Langsung ke konten utama

Aplikasi MyTelkomsel Error, Tips Beli dan Cek Kuota dengan Cara Lain

Anda pengguna layanan operator Telkomsel? Kalau ya, aplikasi MyTelkomsel yang merupakan aplikasi self service untuk pelanggan operator terbesar di Indonesia itu sempat mengalami gangguan dari beberapa jam lalu. 

Akibatnya, banyak keluhan dari para penggunanya. Mereka bertanya-tanya di media sosial Twitter. Sebenarnya ada apa dengan aplikasi tersebut.


Sebagai informasi, aplikasi MyTelkomsel digunakan para pelanggan Kartu Halo, simPATI, Kartu As dan Loop untuk membeli paket data internet, paket telepon dan SMS, melihat sisa kuota internet, kuota telepon dan  kuota SMS serta para pelanggan juga mendapatkan poin dari setiap pembayaran yang mereka lakukan.

Aplikasi ini disinyalir tengah mengalami gangguan. Beberapa di antara penggunanya mengeluhkan tidak dapat menggunakan aplikasi, pulsa yang berkurang dan habis secara tiba-tiba, serta paket internet yang tidak kunjung datang padahal telah meregistrasinya di aplikasi MyTelkomsel.


Melihat banyaknya keluhan perihal error-nya aplikasi MyTelkomsel ini di Twitter, akhirnya pihak Telkomsel mengkonfirmasi serta meminta maaf karena adanya gangguan tersebut. 

Pihak Telkomsel berkata bahwa adanya kendala ini disebabkan karena proses perbaikan pada aplikasi. Berikut adalah jawaban Telkonsel kepada akun @ndarndaru.

Pihak Telkomsel bahkan menjawab beberapa pertanyaan keluhan mengenai MyTelkomsel pada akun twitternya. Berikut ini adalah rangkuman beberapa jawaban dari Telkomsel terkait dengan kendala gangguan.


Baca juga:

Akun @dika_prana yang mengeluhkan adanya gangguan aplikasi ini dijawab oleh Telkomsel dengan menyarankan opsi pembelian dengan cara lain.

Akun lainnya @straybuddy mengeluhkan tentang voucher Shopeepay  yang sempat digunakan akan expired sehingga tidak dapat digunakan karena MyTelkomsel error. Telkomsel memberikan jawaban seperti ini:

Nah bagi Anda yang ingin mengecek kuota, bisa akses *888# di telepon. Untuk aktivasi kuota internet, bisa menggunakan *363#. Di menu ini terdapat beberapa paket internet yang dapat dibeli. 


Anda yang butuh untuk membeli pulsa bisa menggunakan aplikasi e-commerce seperti Shopee, Tokopedia dan lain-lain. Atau Anda juga dapat membelinya dengan E-banking dengan syarat dan ketentuan mengikuti aplikasi dan layanan bank yang bersangkutan.

Oke, mudah-mudahan beberapa tips tadi bisa membantu Anda saat layanan aplikasi MyTelkomsel error dan Anda tetap bisa membeli dan cek kuota Internet Anda dengan cara lain. Selamat mencoba!

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...