Langsung ke konten utama

Spesifikasi dan Harga Huawei MatePad SE

Pada 1 November lalu, Huawei MatePad SE dirilis secara perdana di pasar gadget Indonesia. Gadget inipun sempat dijual secara eksklusif pada tanggal 9 November di Huawei Official Store di e-commerce terkemuka yakni Shopee dan Tokopedia. 

Yang menarik, kini Huawei MatePad SE pada e-commerce tersebut sudah habis terjual. Semuanya ludes dalam jangka waktu 5 hari saja. Luar biasa bukan?


Pada saat rilis, Huawei MatePad SE dibandrol dengan harga Rp 2.799.000 plus bonus senilai Rp700.000. Huawei MatePad SE ini diklaim dapat mendukung semua kegiatan dari setiap anggota keluarga baik untuk hiburan, belajar, maupun produktivitas ringan berkat fitur-fitur unggulan.


Fitur yang terbilang lengkap dan banderol harga yang terjangkau tersebut membuat antusias masyarakat Indonesia untuk membeli perangkat ini sangat tinggi.


Dengan keberhasilan yang diraih Huawei MatePad SE pada rilis perdananya, Huawei sedang mengupayakan untuk menghadirkan kembali Huawei Matepad SE secepatnya di pasaran. 

Tidak hanya untuk pembelian secara online di e-commerce, tetapi juga melalui toko offline Huawei Authorized Experience Store dan toko offline resmi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nah, buat Anda yang penasaran sedang mencari tablet, apa sajakah spesifikasi unggulan dari Huawei MatePad SE ini? Mari kita ulas satu persatu:

Audio Visual Terbaik
Dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp2 jutaan, Huawei MatePad SE dapat menghadirkan  kualitas audio visual terbaik. Dukungan layar 2K beresolusi tinggi menghadirkan visual dengan kualitas grafis terbaik dikelasnya.

Tablet ini sudah dijamin oleh sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker-Free ganda yang menawarkan kenyamanan dalam penggunaan di berbagai kondisi cahaya. Huawei juga menyematkan Histen 8.0 pada tablet ini. Dengan 2 speaker stereo, Huawei MatePad SE menghadirkan bass dan treble yang lebih gahar.


Baca juga:


Chipset Bertenaga
Huawei MatePad SE didukung dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 680. Prosesor ini dijamin mampu memberikan kinerja tinggi untuk tablet harga Rp2 jutaan. 

Disandingkan dengan sistem operasi HarmonyOS 3.0, membuat Huawei MatePad SE bisa menjalankan aplikasi secara multitasking dengan lancar.

Huawei MatePad SE juga lebih ringkas dan mudah dalam pengoprasiannya. Tabel dan data-data, membuka konten hiburan, bahkan untuk mengoperasikan Microsoft Office untuk produktivitas dapat dengan mudah dilakukan menggunakan tablet ini. 

Berkat dukungan fitur tersebut, setiap anggota keluarga bisa menjalankan multitasking dengan lancar baik untuk bekerja maupun belajar.

Tampilan dan Keamanan
Huawei MatePad SE memiliki berat 440 gram dan ukuran layar 10,4 inci. Cukup ringan untuk ukuran tablet, bahkan untuk digunakan oleh anak-anak sekalipun. Meskipun terbilang ringan, desain materialnya membuat tablet ini tahan banting.


Terdapat fitur istimewa untuk para orang tua dalam tablet Huawei ini. Fitur Kids Corner, yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi ciri tablet keluarga produksi Huawei hadir juga pada tablet ini. Fitur tersebut membantu para orang tua dapat memonitor penggunaan internet oleh anak dalam gadget. Mulai dari mengontrol waktu online hingga melindungi dari paparan akses ke situs dan aplikasi yang ilegal.

Spesifikasi lainnya pada tablet ini diantaraya terdapat slot untuk kartu SIM dan MicroSD, kamera depan dengan resolusi 2 MP dan belakang 5MP, baterai dengan kapasitas 5100 MaH dapat membuat Huawei MatePad SE ini lebih mampu untuk membuat penggunanya nyaman menggunakan gadget ini.

Nah bagi kamu yang ingin membelinya, kamu bisa mengecek laman Instagram Huawei mengenai update ketersediaan gadget ini dipasaran Indonesia.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Dalam 3 Bulan, Harga GPU Naik 35%. Gamers Apa Kabar?

