Langsung ke konten utama

ProArt StudioBook 16, Laptop Khusus Editing

Anda sehari-hari berkutat dengan aplikasi Adobe? Mulai dari Adobe Photoshop, Adobe Premiere, Adobe Lightroom, Adobe After Effect misalnya?

Ada kabar gembira untuk Anda yang merupakan pekerja professional, mahasiswa yang menempuh studi di jurusan DKV misalnya, ataupun para content creator. Apalagi yang sedang mencari laptop pendukung yang bisa membuat Anda lebih produktif dan tentunya lekas mendapatkan profit.


Baru-baru ini Asus menghadirkan laptop yang sangat tepat dan ditujukan khusus untuk segmen tersebut dalam wujud ProArt StudioBook 16. Seperti apa?

Ya, sesuai namanya, laptop ini memang laptop yang ditujukan untuk para professional dan bergerak di bidang kreatif dan menghasilkan karya seni artistic. Bedanya dengan laptop Asus seri lain atau laptop lain pada umumnya, ia punya spesifikasi fitur dan fungsi spesifik.


Sebut saja, mulai dari layarnya yang resolusi 16 inci. Layar tersebut merupakan layar dengan rasio 16:10 yang menawarkan space lebih di secara vertikal saat penggunanya bekerja dan mampu menampilkan lebih banyak konten untuk ditayangkan.

Tak hanya itu, resolusinya pun sudah sangat tinggi, mulai dari WQXGA 2.560 x 1.600 piksel sampai WQUXGA (3.840 x 2.400) piksel. Hebatnya lagi, buat akurasi warna terbaik ia juga tersedia dengan pilihan layar jenis OLED.

Layar laptop ini sanggup menawarkan akurasi tinggi dengan 100% DCI-P3 serta Pantone Validated.

Itu baru dari sisi layar. Untuk bekerja, ia hadir dengan kombinasi CPU dan GPU yang sangat dahsyat. Mulai dari prosesor 6 core Ryzen 5 5600H sampai prosesor 8 core Ryzen 9 5900HZ dan dikombinasikan dengan grafis Radeon Vega 7 + Nvidia GeForce RTX 3050Ti sampai ke Radeon Vega 7 + Nvidia GeForce RTX 3070.

Untuk RAM, dukungan memorinya juga sangat bertenaga yakni DDR4 hingga kapasitas maksimal 64GB. Adapun untuk storage, SSD M.2 NVMe berbasis PCIe 3.0 sudah disediakan. Bahkan kalau dibutuhkan, SSD tersebut pun bisa dikonfigurasi dalam mode RAID0 agar kecepatannya maksimal.

Fitur yang sangat berfaedah bagi para pengguna kreatif adalah tersedianya klik tengah pada touchpad. Tombol ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna yang banyak memakai atau bekerja dengan software-software CAD ataupun arsitektur.


Tak hanya itu, touchpad yang relativf lega tersebut juga mendukung stylus sehingga bisa digunakan untuk mencoret-coret, membuat sketsa ataupun menggambar. Dengan demikian, Anda tidak perlu membeli pen-tablet input lagi untuk bekerja.

Baca juga:


Tapi yang sangat luar biasa dan akan sangat berguna bagi para content creator dan professional di industry kreatif, adalah tersedianya fitur Asus Dial.

Fitur Asus Dial merupakan kenop kontroler fisik yang diciptakan untuk mengontrol atau mengatur berbagai fungsi pada software kreatif. Sebagai contoh, pada Adobe Photoshop, Anda bisa dengan mudah mengatur brush size, mengubah saturasi, atau opacity dan lain-lain dengan memutar kenop tersebut.


Ada sekitar 70 fungsi yang tersedia untuk memudahkan proses kreatifitas dan kabarnya, ia juga fully customizable bagi para penggunanya. Asus juga berjanji tak hanya bermanfaat bagi para pengguna Adobe, fitur ini juga akan bisa kompatibel dengan aplikasi lainnya.

Berikut ini ada gambaran seperti apa Asus Dial pada ProArt StudioBook 16 yang baru saja mereka perkenalkan ke publik.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

HWMonitor 1.65.1 Perbaiki Pembacaan Hotspot GPU, Kini Lebih Akurat

CPUID kembali merilis pembaruan untuk aplikasi pemantau perangkat keras HWMonitor melalui versi 1.65.1. Update ini berfokus pada perbaikan pembacaan suhu hotspot pada kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series yang sebelumnya memunculkan sejumlah keluhan dari pengguna setelah hadir di versi 1.65. Pada pembaruan sebelumnya, HWMonitor akhirnya menambahkan dukungan pembacaan GPU Hotspot untuk seri RTX 50, fitur yang telah lama dinantikan pengguna. Namun, versi 1.65 juga menampilkan dua sensor hotspot sekaligus. Selain hotspot utama pada GPU, aplikasi juga menampilkan pembacaan hotspot kedua yang diduga berasal dari VRM (Voltage Regulator Module). Kehadiran dua sensor tersebut justru menimbulkan kebingungan karena nilai suhu yang ditampilkan sering kali tidak konsisten. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa pembacaan hotspot pada versi 1.65 mengalami fluktuasi yang cukup besar dan bahkan menunjukkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi pemantauan lain seperti HWiNFO maupun AIDA64. Akib...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...