Langsung ke konten utama

AI Belum Mampu Mendorong Minat Beli iPhone

Apple tampaknya masih menghadapi tantangan besar dalam menjadikan kecerdasan buatan sebagai alasan utama konsumen membeli iPhone baru. Berdasarkan survei terbaru UBS Evidence Lab terhadap lebih dari 7.500 pengguna smartphone di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, dan Jepang, minat membeli iPhone memang meningkat di beberapa negara, tetapi justru melemah di China.

Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi Apple Intelligence belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap permintaan pasar, terutama di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.

Data survei menunjukkan niat membeli iPhone dalam satu bulan ke depan meningkat menjadi 20 persen di Amerika Serikat, naik menjadi 6 persen di Inggris, 4 persen di Jerman, dan 1 persen di Jepang. Sebaliknya, di China angka tersebut turun menjadi hanya 15 persen. 

UBS juga mencatat rata-rata usia iPhone yang digunakan konsumen masih mencapai 22,9 bulan, mengindikasikan bahwa banyak pengguna memilih mempertahankan perangkat lamanya karena peningkatan yang ditawarkan model baru dinilai belum cukup menarik.



Apple juga menghadapi tantangan lain karena fitur Apple Intelligence dan Siri generasi terbaru belum berhasil membangkitkan antusiasme konsumen. Survei UBS menunjukkan hanya 24 persen responden yang menyatakan bersedia mempercepat pembelian iPhone demi fitur AI baru, turun lima persen dibandingkan survei sebelumnya. 

Sebaliknya, jumlah responden yang mengaku tidak tertarik terhadap fitur AI justru meningkat menjadi 31 persen. Temuan ini memperlihatkan bahwa AI belum menjadi faktor utama yang mendorong keputusan pembelian smartphone premium.

Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Apple diperkirakan akan menaikkan harga iPhone generasi berikutnya. Sejumlah analis memperkirakan harga iPhone 18 Pro dapat mencapai sekitar 1.399 dolar AS. 

Jika kenaikan harga hanya ditopang oleh fitur AI yang belum dianggap sebagai kebutuhan penting oleh konsumen, Apple berisiko menghadapi siklus penggantian perangkat yang semakin panjang dan pertumbuhan penjualan yang melambat.

Survei UBS juga menyoroti calon iPhone layar lipat yang disebut-sebut akan hadir dalam beberapa tahun mendatang. Minat bersih konsumen terhadap perangkat tersebut sedikit menurun dibandingkan survei sebelumnya. 

Meski demikian, Apple masih memiliki kekuatan dari sisi loyalitas merek karena sebagian besar responden tetap lebih memilih perangkat lipat buatan Apple dibandingkan produk kompetitor. Namun secara keseluruhan, hasil survei ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa kecerdasan buatan saja belum cukup untuk menghidupkan kembali permintaan di pasar smartphone premium.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Aplikasi Xbox PC Dirombak, Loading Game Diklaim Lebih Cepat

Microsoft dilaporkan tengah menguji perombakan besar aplikasi Xbox PC untuk Windows 11. Mengusung nama kode Garrison, versi baru ini membawa antarmuka yang lebih ringkas dan peningkatan responsivitas untuk mengatasi keluhan pengguna mengenai navigasi lambat serta proses pemuatan koleksi game yang memakan waktu. Menurut laporan Windows Central, Jez Corden telah mencoba versi awal aplikasi tersebut dan memperlihatkan peningkatannya melalui demonstrasi video. Dengan koleksi lebih dari 1.400 game, Corden melaporkan waktu pemuatan yang jauh lebih cepat dibandingkan aplikasi Xbox saat ini. Meski belum ada benchmark terukur yang dipublikasikan, perubahan ini menjadi sinyal positif bagi pengguna PC yang selama ini mengkritik performa aplikasi tersebut. Perombakan juga menyentuh desain dan navigasi. Jika sebelumnya daftar game dan halaman toko berada di bagian terpisah, versi baru menggabungkannya ke dalam satu antarmuka. Pendekatan ini berpotensi mengurangi perpindahan halaman ketika pengguna ...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Aaeon Hadirkan Mini PC Berbasis Intel Panther Lake Tanpa Kipas

Produsen komputer industri Aaeon memperkenalkan UP Xtreme PTL Edge Air, mini PC berbasis prosesor Intel Panther Lake yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengatasi panas. Alih-alih menggunakan kipas mekanis, perangkat ini mengandalkan teknologi pendingin solid-state AirJet dari Frore Systems. Teknologi tersebut menggunakan membran yang bergetar pada frekuensi ultrasonik untuk menghasilkan aliran udara berkecepatan tinggi. Udara ini kemudian digunakan untuk membawa panas keluar dari prosesor. Karena tidak memiliki kipas konvensional, Aaeon mengklaim tingkat kebisingannya berada di bawah 21 dBA, sekaligus mengurangi getaran mekanis. Konsekuensinya cukup menarik untuk komputer industri. UP Xtreme PTL Edge Air memiliki ketebalan hanya 35,8 mm dengan bobot sekitar 712 gram, masing-masing diklaim 35 persen lebih tipis dan 43 persen lebih ringan dibandingkan versi berpendingin kipas. Aaeon menyasar perangkat ini untuk kebutuhan seperti kiosk mandiri, robot mobile otonom, dan perangkat med...