Langsung ke konten utama

Huawei Siapkan Laptop Anyar Terbaru, MateBook D14 dan D15

Kabar gembira bagi para pengguna ekosistem Huawei. Dalam waktu dekat ini, perangkat komputasi dari Huawei akan terus bertambah. Ya, Huawei akan merilis dua laptop terbarunya dan satu produk tablet andalan.

Ketiga produk tersebut, yang akan dirilis Selasa, 12 April 2022 itu antara lain adalah laptop Huawei MateBook D14, MateBook D15 dan tablet Huawei MatePad.


Huawei MateBook D14 dan MateBook D15 akan hadir dengan mengedepankan desain premium yang tipis dan ringan. Performanya juga menjanjikan dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-11. Adapun tablet Huawei MatePad hadir dengan layar FullView Display 10.4 inci. Seperti apa?



Huawei MateBook
Dari informasi awal yang dirilis, disebutkan bahwa Huawei MateBook D14 dan MateBook D15 telah dilengkapi dengan sensor sidik jari dan mendukung isi ulang cepat lewat USB Type-C. Untuk pengisian baterai sekitar 15 menit baterainya bisa tahan hingga sekitar 2 jam.


Kedua laptop ini juga dilengkapi dengan Huawei Control Panel terbaru. Fitur ekslusif ini menyediakan beragam fitur tambahan seperti Smart Record, Huawei Share untuk berbagi file, AI Search dan screenshot yang memungkinkan konversi foto ke dalam bentuk teks.

“Dilengkapi serangkaian fitur terkini dan unik, kedua laptop terbaru kami ini mampu menunjang kebutuhan konsumen terutama untuk produktivitas yang serba cepat,” sebut Patrick Ru, Country Head of Huawei CBG Indonesia.

Huawei MatePad
Tablet generasi terbaru Huawei ini menawarkan fungsionalitas dan kenyamanan untuk menunjang produktivitas sehari-hari. Huawei MatePad hadir dengan panel layar FullView Display 10.4 inci yang resolusinya 2K. Sementara, untuk sektor audionya menggunakan speaker dari pabrikan Harman & Kardon.

Menjalankan sistem operasi HarmonyOS dan toko aplikasi AppGalery, Huawei MatePad menawarkan fungsi dan fitur layaknya laptop. Dalam paket penjualannya Huawei MatePad sudah termasuk dukungan cover keyboard dan pena stylus Huawei M-Pencil yang bisa didapat dalam paket pembelian semasa Pre-Order.


Baca juga:


Untuk mendukung produktivitas dan hiburan baterainya juga tahan lama. Kapasitas baterai 7250 mAh yang dibawanya diklaim dapat tetap siaga hingga 28 hari, serta hingga 12 jam non-stop untuk memutar video beresolusi 1080 megapiksel. Selain itu, Huawei MatePad mendukung Huawei SuperCharge 22,5W untuk pengisian penuh baterai dalam waktu 2,5 jam saja.

Satu hal yang paling menarik dari ketiga perangkat komputasi teranyar ini adalah dukungan Huawei Super Device. Huawei Super Device adalah sebuah platform yang memungkinkan semua perangkat di ekosistem Huawei saling terintegrasi dan terhubung untuk pengalaman penggunaan yang lebih mulus.


Huawei MateBook D14, MateBook D15 dan MatePad akan meluncur di Indonesia tanggal 12 April 2022 pukul 14.00 WIB. Acara peluncuran tersebut dapat disaksikan secara langsung di berbagai channel, yaitu Vidio.com, Shopee Live, Lazada Live, Facebook Live Huawei Mobile (ID), YouTube live Huawei Mobile Indonesia, dan Instagram @huaweimobileid. 

Ketiganya juga bisa di pre-order mulai 12 April 2022 melalui e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, BliBli.com, JD.ID, Lazada, Eraspace.com, dan Datascrip. Selain itu, bisa juga didapatkan melalui Huawei High-End Experience Shop, erafone, dan Urban Republic.

Postingan Populer

Lawan MacBook Neo, Intel Perkenalkan Prosesor Murah. Ada AI-nya!

