Langsung ke konten utama

Asus Perkenalkan Laptop Gaming Terbaru untuk 2024

Asus Republic of Gamers (ROG) menjadi produsen gaming pertama yang mengumumkan kehadiran jajaran laptop terbaru di tahun 2024. Tidak hanya menjadi yang pertama, tetapi mereka juga menjadi produsen yang memperkenalkan langsung rangkaian laptop gaming terlengkap di Indonesia.

Dimulai dari seri TUF Gaming untuk pemula, ROG Strix SCAR dan Strix G yang powerful, hingga ROG Zephyrus G yang sangat stylish. Semua laptop ini dilengkapi dengan hardware dan teknologi terkini, seperti CPU Intel® Core™ Ultra Series dan AMD Ryzen™ 8000 Series, serta GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series.

Jajaran laptop gaming ROG 2024 tidak hanya menawarkan pengalaman gaming terbaik, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas lain, termasuk produksi konten dan eksperimen AI. Selain memperkenalkan produk terbaru, Asus ROG juga mengumumkan ketersediaan seluruh rangkaian laptop gaming ini di Indonesia mulai bulan Februari 2024.



Laptop gaming ROG 2024 menampilkan hardware generasi baru, melibatkan CPU Intel® Core™ Ultra Series dan AMD Ryzen™ 8000 Series, serta GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series. Performa unggul tidak hanya diperoleh dari hardware tersebut, tetapi juga dari efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. CPU terbaru ini juga dirancang khusus untuk mendukung pemrosesan AI, dengan kehadiran NPU (neural processing unit) sebagai bagian dari paket CPU.

Performa tinggi ROG tidak hanya bergantung pada CPU dan GPU, melainkan juga pada penggunaan memori dan media penyimpanan berkecepatan tinggi. Sistem pendingin eksklusif ROG Intelligent Cooling menjaga stabilitas sistem secara keseluruhan, memaksimalkan pengalaman gaming para pengguna.

Laptop ROG terus menonjol dalam eksperimen AI, menawarkan performa tinggi dengan CPU hingga Intel® Core™ Ultra Series dan AMD Ryzen™ 8000 Series, serta GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series. 

Memori DDR5 dan penyimpanan PCIe Gen4 x4 SSD mempercepat transfer data, sementara sistem pendingin ROG Intelligent Cooling dengan liquid metal, kipas Arc Flow Fan generasi ke-2, dan heatsink tipis menjaga stabilitas performa.

Baca juga:


Jajaran TUF Gaming terbaru, khususnya TUF Gaming F16, hadir dengan layar 16-inci yang lebih besar dan ditenagai oleh CPU Intel® Core™ i7-13650HX yang lebih powerful. TUF Gaming A15, yang kini ditenagai oleh CPU AMD Ryzen™ 8000 Series, memberikan opsi bagi para gamer yang lebih memilih laptop 15-inci. Keduanya dilengkapi dengan GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series.

ROG Strix SCAR 16/18 tetap menjadi laptop paling powerful di awal tahun 2024 dengan CPU Intel® Core™ i9-14900HX dan GPU NVIDIA GeForce RTX™ 4090. ROG Strix G16/G18, meskipun sedikit berbeda, tetap memiliki layar ROG Nebula Display dan GPU hingga RTX™ 4080, ditenagai oleh CPU Intel® Core™ i9-14900HX.

ROG Zephyrus G14 dan G16 tampil sebagai laptop gaming primadona di tahun 2024 dengan desain baru, layar ROG Nebula Display berpanel OLED, dan teknologi VRR (variable refresh rate) pertama di dunia. Ditenagai oleh CPU AMD Ryzen™ 8545HS dan Intel® Core™ Ultra 9 185H, keduanya juga menggunakan GPU NVIDIA GeForce RTX™ 40 Series, menghadirkan performa gaming, produksi konten, dan eksperimen AI yang optimal.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...