Langsung ke konten utama

Apa Itu NPU Pada Prosesor untuk AI?

Anda tentunya sudah kenal dengan yang namanya Central Processing Unit (CPU) atau Graphic Processing Unit (GPU) di dalam komputer desktop ataupun laptop. Nah, belakangan ini, ada istilah baru yang mendadak populer, yakni NPU.

Apa itu NPU? Apa fungsinya di dalam computer desktop ataupun laptop? Kali ini kita akan sedikit mengulas tentang Neural Processing Unit atau NPU yang mulai hadir di prosesor PC desktop dan laptop di akhir 2023 dan akan semakin marak dikembangkan di masa depan.

Seperti disebut di atas, NPU adalah singkatan dari Neural Processing Unit. Ia merupakan sebuah chip pengolah data yang bisa mempercepat algoritma Machine Learning alias artificial intelligence (AI). 



Chip ini dibuat khusus untuk bisa menjalankan model prediktif atau model yang menggunakan data saat ini untuk membuat prediksi di masa depan. NPU juga dikenal sebagai neural processor dan dirancang khusus untuk kecerdasan buatan di perangkat yang terhubung ke internet (IoT) atau tidak.

Fungsi NPU sendiri adalah untuk mempercepat operasi perhitungan model jaringan saraf dan memecahkan masalah ketidakefisienan chip tradisional dalam operasi jaringan saraf.

Contoh Manfaat NPU dalam Aktivitas Pengguna
NPU banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengenalan gambar, pengolahan bahasa alami, pengenalan suara, dan fungsi AI lainnya. Contoh penggunaan NPU adalah sebagai berikut:

  • NPU dapat membantu smartphone dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengambil foto dengan mode potret, menerjemahkan teks secara real-time, atau mengoptimalkan kinerja baterai.
  • NPU dapat membantu laptop dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengedit video, mengubah suara menjadi teks atau sebaliknya, atau mengenali wajah pengguna untuk login.
  • NPU dapat membantu perangkat IoT dalam melakukan tugas-tugas berbasis AI seperti mengontrol lampu pintar, mendeteksi gerakan, atau mengirim notifikasi ke pengguna.
  • NPU menggunakan arsitektur “data-driven parallel computing”. Iasangat baik dalam memproses data multimedia masif seperti video dan gambar. Selain itu, NPU juga mampu melakukan perhitungan matematika yang kompleks yang diperlukan untuk jaringan saraf buatan. Prosesnya juga lebih cepat dan hemat energi daripada CPU atau GPU tradisional. Di dalamnya ada modul khusus untuk operasi perkalian dan penambahan, fungsi aktivasi, operasi data 2D, dekompresi, dan lain-lain.

NPU sendiri banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengenalan gambar, pengolahan bahasa alami, pengenalan suara, dan fungsi AI lainnya. Contoh, kalau di PC Anda ada NPU di dalam GPU, NPU bisa dioptimalkan untuk tugas tertentu seperti deteksi objek atau percepatan gambar.

Baca juga:


Dibuat Hybrid dengan GPU
Saat ini konsep GPNPU (GPU-NPU hybrid) juga muncul. Ia bertujuan untuk menggabungkan kekuatan GPU dan NPU. GPNPU memanfaatkan kemampuan pemrosesan paralel GPU sambil mengintegrasikan arsitektur NPU.

Tujuannya untuk mempercepat tugas-tugas berbasis AI. Kombinasi ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara fleksibilitas dan pemrosesan AI khusus. Termasuk melayani kebutuhan komputasi yang beragam dalam satu chip.

NPU adalah teknologi yang menjanjikan untuk masa depan AI. Dengan NPU, aplikasi AI dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih hemat daya. NPU juga dapat membuka peluang baru untuk inovasi dan kreativitas dalam bidang AI.

Nah, sekarang Anda sudah lebih mengenal NPU. Pastikan Anda mengikuti perkembangan informasi terkait teknologi ini karena ia akan sangat erat hubungannya di komputasi masa depan, khususnya yang terkait dengan artificial intelligence.

Postingan Populer

Review Asus ROG Zephyrus G14 GA403UU. Laptop Gaming Tipis Futuristis

Dalam dunia laptop gaming yang semakin kompetitif, Asus kembali mengukuhkan posisinya di industri laptop gaming tipis lewat seri ROG Zephyrus G14. Di pasaran, salah satu model laptop gaming tipis yang jadi andalan Asus adalah seri ROG Zephyrus G14 GA403UU. Laptop gaming tipis yang hadir pada kisaran tahun 2024 ini membawa kombinasi menarik antara performa tinggi, teknologi terkini, dan desain yang super portabel. Dengan layar OLED 3K yang memanjakan mata, GPU RTX 4050 yang efisien, serta dukungan AI dari prosesor Ryzen 7 8845HS, laptop ini ditujukan untuk gamer dan kreator yang menuntut performa dalam dimensi ringkas. Yang menjadi daya tarik utama dari G14 adalah bagaimana Asus berhasil meramu laptop 14 inci ini menjadi sebuah mesin bertenaga tanpa mengorbankan kenyamanan dan keindahan desain. Bobot hanya 1,5 kg, menjadikannya salah satu laptop gaming teringan di kelasnya. Di sisi lain, perangkat ini juga membawa berbagai fitur profesional seperti layar Pantone Validated dan Dolby Atmo...

