Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan.
Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop.
Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini.

Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainkan melalui Google Play, sedangkan game AAA seperti Cyberpunk dan Resident Evil: Requiem untuk sementara mengandalkan layanan cloud gaming seperti GeForce Now. Pengembang tetap perlu mengoptimalkan game agar dapat berjalan secara native di Googlebook OS.
Dari sisi perangkat keras, pilihan prosesor mencakup Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek.
Model termurah adalah Acer Googlebook 14 seharga US$899, dengan layar OLED touchscreen 14 inci 2,8K, Core Ultra 5, RAM 16 GB, penyimpanan 512 GB, dan daya tahan baterai hingga 16 jam.
Sementara itu, Lenovo Googlebook 15 dibanderol US$1.099. Dell XPS Googlebook menjadi opsi Snapdragon termurah dengan harga US$1.199. Asus Googlebook 14 dan HP Googlebook 14 masing-masing dihargai US$1.299.
Pre-order telah dibuka di Amerika Serikat. Perangkat dijadwalkan tersedia mulai 4 Oktober, sebelum diperluas ke Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia pada 5 Oktober.
