Langsung ke konten utama

Alasan iPhone Dipakai oleh Content Creator

Penasarankah Anda, mengapa ponsel iPhone sering dipilih oleh para content creator saat mereka akan membuat foto atau video?

Ya, iPhone dianggap sebagai produk dengan reputasi tertinggi karena memiliki spesifikasi yang handal dan fitur mewah, terutama dalam bidang fotografi dan videografi.

Meskipun harganya cukup tinggi, banyak orang tidak terpengaruh dan didominasi oleh rasa takut ketinggalan tren (FOMO). Tak hanya itu, mereka juga dengan rela mengeluarkan uang lebih untuk memilih iPhone. Tentu karena keunggulannya. 



Salah satu kelompok pengguna yang memilih iPhone adalah para kreator konten. Mereka memilih produk Apple ini karena dianggap dapat mendukung pekerjaan mereka. Apalagi, saat ini untuk mendapatkan iPhone juga sudah semakin mudah.

Lalu, mengapa content creator umumnya memilih iPhone sebagai perkakas untuk berkreasi?

Kualitas Kamera
Kamera menjadi aspek penting untuk mendukung kebutuhan pekerjaan para kreator konten. Meskipun kamera ponsel Android sekarang memiliki spesifikasi yang tidak kalah canggih, bahkan ada yang memiliki resolusi lebih tinggi daripada iPhone, tetapi jumlah megapixel tidak selalu menjamin hasil yang lebih baik. Sensor kamera yang lebih besar pada iPhone diketahui dapat menghasilkan gambar yang lebih cerah.

Chipset Anti-Lag
Salah satu alasan iPhone dianggap lebih tangguh adalah perpaduan perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai. Chipset pada iPhone, seperti A 11 Bionic, A 12 Bionic, A 13 Bionic, hingga yang terbaru A 17 Pro pada iPhone 15 Series, membantu menghindari lag dan masalah performa lainnya yang terkadang terjadi pada ponsel Android.

Kinerja Aplikasi Lebih Optimal
Bagi kreator konten, pengalaman menggunakan aplikasi pada iOS dianggap lebih optimal daripada di sistem operasi Android. Contohnya, aplikasi Instagram terasa lebih maksimal saat digunakan di iPhone, termasuk ketika membuat Instastory.

Baca juga:


Edit Konten Lebih Praktis
iPhone menyediakan fitur editing bawaan yang memudahkan pengguna untuk mengedit konten tanpa perlu mentransfer ke perangkat lain. Sebagai contoh, Soleh Solihun, seorang standup comedian dan YouTuber, dapat melakukan wawancara untuk kontennya hanya dengan menggunakan iPhone 7. Setelah proses perekaman, ia dapat mengedit menggunakan aplikasi bawaan iMovie dan langsung mengunggahnya ke saluran YouTube miliknya.

Harga Sebanding dengan Kualitas
Meskipun harganya tinggi, penggunaan produk Apple, termasuk iPhone, dianggap memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan produk Android. Apple memberikan kesan eksklusif melalui produk-produknya yang mudah dikenali. Bagi para kreator konten yang memperhatikan detail kualitas gambar, beralih ke iPhone mungkin merupakan pilihan yang tepat.

Bagaimana guys? Masih tetap bertahan di Android untuk membuat konten? Atau siap-siap membeli iPhone?

Postingan Populer

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Savefrom, Online Video Downloader Terbaik?

Savefrom, Online Video Downloader Terbaik - Bagi Anda yang suka nonton video dari media sosial, mungkin Anda kadang lebih memilih untuk menontonnya secara offline. Hal ini bukan tanpa alasan, karena memang menonton video secara online akan lebih menguras kuota. Apalagi jika budget Anda sedang menipis, atau kuota sudah mau habis, pastinya solusi terbaik adalah dengan men-download dulu videonya. Dengan men-download videonya, Anda bisa melihat ulang videonya kapan pun tanpa harus mengkhawatirkan kehabisan kuota. Nah, salah satu layanan online video downloader yang bisa Anda pilih adalah Savefrom. Kira-kira, apa saja keunggulan dan kekurangan layanan yang satu ini? Yuk, simak informasinya di bawah:   Review dan Cara Download dari Savefrom: Savefrom merupakan sebuah layanan online gratis yang bisa digunakan untuk mengunduh video maupun musik secara gratis. Savefrom disebut juga sebagai pengunduh video tertua sekaligus terpopuler yang bisa digunakan dengan mudah dan bebas. Beberap...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Asus Tutup Lini Produksi Smartphone. Sampai Kapan?

Asus tampaknya benar-benar menutup buku di pasar ponsel pintar. Setelah rumor mundurnya Asus dari bisnis smartphone beredar awal bulan ini, ketua Asus Jonney Shih akhirnya mengonfirmasi arah tersebut dalam sebuah acara di Taiwan.  Pernyataannya cukup tegas. Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan. Pernyataan tersebut langsung menempatkan tanda tanya besar atas kelanjutan lini Asus Zenfone dan ROG Phone pada 2026. Meski Shih tidak menyebut Asus akan sepenuhnya meninggalkan ponsel selamanya, pendekatan yang diambil adalah wait and see tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan kata lain, jika tidak ada perubahan besar di pasar, ponsel bukan lagi prioritas bisnis Asus. Alih-alih terus mengejar pasar smartphone yang semakin lama semakin homogen, Asus memilih mengalihkan fokus ke produk berbasis AI seperti robot dan kacamata pintar, area yang saat ini menyedot perhatian, investasi, dan anggaran industri.  Secara bisnis, langkah ini sulit dibantah. Zenfo...