التخطي إلى المحتوى الرئيسي

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark di Handphone

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark di Handphone - Popularitas TikTok saat ini sedang melejit. Banyak kalangan muda yang mengunakan platform video tersebut untuk membagikan momen mereka. Bahkan banyak juga yang memakai TikTok sebagai sarana promosi bisnis. 

Saking populernya, TikTok juga merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di Google Play Store dan App Store. Makanya platform lain seperti Facebook dan YouTube bahkan berupaya untuk menghadirkan fitur serupa di layanannya.


Ya, aplikasi TikTok memungkinkan penggunanya untuk merekam video berdurasi 60 detik dengan beberapa alat pengeditan praktis di antarmukanya.

Terkadang, ketika kita melihat suatu video yang menarik dan lucu di TikTok, kita perlu waktu lama untuk menemukannya lagi di pencarian. Maka dari itu, video lebih baik di-download terlebih dahulu. Nah, di sini masalahnya.


Salah satu pertanyaan yang paling banyak diutarakan adalah bagaimana cara mengunduh video TikTok, terutama tanpa tanda air atau watermark bergerak yang biasanya hadir dalam video singkat TikTok?

Yuk kita simak langkah-langkahnya mulai dari mengunduh video TikTok secara biasa dan tanpa watermark.

Cara Download Video TikTok Dengan Watermark
Sebelum mengunduh video TikTok, pengguna perlu memastikan bahwa akun masing-masing bersifat publik. Mereka juga harus memeriksa apakah pengaturan tersebut memungkinkan orang lain untuk mengunduh video mereka. 

Untuk mengunduh video TikTok di ponsel Anda, buka aplikasi> pilih video yang ingin Anda unduh> klik Bagikan Video> Simpan Video. Langkah ini akan secara otomatis membuat video tersimpan di penyimpanan atau galeri lokal ponsel Anda.

Setelah Anda mengunduh video TikTok di ponsel Anda. Video tersebut masuk ke galeri atau penyimpanan lokal di ponsel Anda. Jika Anda mengunduh video TikTok di komputer, maka video akan disimpan di bagian Unduhan pada PC.

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark
Terkadang watermark TikTok dirasa mengganggu, terutama karena menyembunyikan bagian bingkai dan terus bergerak. Jangan khawatir, ada cara untuk mengunduh video TikTok tanpa watermark. 

Namun perlu dicatat, tidak ada metode langsung untuk mengunduh video TikTok watermark, tetapi Anda dapat melakukannya melalui pihak ketiga pada situs web lain.

Langkah 1: Buka aplikasi TikTok, pilih video yang ingin Anda unduh, klik tombol Bagikan, dan ketuk Salin Tautan. Jika Anda melakukannya di PC, salin tautan dari bilah alamat.



Langkah 2: Salah satu situs web untuk mengunduh video TikTok tanpa watermark adalah musicallydown.com. Untuk menggunakan website ini, pengguna harus menghidupkan VPN terlebih dahulu. Klik www.musicaldown.com dan tempel tautan video di kotak pencarian.

Langkah 3: Selanjutnya, pastikan untuk mengaktifkan setelan "Video With Watermark" tidak dicentang. Kemudian klik download. Video TikTok Anda akan disimpan tanpa watermark.

Baca juga:


Download Video TikTok Langsung di Aplikasi

Video TikTok sebenarnya dapat langsung diunduh dari aplikasi. Pada aplikasi TikTok, alih-alih watermark TikTok yang bergerak, nantinya video akan menampilkan watermark statis kecil di pojok kanan bawah video. 

Namun cara pengunduhan minim watermark tersebut hanya tersedia di iPhone untuk saat ini. Ini dia caranya:



Langkah 1: Buka aplikasi TikTok di iPhone, pilih video yang ingin Anda unduh, klik tombol Bagikan, dan ketuk opsi Foto langsung. Opsi ini secara otomatis menyimpan video TikTok sebagai Live Photo di aplikasi Foto iPhone.

Langkah 2: Selanjutnya, buka aplikasi Foto dan klik bagian Live Photos. Di sini, buka lembar iOS, gulir ke bawah untuk menemukan opsi 'Simpan sebagai Video'. Melalui proses ini sistem akan secara otomatis akan mengubah Live Photo sebagai video. 

Bagaimana guys? Mau download video dari TikTok? Di atas adalah cara download video TikTok Tanpa Watermark di Handphone dan juga cara download langsungnya. Selamat mencoba. Semoga berhasil!

المشاركات الشائعة

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...