ini menunjukkan Nvidia tampaknya lebih agresif memosisikan RTX Spark sebagai platform untuk kreator, developer, dan pengguna profesional ketimbang sebagai pesaing langsung laptop gaming.

Padahal, dukungan terhadap DLSS, Reflex, dan Game Ready Driver secara teori membuat platform tersebut juga menarik untuk gaming. Namun, Nvidia tampaknya lebih ingin menjual kemampuan pemrosesan AI lokal dan workload profesional sebagai nilai utama.
Microsoft juga mengoptimalkan Windows agar dapat bekerja dengan arsitektur dan sistem shared memory RTX Spark. Pendekatan ini memungkinkan workload AI berjalan berdampingan dengan aplikasi desktop konvensional tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud. Nvidia bahkan mengklaim performanya dapat mencapai hingga 1 petaflop AI, meski angka tersebut sangat bergantung pada presisi dan jenis workload yang digunakan.
Masalah terbesarnya justru belum terjawab. Bagaimana soal harga, ketersediaan, dan performa nyata. Spesifikasi tinggi RTX Spark mengindikasikan bahwa perangkat berbasis platform ini kemungkinan bukan produk murah.
Surface Laptop Ultra diperkirakan menjadi salah satu perangkat penting dalam event tersebut dan bisa memberikan gambaran awal mengenai harga RTX Spark. Jika Microsoft dan Nvidia berhasil menawarkan performa AI lokal tinggi tanpa membuat harga terlalu mahal, RTX Spark berpotensi menjadi kategori baru PC Windows. Namun, tanpa harga kompetitif dan benchmark independen, klaim performa masih perlu dipandang dengan hati-hati.
