Langsung ke konten utama

Ayo Download Enhancer for YouTube.com Chrome Browser Plugin!

Anda ingin meningkatkan pengalaman menyaksikan video-video kesayangan Anda di YouTube? Jangan khawatir, ada cara baru. Caranya adalah dengan menggunakan download plugin Enhancer for YouTube.com Chrome Browser.

Ya, sebagai sebuah plugin yang digunakan oleh ratusan ribu pengguna, Enhancer for YouTube adalah ekstensi yang paling terpercaya dan lengkap yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna Anda di YouTube!

Iklan overlay (gambar, teks) dan iklan video in-stream (ditampilkan sebelum, selama, atau setelah video utama) dapat diblokir atau dilewati secara otomatis kapan saja, bahkan jika iklan tersebut tidak dapat dilewati. 



Tetapi Anda juga dapat memasukkan channel YouTube kesayangan Anda ke daftar putih (whitelist) untuk mendukung para kreator favorit Anda sehingga mereka dapat menghasilkan pendapatan dari iklan dan terus memproduksi video yang Anda sukai. Lalu, apa saja fitur Enhancer for YouTube.com Chrome browser plugin ini?

Kendali Kecepatan Putar
Dengan plugin ini, kecepatan putar video dapat dengan mudah dikendalikan dengan roda mouse, dan kecepatan putar default yang ditawarkan oleh YouTube (0.25, 0.5, 0.75, 1, 1.25, 1.5, 1.75, 2) dapat diubah untuk kendali yang lebih halus (misalnya, 1.1, 1.15, 1.2, 1.3, dan lain-lain).

Kecepatan putar default juga dapat diatur dan akan secara otomatis diterapkan ketika video mulai diputar. Anda juga dapat mengendalikan kecepatan iklan! Asyik kan?

Pilihan Kualitas Putar
Lewat plugin tersebut, Anda juga dapat mengatur kualitas putar yang diinginkan dan akan dipilih secara otomatis saat video dimuat.

Tak hanya itu, level volume dapat dengan mudah dikendalikan dengan roda mouse, dan Anda dapat meningkatkan level volume video.

Baca juga:


Codec dan Format Video
Saat memutar vide, Anda dapat memaksa video diputar menggunakan format frame rate standar (24, 25, 30 FPS) daripada format frame rate tinggi (48, 50, 60 FPS), dan juga memaksa penggunaan format MP4 dan codec AVC (H.264) daripada format WebM dan codec VP9.

Autoplay
Selain itu Anda juga dapat mencegah video yang dimuat di tab latar belakang dari diputar secara otomatis, dan juga menghentikan video secara total untuk menghemat bandwidth.

Pemutar Mini dan Pemutar Pop-up
Pemutar mini dapat diluncurkan secara otomatis saat menggulir ke bawah untuk membaca komentar, dan Anda juga dapat menonton video dengan pemutar pop-up.

Tampilan
Buat Anda yang tidak suka, Anda dapat menyembunyikan komentar, obrolan, video terkait.

Tertarik? Enhancer for YouTube dapat diinstal di Chrome, Edge dan Firefox. Jadi, jika Anda ingin mencobanya, klik tombol yang sesuai dengan peramban Anda untuk menginstalnya dari toko resminya. Jangan pernah menginstalnya dari situs web lain! Awas malware!

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Asus All-in-One PC V440. PC Desktop Ringkas di Tengah Tren PC Modern

Pasar PC All-in-One (AIO) kembali mendapatkan perhatian di tengah perubahan pola kerja dan penggunaan perangkat komputasi. Setelah pandemi mempercepat adopsi kerja hybrid dan remote, kebutuhan akan perangkat yang ringkas, rapi, namun tetap bertenaga semakin meningkat. Pengguna kini tidak hanya mencari performa, tetapi juga efisiensi ruang, kemudahan instalasi, dan estetika yang menyatu dengan lingkungan kerja maupun rumah. Di sisi lain, laptop dengan layar besar memang menawarkan portabilitas, tetapi masih memiliki keterbatasan ergonomi dan ruang kerja visual. Desktop tower konvensional pun mulai ditinggalkan oleh sebagian pengguna karena memakan ruang, kabel yang kompleks, serta kurang praktis untuk setup modern. Dalam konteks inilah PC All-in-One kembali relevan sebagai solusi tengah yang menggabungkan layar besar dan performa desktop dalam satu perangkat terintegrasi. Asus melihat peluang tersebut dengan menghadirkan All-in-One PC V400 Series (V440/V470) . Seri ini menyasar pengguna...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Laptop Asus ExpertBook P3 G2, Hadir dengan RAM up to 96GB

Asus resmi menghadirkan ExpertBook P3 G2, laptop bisnis terbaru yang ditujukan bagi administrator, profesional, dan pengguna korporat yang membutuhkan perangkat andal, aman, serta efisien dari sisi biaya. Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja modern yang menuntut mobilitas tinggi, keamanan data, dan produktivitas berbasis teknologi terkini. ExpertBook P3 G2 ditenagai prosesor AMD Ryzen 7 generasi terbaru yang telah dilengkapi NPU (Neural Processing Unit) untuk mendukung pemrosesan berbasis kecerdasan buatan. Dukungan ini memungkinkan kinerja tetap responsif saat menjalankan aplikasi produktivitas, kolaborasi, dan workflow berbasis AI, sekaligus menjaga efisiensi konsumsi daya. Untuk perusahaan yang membutuhkan, Asus bisa menawarkan opsi RAM 64GB yang dapat di-upgrade menjadi 96GB. Ini merupakan langkah yang cukup unik, mengingat tingginya harga RAM di pasaran saat ini. Untuk mendukung pengalaman kerja yang lebih cerdas, Asus menyertakan MyExpert Suite, rangkaian per...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...