Langsung ke konten utama

Resmi, Asus Pimpin Pasar Laptop Indonesia 1 Dekade Terakhir

Ada tonggak sejarah baru yang luar biasa yang diraih Asus di tahun 2023 ini. Dalam pengumuman resminya, Asus mengamankan posisinya sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia dengan penguasaan pasar lebih dari 40%.

Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan mereka sebagai pemimpin pasar laptop Indonesia selama satu dekade terakhir secara berturut-turut. Pencapaian luar biasa tersebut tidak lepas dari peran Asus sebagai perusahaan teknologi yang terus menghadirkan produk laptop inovatif di Indonesia.


Menurut Jimmy Lin, Regional Director Asus South East Asia, inovasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Asus. Jimmy mengklaim, seluruh laptop dirancang sebaik mungkin untuk membantu penggunanya agar dapat lebih produktif dan tentunya inovasi sangat berperan penting agar tujuan tersebut dapat tercapai.



“Sejak hadir di Indonesia, Asus selalu konsisten menghadirkan laptop yang dibekali dengan inovasi teknologi terdepan,” sebut Jimmy. “Inovasi dan teknologi merupakan salah satu kunci yang menjadikan Asus sebagai pemimpin pasar laptop Indonesia selama sepuluh tahun secara berturut-turut,” ucapnya.


Inovasi Layar Laptop Terbaik
Inovasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Asus. Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, mereka terus mengembangkan produk dengan berlandaskan kepada inovasi teknologi yang dapat membawa manfaat bagi para penggunanya.

Selama satu dekade kepemimpinan di pasar laptop Indonesia, Asus tidak pernah absen dalam menghadirkan inovasi teknologi terkininya untuk masyarakat Indonesia.

Salah satu inovasi terkininya adalah Asus Display Innovation yang disokong oleh tiga pilar inovasi utama yaitu Asus OLED Display, lalu Asus Touch with ScreenXpert, dan Asus Revolutionary Screen Design.

Asus OLED merupakan teknologi layar yang dapat menghadirkan kualitas visual terbaik. Ia mampu menghasilkan warna yang kaya serta akurat, aman untuk kesehatan mata, serta mendukung berbagai teknologi visual modern.

Asus Touch with ScreenXpert merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan pengguna laptop dengan layar sentuh mendapatkan pengalaman penggunaan yang lebih baik. Disokong oleh aplikasi ScreenXpert, pengguna laptop Asus dengan layar sentuh kini dapat berinteraksi dengan laptopnya secara lebih mudah, bahkan tanpa perlu bergantung pada perangkat tambahan lainnya.

Sementara Asus Revolutionary Screen Design merupakan desain layar eksklusif yang hanya bisa dijumpai di laptop Asus. Mulai dari desain layar ganda di area touchpad, sampai ke layar kedua di Zenbook Pro 14 Duo OLED.

Hingga saat ini Asus merupakan produsen laptop yang paling banyak menghadirkan laptop layar ganda. Hadir dengan nama ScreenPad dan ScreenPad Plus, teknologi layar ganda di laptop Asus diciptakan untuk membantu penggunanya untuk dapat lebih produktif.


Baca juga:


Selain laptop layar ganda, Asus juga menghadirkan laptop layar lipat melalui Zenbook 17 Fold OLED. Laptop futuristik tersebut pun kini telah tersedia di pasar Indonesia.

Fokus Asus Tahun 2023
Selain tetap menghadirkan produk dengan inovasi terdepan serta berteknologi terkini, di tahun 2023 ini Asus akan fokus dalam menghadirkan laptop berperforma tinggi. Khususnya laptop yang diperkuat dengan prosesor H series di berbagai segmen.

Meningkatnya kebutuhan akan laptop berperforma tinggi di masyarakat Indonesia, khususnya bagi para konten kreator, menguatkan komitmen Asus dalam menghadirkan lebih banyak laptop yang dibekali dengan hardware serta spesifikasi paling powerful di kelasnya.

Asus juga akan meningkatkan fokus pada kualitas layar laptop. Hingga saat ini Asus merupakan produsen laptop dengan pangsa pasar terbesar untuk laptop berbasis layar OLED di Indonesia.

Teknologi layar Asus OLED yang kini hadir di berbagai lini laptop telah menjadi standar baru untuk layar laptop di Indonesia.


Di tahun 2023, Asus berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak laptop dengan layar berteknologi Asus OLED sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati sajian visual terbaik yang sekaligus dibekali fitur untuk melindungi kesehatan mata penggunanya.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...