AMD Catat Rekor, 41 Persen Pangsa Pasar Server. Intel Kian Terdesak

Laporan terbaru dari Mercury Research untuk kuartal kedua 2025 menandai titik balik penting dalam persaingan chip server global. AMD berhasil merebut 41 persen pangsa pendapatan server, rekor tertinggi sepanjang sejarahnya, sekaligus memperdalam luka Intel yang terus kehilangan pijakan di segmen paling menguntungkan ini.  Lonjakan 7,2 poin dibanding tahun lalu dan kenaikan 1,5 poin dari kuartal sebelumnya menunjukkan tren yang konsisten: AMD semakin dominan, sementara Intel masih bergulat dengan keterlambatan manufaktur dan kehilangan kepercayaan pasar. Capaian AMD tidak terbatas pada server. Secara keseluruhan, pangsa pendapatan perusahaan mencapai 33 persen, naik 8,8 poin dibanding tahun sebelumnya. Di segmen klien, AMD juga mencatat pertumbuhan dengan pangsa 27,8 persen, didorong permintaan yang kuat dari sektor cloud maupun enterprise. Bahkan di pasar desktop, performa Ryzen tampak mengesankan. Pangsa pendapatan desktop AMD melonjak 20,5 poin dari tahun lalu dan hampir 5 poin d...

Siap Kuliah Lagi? Ini Laptop Generasi AI yang Kencang dan Stabil untuk Mahasiswa

Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Mahasiswa di berbagai penjuru negeri bersiap kembali ke kampus, bersua teman-teman seperjuangan, hingga beradaptasi dengan jadwal kuliah yang baru. Tapi back to campus bukan sekadar tentang bertemu dosen favorit atau suasana kelas yang dirindukan.  Di era saat ini, terutama bagi kamu yang tergolong dalam Generasi AI, persiapan menuju semester baru juga berarti memilih perangkat yang bisa mendukung segala aktivitas akademik dan kreatif secara maksimal. Bukan Sekadar Laptop, Tapi Partner Belajar Mahasiswa Generasi AI Tantangan mahasiswa saat ini jauh berbeda dari dulu. Kini, tugas-tugas perkuliahan tak lagi hanya menulis dan presentasi, tapi juga mencakup riset data, desain grafis, produksi video pendek, hingga eksplorasi tool berbasis AI seperti Copilot, ChatGPT, CapCut AI, atau Canva Magic Studio.  Agar semua berjalan lancar, kamu butuh laptop yang bukan hanya kencang, tapi juga cerdas, efisien, dan bisa diandalkan sepanjang hari. Laptop ...

Monitor Gaming OLED Terbaik Samsung, Odyssey OLED G6 dan G7

Pasar monitor gaming kembali diguncang oleh Samsung dengan pengumuman trio terbaru dalam lini Odyssey. Sorotan utama jatuh pada Odyssey OLED G6 berukuran 27 inci, yang digadang sebagai monitor OLED gaming pertama di dunia dengan refresh rate 500Hz.  Angka ini terdengar berlebihan bagi sebagian orang, namun jelas menyasar segmen gamer kompetitif ekstrem yang menganggap refresh rate 240Hz atau 360Hz sudah tidak lagi cukup. Spesifikasi G6 memang tidak main-main. Monitor ini hadir dengan resolusi QHD, respons 0,03ms, kecerahan hingga 1.000 nits, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500. Teknologi QD-OLED memastikan warna lebih kaya, sementara dukungan Nvidia G-SYNC dan AMD FreeSync Premium Pro membuat pengalaman gaming bebas tearing.  Samsung bahkan menambahkan lapisan “Glare Free” agar tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan, serta teknologi OLED Safeguard+ untuk mengurangi risiko burn-in yang selama ini menjadi momok layar OLED. Dengan validasi Pantone, wa...

Teknologi Semikonduktor China Terhambat. Peluncuran Deepseek R2 Ditunda

Kasus DeepSeek dan Huawei Ascend menunjukkan bahwa ambisi Tiongkok untuk mandiri dalam teknologi semikonduktor AI masih menghadapi jalan terjal. Startup AI yang sempat naik daun dengan model R1 pada Januari lalu itu dipaksa menunda peluncuran penerusnya, R2, setelah gagal melatih model menggunakan chip Ascend buatan Huawei.  Upaya yang didorong langsung oleh regulator Beijing itu akhirnya berujung kompromi: training tetap memakai GPU Nvidia, sementara inference dijalankan di atas Ascend. Kegagalan ini bukan sekadar soal teknis, melainkan cermin dari kesenjangan mendasar antara ekosistem chip Tiongkok dan Nvidia. Training model AI berskala besar menuntut perangkat keras dengan kecepatan, reliabilitas, serta ekosistem perangkat lunak yang matang. Ascend terbukti masih rentan terhadap bug, kecepatan interkoneksi yang tidak stabil, dan software stack yang belum selevel CUDA milik Nvidia. Bahkan dengan dukungan langsung dari tim engineer Huawei di lokasi, DeepSeek tak berhasil menyelesa...