Langsung ke konten utama

Virus Ebola Bisa Dorman, Bikin Wabah Masa Depan?

Tahukah Anda bahwa virus Ebola bisa dorman dan dapat menyebabkan wabah di masa mendatang? Dan ternyata, para penyintas Ebola yang sudah sembuh dapat kambuh kembali dan memicu wabah, setidaknya lima tahun setelah infeksi. 

Untuk itu, langkah-langkah perlu diambil sebagai tindak lanjut jangka panjang dari mantan pasien adalah untuk mencegah wabah terjadi lagi.


Para ilmuwan sendiri sebelumnya sudah tahu bahwa virus Ebola dapat tertidur atau dorman pada orang yang selamat dan dinyataan sehat kembali, bahkan yang dites negatif. Hal ini karena virusnya hdiup di jaringan dan tidak beredar di darah.


Tetapi analisis wabah tahun ini di Guinea, yang diterbitkan di jurnal Nature, menemukan "reservoir virus" ini ternyata dapat membangkitkan dan menyebabkan infeksi baru dan penularan bertahun-tahun kemudian.


Untuk melacak sumber wabah Guinea, yang melibatkan 16 kasus yang dikonfirmasi, 12 di antaranya meninggal, para peneliti menganalisis genom sampel dari beberapa pasien. 

Seperti diketahui, wabah Ebola biasanya dianggap sebagai akibat dari "tumpahnya" virus dari hewan inang ke manusia. Tetapi analisis menunjukkan strain Guinea hampir identik dengan gelombang wabah tahun 2013-16 yang ditemukan pada hewan.

Jika virus secara aktif menyebar di masyarakat, ia akan mengakumulasi sejumlah mutasi saat menyebar. Sebaliknya, virus 2021 hanya memiliki 12 perubahan, hal ini menunjukkan bahwa sumbernya adalah virus yang aktif kembali pada orang yang selamat, kata Alpha Keita, seorang peneliti di University of Montpellier yang memimpin penelitian tersebut.

Penemuan ini merupakan jangka waktu dorman terlama yang ditemukan peneliti setelah epidemi berakhir di daerah Afrika dan virusnya bangkit kembali. Penularan dari individu yang terinfeksi selama pandemi ini bisa menjadi sumber wabah yang baru.

Bagaimana dan mengapa virus Ebola yang tidak aktif tiba-tiba terbangun dan membuat seseorang sakit tetap menjadi misteri, meskipun ada beberapa petunjuk yang tersingkap akan hal ini.

Terkadang lonjakan antibodi Ebola dapat dideteksi pada orang yang selamat pada waktu tertentu. Tanda ini menunjukan bahwa tubuh merespons virus yang bangkit kembali.


Sekitar dua pertiga penyintas Ebola memiliki tingkat antibodi yang tinggi bahkan lima tahun setelah infeksi. Nah bagaimana jika penyintas tersebut antibodi dan kekebalan tubuhnya turun?

Baca juga:


Temuan penelitian ini memiliki implikasi yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat dan perawatan para penyintas Ebola. Artinya manusia sekarang dapat ditambahkan ke daftar inang perantara yang dapat berfungsi sebagai 'reservoir' virus Ebola jangka panjang dan memicu wabah baru.

Untuk itu perlunya memprioritaskan petugas kesehatan untuk vaksinasi dan memantau para penyintas Ebola serta tanda-tanda jika ebola kembali lagi. Pemantauan ini berlaku untuk para orang yang terkena virus tanpa gejala yang bisa menjadi titik awal terjadinya wabah.


Dia memperingatkan bahwa tindak lanjut harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari pengucilan para penyintas, sebuah poin yang digaungkan oleh Trudie Lang, direktur Jaringan Kesehatan Global Universitas Oxford.

Orang-orang ini dianggap pahlawan oleh beberapa orang karena bertahan hidup. Namun mereka juga dapat distigmatisasi dan dikucilkan.

Keita mengatakan penelitian tersebut membuka jalan bagi berbagai studi tambahan, termasuk tentang apa yang menyebabkan kebangkitan virus dan kemungkinan pemberantasan reservoir Ebola pada orang yang selamat.

Postingan Populer

Asus ExpertBook Ultra. The Flagship of the Industry. Period! Mengapa Begitu?

