Langsung ke konten utama

Mobil Tesla, Seperti Apa Teknologinya?

Mendengar nama Tesla pasti yang langsung terbayang adalah mobil dengan harga selangit. Tesla, mobil yang dibesut oleh perusahaan milik milioner asal AS, Elon Musk tersebut sangatlah populer.

Hal ini memang benar, namun apakah Anda pernah membayangkan kira-kira teknologi apa yang disematkan pada mobil tersebut? Apa yang menyebabkan hingga harganya bisa sampai sebegitu mahalnya?



Nah, untuk mengobati rasa penasaran Anda, di bawah ini sudah ada informasi mengenai teknologi yang disematkan pada mobil Tesla. Tak perlu menunggu lama, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Suara Artifisial Mobil Tesla
Negara-negara yang sudah memasarkan mobil listrik ternyata mulai merancang beberapa peraturan terkait mobil listrik, salah satunya adalah suara artifisial.



Suara artifisial ini diciptakan untuk mengurangi kesenyapan mobil tersebut. Mobil listrik yang dikenal sebagai mobil yang hampir tanpa suara ternyata bisa membahayakan pengendara lain dan juga pengguna jalan lain.

Untuk mengikuti aturan tersebut, Tesla pun juga mempersiapkan hal tersebut dan di Indonesia pun juga akan diterapkan mengenai peraturan Electric Vehicle (EV) yang mana mengharuskan mobil listrik dibekali dengan suara artifisial.

Nah, untuk teknologi suara artifisial yang akan disematkan pada Tesla ini dikatakan mampu memperingati pengguna jalan lain seperti pejalan kaki bahwa ada mobil Tesla sedang berjalan dengan kecepatan rendah di sekitar mereka.

Bahkan, mobil ini dikatakan juga bisa mengeluarkan suara kentut dan suara satu ini juga digunakan untuk memperingatkan pengguna jalan lain jika ada mobil Tesla yang sedang melintas.

Mobil Tanpa Pengemudi
Beragam teknologi canggih sudah disematkan pada mobil satu ini, salah satunya adalah fitur autopilot. Fitur satu ini akan sangat memanjakan si pengemudi dimana Anda tidak perlu menyetir dan cukup duduk manis saja di kursi pengemudi.

Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan 8 kamera yang siap memantau 360 derajat keadaan di sekitar mobil sehingga Anda dijamin aman saat berkendara.

Lebih canggih lagi, teknologi terbaru Tesla membuat CEO-nya meyakini bahwa mobil besutannya ini akan mendekati teknologi otonom tingkat lima. Teknologi autonomous tingkat lima ini merupakan sebuah teknologi yang mana membuat mobil mampu membaca jalan tanpa memerlukan pengemudi. 



Baca juga:


Emisi Gas Buang yang Sedikit
Layaknya handphone, mobil Tesla menggunakan teknologi baterai Lithium untuk menjalankannya. Dengan penggunaan teknologi ini, maka emisi gas buangnya sangat minimal dan jika baterainya sudah habis tinggal diisi ulang saja agar mobil bisa berjalan kembali.

Murah Bahan Bakar
PT PLN (Persero) menyatakan bahwa ternyata teknologi fast charging di mobil Tesla lebih murah jika dibandingkan tarif membeli bahan bakar. Pastinya hal ini menjadi angin segar untuk Anda karena kini tak perlu lagi mengantre lama di SPBU untuk membeli bahan bakar.

Tenaganya Kuat
Tenaga mobil satu ini juga luar biasa, misalnya saja untuk Model X 75D yang mampu menempuh jarak maksimal hingga 380 km dengan kecepatan maksimal sampai 210 km/jam yang mana kemampuan ini didukung dengan kapasitas baterai yang mencapai 75 kWh.

Untuk Tesla Model S menggunakan baterai berkapasitas 85D (85kw) yang mampu mengeluarkan motor listriknya hingga 417 hp dengan torsi 486 Nm dimana angka tersebut sudah mendekat kelas super car.



Tingkat Keamanannya Tinggi
Keamanan mobil Tesla ini benar-benar terjamin dan bisa dibuktikan dari seri S misalnya, dimana antam pada mobil ini hampir tidak bisa dihancurkan dan baterai-baterai Tesla yang cukup berat juga membuat mobil ini mustahil untuk terbalik. Dengan dukungan baterainya yang berat ini, membuat Tesla selalu mendapat nilai tinggi saat melakukan uji keselamatan.

Nah, itulah beberapa teknologi keren yang membuat Tesla menjadi mobil dengan harga selangit. Setelah mengetahui teknologi-teknologinya, pastinya Anda pun paham mengapa mobil satu ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Ikut Australia, Perancis Larang Ponsel di Sekolah

Mengikuti langkah Australia, Prancis bergerak tegas membatasi akses anak terhadap teknologi digital. Majelis Nasional Prancis resmi menyetujui rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah usia 15 tahun mengakses media sosial, sekaligus memberlakukan larangan total penggunaan ponsel di sekolah menengah atas.  RUU tersebut kini menunggu pembahasan di Senat sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Emmanuel Macron. Rancangan ini disahkan lewat pemungutan suara 130 banding 21, sebuah konsensus langka di tengah parlemen Prancis yang biasanya terpolarisasi. Mayoritas anggota parlemen lintas partai sepakat bahwa pembatasan ini diperlukan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan digital, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Presiden Macron, yang secara aktif mendorong regulasi ini, menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah besar” demi kesehatan mental dan keselamatan anak-anak Prancis. Dalam pernyataannya di televisi nasional, Macron menega...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...