Nvidia kembali merilis hotfix driver GeForce 596.02, hanya berselang singkat dari driver 595.97 WHQL yang justru memicu masalah stuttering. Langkah ini menunjukkan pola yang makin sering terjadi yakni pembaruan cepat untuk menambal bug yang muncul dari update sebelumnya. Reaktif, tapi sekaligus menandakan kualitas rilis yang kurang matang.
Secara resmi, bug stuttering disebut hanya berdampak pada Arknights: Endfield. Namun fakta bahwa Nvidia merasa perlu merilis hotfix khusus mengindikasikan dampaknya lebih luas atau cukup mengganggu pengalaman bermain.
Seperti biasa, Nvidia menyebut driver hotfix hanya opsional. Artinya, pengguna di luar game tersebut mungkin lebih baik menahan diri daripada ikut terseret siklus update yang belum stabil.

Di sisi lain, driver sebelumnya tetap membawa nilai penting, termasuk dukungan untuk Crimson Desert dan Death Stranding 2: On the Beach. Namun ironi muncul ketika perbaikan bug justru membuka masalah baru. Ini menjadi kritik lama terhadap ekosistem driver GPU modern yakni semakin kompleks fitur, semakin tinggi pula risiko regresi.
Nvidia juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas adopsi DLSS. Game seperti Screamer dan Subliminal akan hadir dengan DLSS 4 dan Multi Frame Generation. Sementara Forza Horizon 6, yang dijadwalkan rilis 19 Mei, menggabungkan DLSS 4 dengan ray tracing, mempertegas arah industri ke rendering berbasis AI.
Tak ketinggalan, Alan Wake Remastered juga mendapat peningkatan DLSS, menandakan strategi Nvidia tidak hanya fokus pada game baru, tetapi juga memperpanjang umur judul lama lewat teknologi AI.
Namun di balik ekspansi ini, Nvidia sudah mulai menggoda DLSS 5. Ini memunculkan pertanyaan klasik. Apakah inovasi ini benar-benar meningkatkan pengalaman, atau sekadar mempercepat siklus upgrade? Bagi gamer, performa stabil tetap lebih penting daripada sekadar fitur baru yang datang dan pergi terlalu cepat.