Intel resmi memperkenalkan lini prosesor entry-level terbarunya, Intel Core Series 3 Wildcat Lake, yang secara agresif diarahkan ke era AI PC dengan klaim performa hingga 40 TOPS. Di atas kertas, ini terlihat seperti upaya Intel untuk “menurunkan” kapabilitas AI ke segmen yang selama ini identik dengan kompromi performa dan efisiensi. Wildcat Lake dibangun di atas proses manufaktur 18A, membawa desain SoC dua die yang cukup ambisius untuk kelas entry-level. Die utama menggabungkan CPU hybrid 6-core (2 P-core Cougar Cove dan 4 LPE core Darkmont), GPU Xe3 dua core, serta NPU 5 untuk akselerasi AI.  Sementara itu, die kedua difokuskan pada I/O dengan dukungan PCIe Gen 4, Thunderbolt 4, hingga Wi-Fi 7, sebuah konfigurasi yang secara teknis terasa “overqualified” untuk segmen bawah. Intel merilis enam SKU dalam lini ini, mayoritas dengan konfigurasi serupa, kecuali varian Core 3 304 yang dipangkas menjadi 5 core dan hanya 24 TOPS AI. Seluruh lineup berjalan di TDP dasar 15W dengan turbo...

Kelebihan Realme C85 Pro. Baterai Badak Harga Rp3 Juta Saja!

Realme kembali meramaikan segmen menengah lewat peluncuran Realme C85 Pro. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menawarkan kombinasi yang tidak biasa di kelas Rp3 jutaan, baterai jumbo 7.000 mAh, sertifikasi ketahanan tinggi, serta spesifikasi yang difokuskan untuk penggunaan intensif, terutama di luar ruangan. Secara positioning, Realme secara terang menargetkan pengguna lapangan. Mulai dari pekerja konstruksi hingga teknisi yang membutuhkan smartphone tangguh dan tahan lama. Sertifikasi IP69 Pro dan klaim standar militer menunjukkan pendekatan tersebut bukan sekadar gimmick. Namun, di titik ini, validasi penggunaan nyata tetap krusial untuk memastikan apakah proteksi tersebut benar-benar konsisten di kondisi ekstrem. Di sektor layar, Realme C85 Pro membawa panel AMOLED 6,8 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.000 nits. Secara teknis, ini menjadi salah satu nilai jual utama, terutama untuk visibilitas di bawah sinar matahari langsung. Kombinasi...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

RTX 5050 Mundur, Nvidia Produksi Lagi RTX 3060?

Nvidia kembali memantik diskusi panas di segmen entry-level GPU setelah rumor terbaru menyebut peluncuran GeForce RTX 5050 varian 9GB ditunda hingga akhir Juni 2026. Penundaan ini menciptakan kekosongan di pasar GPU murah, segmen yang justru paling sensitif terhadap harga. Dikabarkan, penundaan tersebut memaksa Nvidia mengambil langkah yang terasa seperti mundur yakni menghidupkan kembali GeForce RTX 3060 12GB sebagai solusi sementara. Secara strategi, langkah ini sulit untuk tidak dikritisi. RTX 5050 9GB sejatinya diposisikan sebagai jawaban atas keterbatasan VRAM 8GB yang semakin terasa di game modern. Banyak judul terbaru kini menuntut kapasitas memori lebih besar, bahkan untuk setting menengah. Dalam konteks ini, konfigurasi 9GB memang terdengar “aneh”, tetapi tetap lebih relevan dibandingkan 8GB yang mulai menjadi bottleneck nyata. Namun, keputusan menunda produk tersebut justru membuka celah yang cukup besar. Nvidia seperti tidak memiliki opsi lain selain mengandalkan arsitektur ...

Waduh! Harga Wafer Naik per Semester Dua 2026.

United Microelectronics Corporation (UMC) resmi memberi sinyal kenaikan harga wafer yang akan berlaku pada paruh kedua 2026. Dalam surat kepada pelanggan tertanggal 16 April, perusahaan menyebut kombinasi biaya rantai pasok yang terus naik dan lonjakan permintaan, terutama dari sektor AI, sebagai alasan utama di balik penyesuaian ini. Secara naratif, alasan tersebut terdengar familiar. Industri semikonduktor memang sedang menghadapi tekanan biaya dari berbagai sisi: bahan baku, energi, hingga logistik. Namun, istilah “tight capacity” yang digunakan UMC sebenarnya lebih dari sekadar jargon teknis.  Dalam praktiknya, ini berarti permintaan chip melampaui kapasitas produksi, memberi produsen posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menaikkan harga. UMC juga menegaskan bahwa investasi untuk ekspansi teknologi dan kapasitas menjadi faktor pendorong. Tetapi di balik itu, ada dinamika pasar yang lebih kompleks. Permintaan AI saat ini memang sedang melonjak, namun tidak semua segmen memilik...