AMD kembali memperluas jajaran prosesor murah untuk laptop dengan menghadirkan empat model baru dalam keluarga Ryzen 100 Mobile, yaitu Ryzen 9 180, Ryzen 7 165, Ryzen 7 155, dan Ryzen 5 125. Keempat prosesor tersebut resmi diperkenalkan pada 2 Juni 2026 dan ditujukan untuk memperkuat segmen laptop entry-level hingga mainstream.
Secara resmi, AMD menyebut seluruh prosesor baru tersebut menggunakan arsitektur Zen 3+. Namun, laporan dari sumber hardware Golden Pig Upgrade Pack mengindikasikan bahwa chip tersebut sebenarnya menggunakan silikon Hawk Point yang berbasis arsitektur Zen 4.
Jika benar, pengguna berpotensi memperoleh performa dan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan spesifikasi resmi yang tercantum.

Indikasi tersebut muncul dari sejumlah kesamaan teknis, mulai dari codename internal prosesor, proses fabrikasi, dukungan kecepatan memori, hingga penggunaan grafis terintegrasi Radeon yang identik dengan platform Hawk Point. Hal ini memunculkan dugaan bahwa AMD memanfaatkan kembali silikon generasi terbaru untuk mengisi lini Ryzen 100 sebagai strategi segmentasi pasar.
Meski demikian, langkah AMD justru membuat jajaran prosesor laptopnya semakin membingungkan. Dalam beberapa generasi terakhir, perusahaan kerap menggunakan nama produk yang serupa meski dibangun dengan arsitektur CPU yang berbeda. Akibatnya, konsumen yang mencari prosesor murah tidak cukup hanya melihat nama model, tetapi juga perlu memahami platform dan arsitektur yang digunakan agar tidak salah memilih laptop.
Apabila laporan tersebut terbukti akurat, Ryzen 100 terbaru bisa menjadi pilihan menarik di kelas prosesor murah karena menawarkan teknologi yang lebih modern daripada yang terlihat di lembar spesifikasi. Namun, AMD tetap perlu menghadirkan penamaan produk yang lebih sederhana dan transparan agar konsumen dapat mengetahui kemampuan sebenarnya dari prosesor yang mereka beli tanpa harus menelusuri berbagai informasi teknis terlebih dahulu.

