Google mencatat rekor penggunaan mesin pencari tertinggi sepanjang sejarah setelah kemenangan dramatis tim nasional Argentina pada babak gugur Piala Dunia. Lonjakan trafik terjadi sesaat setelah Argentina memastikan kemenangan melalui gol penentu yang lahir di penghujung pertandingan.
Rekor penggunaan mesin pencari tersebut menunjukkan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia masih menjadi pemicu utama aktivitas pencarian di internet.
Kepala divisi Knowledge and Information Google, Nick Fox, mengungkapkan bahwa Google Search mencatat tingkat penggunaan tertinggi yang pernah terjadi tepat setelah gol kemenangan Argentina tercipta.

Meski tidak mengungkapkan jumlah pasti, Google menyebut momen tersebut menghasilkan jumlah kueri per detik (queries per second) tertinggi dalam sejarah layanan pencariannya.
Pencapaian ini menjadi sinyal penting bagi Google yang saat ini menghadapi persaingan ketat dari layanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Di tengah meningkatnya popularitas chatbot AI sebagai alternatif pencarian informasi, Google masih menguasai sekitar 90 persen pangsa pasar mesin pencari global.
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan tercepat sejak 2022, menandakan layanan Search tetap menjadi bisnis inti yang sangat kuat.
Setelah pertandingan berakhir, pencarian paling populer di Google adalah "Argentina vs Egypt". Selain itu, pengguna di berbagai negara juga banyak mencari kata kunci seperti "Argentina x Colombia", "how many World Cup goals does Messi have", hingga pertanyaan mengenai pelanggaran dalam sepak bola dan apakah turnamen kali ini menjadi Piala Dunia terakhir bagi Lionel Messi.
Lonjakan pencarian tersebut menunjukkan bahwa meskipun teknologi AI terus berkembang, peristiwa global yang berlangsung secara real-time masih menjadikan mesin pencari konvensional sebagai sumber informasi utama. Kecepatan Google dalam mengelola miliaran pencarian secara bersamaan menjadi salah satu keunggulan yang hingga kini belum sepenuhnya tergantikan oleh layanan AI berbasis percakapan.

