Langsung ke konten utama

Ramaikan Pasar Laptop Gaming, Corsair Perkenalkan Laptop AMD Advantage Edition

Makin ramai nih guys, peta persaingan laptop gaming. Dominasi ASUS ROG, Dell Alienware, Lenovo Legion dan kawan-kawannya akan coba digoyahkan oleh pemain lama tapi baru. Ya, Corsair, pemain lama di industri hardware PC, termasuk komponen performa tinggi, akan terjun ke bidang laptop.

Dalam sebuah pengumuman di Computex 2022 yang berlangsung di Taipei, Taiwan beberapa waktu lalu, produsen asal Amerika Serikat tersebut menyatakan kesiapan mereka bertarung di industri laptop kelas performance.


Corsair Voyager a1600 AMD Advantage Edition, laptop pertama dari Corsair yang diperkuat oleh tim merah, AMD. Sesuai namanya, ia diperkuat oleh AMD Ryzen 6000 mobile CPU dan dikombinasikan dengan grafis bertenaga berbasis AMD Radeon RX 6800M.



Ditujukan untuk para gamers, dan tentunya juga para game streamers dan content creators, Corsair menyediakan 2 model laptop untuk sesi perdana kali ini. Corsair Voyager a1600 pertama menggunakan prosesor AMD Ryzen 7 6800HS dan RAM DDR5 32GB yang tentunya besutan Corsair sendiri.


Model tersebut dilengkapi dengan storage lega berkapasitas 1TB dengan teknologi penyimpanan kencang berbasis PCIe 4.0 NVMe SSD.

Versi kedua, yang lebih high-end, ada pada CPU yang digunakan yakni hingga Ryzen 9 6900HS dengan kapasitas RAM berlipat ganda yakni 64GB DDR5. Dari sisi storage, kapasitasnya juga dua kali lipat lebih besar yakni 2TB.

Selain perbedaan CPU, kapasitas RAM dan storage yang digunakan, kedua model Corsair Voyager a1600 tersebut sama persis.

Keduanya sama-sama menggunakan AMD Radeon RX 6800M dan juga layer IPS berukuran 16 inci yang menawarkan resolusi 2.560 x 1.600 dengan refresh rate 240Hz serta mendukung AMD FreeSync.

Berhubung laptop tersebut merupakan laptop “All-AMD machine”, pengguna akan dapat menikmati sejumlah teknologi sinergis dari tim merah seperti SmartShift MAX (yang mampu meredistribusikan power secara cerdas antara CPU dan GPU sesuai kebutuhan).


Baca juga:


Ada juga teknologi Smart Access Memory (SAM) yang bisa mendongkrak frame rate dengan mempersilakan proses mengakses langsung secara penuh ke memori milik GPU. Intinya, ini merupakan teknologi Resizable Bar versi AMD.

Corsair juga mengklaim bahwa mereka telah mengimplementasikan system pendinginan yang sangat efektif pada laptop ini. Teknologi tersebut merupakan sebuah advanced spin pada desain vapor chamber. Teknologi ini merupakan kunci untuk menekan temperature tetap rendah saat laptop didesain dengan ketipisan yang luar biasa, yakni di bawah 20 milimeter.


Belum diketahui kapan Corsair Voyager a1600 mendarat di pasaran. Namun untuk harganya, laptop tersebut kabarnya akan dipasarkan di harga 2700 dan 3000 dolar AS untuk versi Ryzen 7 dan Ryzen 9, atau sekitar Rp39 juta dan Rp43 jutaan.

Bagaimana guys? Seru sekali kan pasar laptop gaming saat ini?

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Pengiriman Smartphone Global Anjlok hingga 22%, Tak Berlaku untuk iPhone

Pengiriman smartphone global mengalami penurunan tajam pada kuartal III 2026 akibat lonjakan harga memori yang memaksa produsen menaikkan harga jual dan mengurangi fokus pada ponsel kelas bawah. Kondisi ini memperburuk tekanan terhadap pasar ketika konsumen semakin berhati-hati dalam membeli perangkat baru. International Data Corporation (IDC) mencatat pengiriman smartphone mencapai 255,3 juta unit, turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Omdia memperkirakan penurunan sebesar 20%, lebih dalam dibandingkan kontraksi 6% pada kuartal sebelumnya. IDC menyebut biaya memori telah meningkat sekitar 350% sejak tahun lalu. Kenaikan komponen lain turut menambah beban produksi. Direktur riset senior IDC untuk pasar perangkat global, Nabila Popal, memperingatkan bahwa pasar kemungkinan belum mencapai titik terendah. Tekanan biaya membuat produsen kesulitan mempertahankan harga terjangkau, terutama pada segmen dengan margin keuntungan tipis. Dampaknya tidak merata ...

Hindari Lembur Karyawan, GTA VI Diundur

Rockstar Games membutuhkan waktu lebih dari 13 tahun untuk menyiapkan Grand Theft Auto VI sejak peluncuran GTA V. Game yang dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S itu melewati proses pengembangan panjang, mulai dari perubahan prioritas proyek hingga pencarian arah kreatif yang lebih jelas. Menurut laporan Bloomberg yang ditulis Jason Schreier, Rockstar sempat berencana mengembangkan GTA VI dan Red Dead Redemption 2 secara bersamaan. Namun, ambisi tersebut sulit dipertahankan ketika skala dan kompleksitas Red Dead Redemption 2 terus meningkat. Rockstar akhirnya mengalihkan sebagian besar sumber daya pengembangannya ke game bertema koboi tersebut, sehingga pengerjaan GTA VI baru berjalan lebih serius pada 2019. Periode awal pengembangan GTA VI juga diwarnai ketidakpastian mengenai visi utama game. Schreier melaporkan bahwa selama tiga hingga empat tahun pertama, tim belum sepenuhnya menyepakati arah proyek. Rob Nelson, Aaron Garbut, dan Phil Hooke...