Langsung ke konten utama

Google Chrome Tidak Aman?

Anda pengguna browser Google Chrome? Hati-hati guys. Google mengungkap bahwa mereka menemukan kerentanan di Chrome. Parahnya, celah keamanan tersebut mengancam lebih dari 2 milliar penggunanya.

Informasi ini sendiri berasal dari Google langsung, yang mengunggahnya di blog resmi perusahaan. Dan sejauh ini, Chrome sendiri sudah digunakan oleh 2,65 miliar pengguna.


Ini berarti, celah keamanan tersebut bisa menjadi peluang besar untuk peretas. Apalagi jika mereka berhasil menembusnya. Apa itu celahnya?

Dalam informasi yang dipublikasikan Google, mereka mengungkapkan bahwa memang ada eksploitasi 'zero day' day yang ke-11 di Google Chrome di sepanjang tahun ini.


Kerentanan dengan kode CVE-2021-37973 tersebut tak hanya mempengaruhi pengguna Windows OS, tetapi juga menghantam pengguna Linux serta macOS.

Klasifikasi 'zero day' sendiri artinya adalah bahwa peretas telah dapat mengeksploitasi kerentanan sebelum Google merilis perbaikan. Dan ini jauh lebih berbahaya dari kebanyakan kelemahan keamanan.

Untungnya, Google telah mengonfirmasi masalah tersebut dan menambahkan informasi bahwa mereka telah memantau bahwa eksploitasi untuk CVE-2021-37973 sudah ada di luar sana.

Sebagai upaya untuk melindungi pengguna dan memberikan waktu untuk mereka melakukan perbaikan lebih lanjut, Google merahasiakan detail seputar CVE-2021-37973.


Baca juga:


Zero-day terbaru tersebut disinyalir merupakan kerentanan 'USe-After-Free' (UAF) lainnnya. Menurut catatan Forbes, ini menjadi cara pintas bagi para peretas bagi para hacker untuk melancarkan aksinya dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai contoh, pada bulan September saja, 10 kerentanan berperingkat tinggi adalah UAF dari Chrome. Kerentanan UAF merupakan eksploitasi memori, dimana program gagal untuk menghapus penunjuk ke memori setelah memori tersebut dibebaskan.


Sebagai tanggapan, Google pun telah merilis perbaikan. Perusahaan mengatakan, semua pengguna Chrome akan mendapatkannya secara bersamaan. Namun untuk memeriksa apakah Chrome terlindungi, bisa cek di Pengaturan> Bantuan> Tentang Google Chrome.

Jika versi Chrome Anda adalah 94.0.4606.61 atau lebih tinggi, berarti Anda sudah aman. Jika pembaruan belum tersedia untuk browser Anda, sebaiknya Anda terus periksa secara rutin untuk mendapatkan versi terbaru.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...