Harga kartu grafis atau GPU kembali mengalami lonjakan signifikan. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, harga GPU global meningkat sekitar 35%, menambah tekanan biaya bagi para gamer PC yang ingin melakukan upgrade perangkat. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya permintaan komputasi AI, keterbatasan kapasitas produksi semikonduktor, serta meningkatnya biaya komponen memori. Berdasarkan pemantauan Hardware Unboxed yang dilaporkan VideoCardz, harga GPU rata-rata naik 15% pada Agustus, 7% pada September, dan kembali meningkat 11% pada Oktober 2026. Bahkan jika GeForce RTX 5090 dikeluarkan dari perhitungan, kenaikan harga rata-rata pada Oktober masih mencapai 10%. Survei tersebut membandingkan harga kartu grafis termurah yang benar-benar tersedia untuk dibeli di 10 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Australia, India, Polandia, Brasil, Belanda, dan Filipina. Metode ini digunakan untuk menghindari harga dari listing produk yang sebenarnya sudah tidak tersedia. Hasilny...

Asus ExpertCenter P700 Mini Tower, PC Desktop Bisnis dengan Intel Core Ultra 9 dan RTX 5060

Asus memperkenalkan ExpertCenter P700 Mini Tower (P700ML), PC desktop bisnis berukuran 15 liter yang dirancang untuk menunjang kebutuhan profesional, kreator konten, engineer, hingga pelaku usaha kecil. Mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan dukungan grafis diskrit hingga Nvidia GeForce RTX 5060, perangkat ini menawarkan kombinasi performa, keamanan, serta fleksibilitas ekspansi untuk lingkungan kerja modern. Dari sisi performa, ExpertCenter P700 Mini Tower tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 9 275HX dan RAM DDR5 5600 MT/s hingga 32GB. Kapasitas penyimpanannya mendukung konfigurasi hybrid berupa dual SSD hingga 4TB ditambah HDD 2TB. Asus mengklaim kombinasi perangkat keras tersebut mampu meningkatkan performa sistem hingga 27% dibandingkan PC desktop standar di kelas harga yang sama. Untuk menjaga stabilitas ketika menjalankan beban kerja berat, Asus menyematkan sistem pendingin triple-channel copper heat pipe dan kipas belakang berukuran 13% lebih besar. Sist...

Harga Memori Naik, Penjualan Smartphone Global Anjlok 22%

Pasar smartphone global menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga komponen memori yang mendorong kenaikan harga perangkat dan mempersempit pilihan ponsel murah. Data IDC menunjukkan pengiriman smartphone dunia pada kuartal III 2026 mencapai 255,3 juta unit, turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Omdia memperkirakan penurunan sebesar 20%, lebih dalam dibandingkan kontraksi 6% pada kuartal sebelumnya. Menurut IDC, biaya memori telah meningkat sekitar 350% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan tersebut, ditambah tekanan dari komponen lain, membuat produsen semakin sulit mempertahankan harga jual tanpa mengorbankan margin keuntungan. Dampaknya paling terasa pada segmen smartphone terjangkau, yang memiliki ruang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan biaya produksi. Direktur riset senior IDC untuk perangkat global, Nabila Popal, memperingatkan bahwa pasar belum tentu mencapai titik terendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan industri bukan sekadar per...

Setelah Chip, Giliran PCB Juga Mulai Habis di Pasaran

Lonjakan kebutuhan perangkat keras untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai memicu krisis pasokan komponen elektronik global. Kali ini, masalah tidak hanya terjadi pada DRAM, NAND flash, atau kartu grafis, tetapi juga merambah printed circuit board (PCB). Kelangkaan PCB membuat produsen komputer menghadapi waktu tunggu pengiriman yang bisa mencapai 30 bulan, bahkan sejumlah pemasok material dilaporkan telah menerima pesanan hingga 2030. Menurut laporan Tom's Hardware, produsen server AI kini menyerap kapasitas manufaktur PCB yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan PC, smartphone, dan perangkat elektronik konsumen lainnya. Permintaan dari sektor AI yang terus meningkat membuat pemasok lebih memprioritaskan pelanggan dengan nilai kontrak dan margin keuntungan lebih tinggi. Tekanan tersebut mulai dirasakan produsen komputer. Seorang eksekutif dari perusahaan PC asal Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mendapatkan pasokan PCB dalam jumlah memadai semakin sulit, meski...