Asus resmi membawa Asus ExpertBook Ultra ke Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat lini laptop bisnis premium berbasis AI. Perangkat ini langsung menargetkan profesional dengan mobilitas tinggi melalui desain ultra-ringan dengan bobot mulai dari 0,99 kg, tanpa mengorbankan performa maupun fitur enterprise yang semakin krusial di era kerja hybrid. Asus mengklaim, laptop ini merupakan the Flagship of the Industry. Period. Mengapa? Kinerja Tertinggi di Laptop Tertipis Di sektor performa, Asus mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 3, termasuk varian Intel Core Ultra X7 358H. Chip ini mengusung arsitektur hybrid dengan kombinasi Performance core, Efficient core, dan Low Power Efficient core, memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih adaptif.  Clock boost hingga 4,8GHz memastikan performa single-thread tetap tinggi, sementara integrasi CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket menghadirkan pendekatan komputasi modern yang lebih efisien. Meskipun sangat tipis dan ringan,...

Samsung Berhenti Produksi RAM LPDDR4 dan LPDDR4X

Samsung resmi menghentikan produksi memori generasi lama seperti LPDDR4 dan LPDDR4X. Keputusan ini bukan sekadar pembaruan lini produk, melainkan sinyal kuat bahwa industri memori sedang bergeser total ke arah kebutuhan kecerdasan buatan, khususnya segmen Agentic AI yang menyedot kapasitas produksi dalam skala besar. Sebagai gantinya, Samsung kini memusatkan sumber daya ke teknologi memori yang lebih relevan seperti LPDDR5, LPDDR5X, dan HBM. Ketiga jenis memori ini menjadi tulang punggung infrastruktur AI modern, terutama di pusat data yang membutuhkan bandwidth tinggi dan latensi rendah. Permintaan yang melonjak tajam dari sektor ini membuat memori bukan lagi komoditas biasa, tetapi komponen strategis yang menentukan performa sistem AI secara keseluruhan. Namun, peningkatan kapasitas produksi ternyata belum cukup. Dalam laporan kinerja terbarunya, Samsung mengakui bahwa permintaan memori untuk tahun 2027 diperkirakan akan jauh melampaui pasokan. Bahkan, kesenjangan supply dan demand d...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Amazon Coba Delivery Pakai Drone, Barang Banyak yang Rusak

Eksperimen pengiriman drone oleh Amazon kembali menuai sorotan, bukan karena kecepatannya, tetapi karena potensi kerusakan barang. Dalam beberapa bulan terakhir, layanan Prime Air diperluas ke berbagai kota di Amerika Serikat, menjanjikan pengiriman kurang dari dua jam dengan biaya sekitar USD 4,99. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa efisiensi ini datang dengan kompromi yang tidak kecil. Salah satu kasus yang viral datang dari seorang kreator konten yang menguji pengiriman barang rapuh. Ia memesan sebotol sirup untuk melihat bagaimana sistem menangani paket sensitif.  Hasilnya cukup problematis. Drone menjatuhkan paket dari ketinggian sekitar tiga meter langsung ke permukaan beton. Botol plastik tersebut pecah, menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana sistem ini akan menangani barang yang lebih rentan seperti kaca atau elektronik. Fenomena ini bukan kasus tunggal. Video lain dari lokasi uji coba di Nashville menunjukkan pola serupa. Drone berhenti di udara dan men...

Skor Benchmark Intel Core 5 330 Mulai Muncul. Prosesor Terbaik Intel?

Kemunculan prosesor Intel Core 5 330 di basis data benchmark kembali menegaskan arah strategi Intel dalam memperkuat segmen entry-level. Berdasarkan hasil uji di platform PassMark, chip ini mencatat skor 4.215 poin untuk single-thread dan 14.947 poin untuk multi-thread, angka yang secara praktis menempatkannya sejajar dengan varian saudaranya, Core 5 320. Secara arsitektural, Core 5 330 mengusung konfigurasi 6 core dan 6 thread dengan skema hybrid 2 Performance-core dan 4 LP-Efficient core. Pendekatan ini mencerminkan filosofi desain Wildcat Lake yang menitikberatkan efisiensi daya tanpa mengorbankan performa dasar.  Clock speed yang diusung berada di kisaran 1,5 GHz hingga 4,6 GHz untuk P-core dan 1,4 GHz hingga 3,4 GHz untuk LP-E core, menjadikannya cukup fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari produktivitas ringan hingga multitasking moderat. Menariknya, meski membawa label “lebih tinggi”, Core 5 330 nyaris identik dengan Core 5 320 dari sisi spesifikasi teknis....