Langsung ke konten utama

Baldur’s Gate 3, Game RPG yang Wajib Para Gamers Miliki!

Baldur’s Gate 3, yang dikembangkan oleh Larian Studios, diharapkan akan mengubah genre RPG. Judul ini telah menarik perhatian para pemain peran di seluruh dunia. Pengembang ini terkenal atas keberhasilannya dengan seri Divinity Original Sin.

Baldur’s Gate adalah sebuah seri yang telah lama diidentikkan dengan alur cerita mendalam, gameplay yang rumit, dan kesetiaannya terhadap aturan Dungeons & Dragons (D&D). Seri ini dimulai dengan rilis Baldur’s Gate pada tahun 1998. Ini kemudian mendefinisikan ulang genre RPG dan menciptakan tonggak sejarah bagi dirinya sendiri. Permainan ini memperkenalkan para pemain kepada Forgotten Realms, sebuah dunia kaya dan terperinci yang terletak dalam alam semesta D&D.

Keberhasilan judul ini mengarah pada sekuel. Baldur’s Gate II: Shadows of Amn dirilis pada tahun 2000. Sebagai penerus, permainan ini memperluas kekuatan asli, menawarkan lebih banyak kedalaman, pilihan, dan cerita yang terus memikat para pemain. Baru-baru ini, informasi tentang rilis Baldur’s Gate 3 setelah bertahun-tahun telah menarik perhatian para penggemar.



Baldur’s Gate 3 menawarkan pengalaman immersif dari gameplay yang menantang, alur cerita yang rumit, dan kustomisasi karakter. Akibatnya, permainan ini mendapat pujian luas dari para kritikus, penggiat streaming, dan para pemain.

Apakah Baldur’s Gate 2 lebih baik daripada Baldur’s Gate 1? 

Baldur’s Gate 1 dan Baldur’s Gate 2 adalah dua permainan peran klasik yang dirilis pada akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000-an.

Baldur’s Gate 1 sering dipuji karena nuansa open world yang lebih besar. Ini memungkinkan eksplorasi dan penemuan yang lebih besar, membiarkan para pemain menjelajah dan mengungkap rahasia dunia permainan yang luas. Jika Anda menikmati sensasi eksplorasi dan kebebasan untuk berkeliaran, mungkin ini adalah permainan yang cocok untuk Anda.

Baldur’s Gate 2 dikenal karena pengalaman yang lebih linear dan berdasarkan cerita. Salah satu fitur utamanya adalah perkembangan karakter dan interaksi dalam kelompok. Dengan sejumlah karakter yang tak terlupakan, masing-masing dengan kepribadian dan latar belakang unik.

Selanjutnya, dalam Baldur’s Gate 2, para pemain dapat merekrut karakter-karakter ini, terlibat dalam hubungan romantis, dan bahkan menyelesaikan konflik dalam kelompok. Selain itu, judul ini memiliki antarmuka yang lebih ramah pengguna, lebih sedikit bug, dan lebih banyak opsi kustomisasi, termasuk mantra dan ekspansi. Baldur’s Gate 2 tanpa ragu merupakan perbaikan dari pendahulunya dalam hal grafis dan mekanika gameplay, semata-mata karena kemajuan yang dibuat selama bertahun-tahun di industri.

Gameplay Baldur’s Gate 3
Permainan Baldur’s Gate 3 adalah judul yang memerlukan pemikiran strategis dan perencanaan yang hati-hati. Pemain dapat bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda, dan fleksibilitas permainan memungkinkan solusi kreatif terhadap hambatan dan perencanaan untuk pertempuran berbasis giliran. Selain itu, bahaya lingkungan seperti bangunan yang terbakar dan jamur yang meledak menambah kompleksitas pertempuran.

Tidak seperti CRPG lainnya, Baldur’s Gate 3 memperkenalkan mekanik unik di mana mantra tidak memakan biaya mana tetapi memiliki jumlah penggunaan terbatas, yang dapat pulih melalui istirahat panjang. Fitur ini menambah kedalaman gameplay dan memaksa pemain lebih memikirkan manajemen sumber daya, membuat setiap keputusan lebih berarti.

Baca juga:


Di dunia fantasi dengan intrik politik, elemen okultisme, dan faksi-faksi yang berperang, Baldur’s Gate 3 menganyam misteri gelap yang melibatkan Mind Flayers. Para pemain harus memulai perjalanan berbahaya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dan menghilangkan larva Mind Flayer dari kepala mereka.

Narratif yang kaya dan menarik dari permainan ini menawarkan dunia yang terperinci dengan karakter-karakter yang sepenuhnya terwujud. Kota Baldur’s Gate, sebagai pusat kehidupan dan petualangan, menjadi latar belakang bagi kisah yang melintasi tiga babak, masing-masing dengan suasana yang berbeda. Selain itu, tulisan dan alur cerita yang bercabang mengesankan, penuh dengan gangguan dan misi sampingan yang menambahkan pada alur utama.

Game Wajib Penggemar RPG
Bagi penggemar RPG, terutama mereka yang menyukai Dungeons & Dragons, Baldur’s Gate 3 adalah sebuah keharusan. Gameplay strategis dan alur cerita yang kaya membuatnya menjadi judul favorit bagi penggemar Dungeons & Dragons. Meskipun ada laporan tentang masalah dan cacat minor, pembaruan akan dapat memperbaikinya.

Permainan ini menampilkan karakter-karakter kompleks, dan pilihan-pilihan membawa efek yang berarti. Ini adalah pembelian yang layak. Baldur’s Gate 3 adalah judul bersejarah yang menetapkan standar baru untuk genre RPG dan mungkin selamanya mengubah harapan para pemain RPG.

Dengan gameplay yang menarik, cerita yang ditulis dengan baik, dan karakter yang mudah diingat, Baldur’s Gate 3 akan meninggalkan dampak yang berbekas dalam dunia RPG. Baldur’s Gate 3 adalah permainan bagi setiap penggemar RPG, dan bahkan pemain baru yang ingin mencoba juga bisa mencobanya.

Postingan Populer

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Asus All-in-One PC V440. PC Desktop Ringkas di Tengah Tren PC Modern

Pasar PC All-in-One (AIO) kembali mendapatkan perhatian di tengah perubahan pola kerja dan penggunaan perangkat komputasi. Setelah pandemi mempercepat adopsi kerja hybrid dan remote, kebutuhan akan perangkat yang ringkas, rapi, namun tetap bertenaga semakin meningkat. Pengguna kini tidak hanya mencari performa, tetapi juga efisiensi ruang, kemudahan instalasi, dan estetika yang menyatu dengan lingkungan kerja maupun rumah. Di sisi lain, laptop dengan layar besar memang menawarkan portabilitas, tetapi masih memiliki keterbatasan ergonomi dan ruang kerja visual. Desktop tower konvensional pun mulai ditinggalkan oleh sebagian pengguna karena memakan ruang, kabel yang kompleks, serta kurang praktis untuk setup modern. Dalam konteks inilah PC All-in-One kembali relevan sebagai solusi tengah yang menggabungkan layar besar dan performa desktop dalam satu perangkat terintegrasi. Asus melihat peluang tersebut dengan menghadirkan All-in-One PC V400 Series (V440/V470) . Seri ini menyasar pengguna...