Langsung ke konten utama

Kabar Gembira! Kominfo Adakan IGDX 2021 Untuk Developer Game Lokal dan Dunia

Kavar gembira untuk para gamers. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) akan menggelar acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2021. 

Berhubung pandemi Covid-19, acara tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena akan dilaksanakan secara virtual.


Dikutip dari laman Kompas, Kominfo ingin mendorong industri game lokal agar lebih berkembang. Di saat yang sama, sekaligus memberikan kesempatan pada potensi yang sedang tumbuh di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo, Samuel A. Pangarepan, event tersebut bertujuan untuk menyokong game lokal agar bisa lebih bersaing lagi di tingkat dunia.


Para peserta event IGDX ini nantinya akan berbagi pengalaman, ilmu dan koneksi di antara para pengembang game. Pesertanya sendiri akan menghadirkan para developer game lokal dan dunia.

Untuk acaranya sendiri, IGDX akan memiliki  tiga kegiatan utama. Pertama, ada IGDX Academy yang merupakan pelatihan dari mentor yang sudah berpengalaman di bidang industri game lokal maupun dunia. 

Acara IGDX Academy akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai dari 16 Agustus - 14 November 2021.

Acara kedua ada IGDX Business. Di sini, para pengembang game akan dipertemukan dengan publisher game, studio game, pemerintah setempat, pengembang asing dan juga investor. Ajang ini bisa dikatakan merupakan ajang bertukar pengalaman dan akan digelar selama 2 hari saja yakni pada tanggal 17 dan 18 November 2021.

Acara selanjutnya adalah IGDX Conference yang dilakukan secara online dan offline. Acara ini adalah acara seminar dan lokakarya yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 November 2021. 

Pembicara pada ajang IDGX Conference datang dari berbagai latarbelakang yang berbeda. Mulai dari pelaku game lokal maupun internainal, pemerintah serta investor.


Baca juga:


Untuk bergabung dalam perhelatan akbar tersebut, para developer sudah bisa mendaftarkan dirinya saat ini. Pendaftarannya sendiri dibuka dari 10 Juli sampai dengan 2 Agustus mendatang. 

Adapun Syarat untuk Mendaftar ke Ajang Developer Gaming Lokal dan Global tersebut adalah:

Adapun untuk bergabung dengan IGDX 2021, silakan ikuti lagkah-langkah berikut ini:
  1. Buka laman https://igdx.id/
  2. Klik tombol "Join Us" atau tombol "Registe" 
  3. Isikan data diri.
  4. Peserta yang memenuhi syarat akan diseleksi dan dikatagorikan kedalam 'Intermediate' atau 'Advance'.

Setelah masuk kedalam katagori tertentu, peserta akan mengikuti program mentoring satu kali perminggu selama 40 menit dan dilaksanakan selama 13 minggu.


Untuk peserta Intermediate, mereka akan mendapatkan ilmu dari satu mentor untuk produk dan bisnis. Sedangkan terakhir, untuk peserta Advace, mereka akan berfokus pada tema produk dan bisnis dengan menghadirkan dua mentor.

Bagaimana guys? Ingin serius terjun ke industri gaming dan development? Cuss daftar!

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Mengapa Hape Second Makin Laris?

Pasar smartphone refurbished dan bekas menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Nilai pasar global diperkirakan mencapai US$34,8 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi US$66 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan gabungan 7,3 persen.  Tren ini didorong oleh harga yang lebih terjangkau, kualitas perangkat refurbished yang membaik, serta meningkatnya kesadaran terhadap isu limbah elektronik. Salah satu daya tarik terbesar adalah selisih harga. Konsumen dapat memperoleh smartphone flagship dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru. Pada 2023, sekitar 70 persen pembeli disebut lebih memilih perangkat refurbished dibandingkan smartphone baru kelas pemula karena menawarkan fitur lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Harga jual rata-rata perangkat refurbished juga turun 12 persen antara 2022 dan 2023 Namun, harga murah tidak otomatis berarti pilihan lebih aman. Kesehatan baterai, garansi, dan kondisi perangkat masih menjadi kekhawatiran utama.  Data...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...