Langsung ke konten utama

Review Acer Aspire Switch 10 SW5-012P

Anda belanja apa di harbolnas kemarin? Barang-barang murah tapi bagus? Perabotan rumah tangga, elektronik atau laptop? Nah, kebetulan di masa belanja-belanja online yang baru lalu kami menemukan salah satu laptop yang menarik untuk ditebus, yakni Acer Switch 10. Sebuah laptop convertible 2-in-1 yang bisa berubah menjadi tablet Windows.

Memang bukan produk baru. Kami membelinya secara second hand. Namun harganya sangat menarik. Ya, di Tokopedia, kami menemukan produk ini dijual di harga yang sangat murah sekali, yakni hanya Rp1,3 juta saja. Tapi tanpa charger.



Jangan khawatir. Ada juga seller lain di marketplace yang sama, atau e-commerce lain yang menjualnya di harga Rp1,699 juta dalam kondisi lengkap dengan  berbagai plus minusnya sebagai barang second. Tapi sebagai gambaran, saat diluncurkan di pasar Indonesia, produk ini dijual di harga Rp6,199 juta lho. Menarik kan?

Empat tahun lalu sih.

Oke, sekarang mari kita bahas kenapa kami memilih untuk membeli laptop ini dan kenapa kami bilang barang ini menarik.

Spesifikasi
Sebagai gambaran, produk yang punya nama lengkap Acer Aspire Switch 10 yang kami tebus ini punya prosesor Intel Atom Z3745  yang merupakan prosesor quad core. Ia ditemani oleh RAM LPDDR3 sebesar 2GB dan grafis berbasis Intel HD Graphics.

Memang, untuk zaman now, spesifikasi ini sudah kurang memadai. Apalagi ia juga hanya punya storage berukuran mini yakni MMC 32GB. Meski demikian, ada pula harddisk sebesar 500GB di dalamnya. Cukup lah.



Berikut ini spesifikasi teknis Acer Aspire Switch 10 SW5-012P yang kita bahas pada kesempatan kali ini dan dikutip dari situs resmi Acer.id.

Desain
Nah, faktor yang menarik pertama adalah, layarnya yang 10 inci resolusi HD+ jenis IPS sudah mendukung multi touch hingga 5 titik. Fitur ini akan bermanfaat untuk mendukung faktor menarik berikutnya.

Ya, layar laptop ini bisa dilepas dari keyboard dan menjadikannya sebuah tablet Windows.

Dengan demikian, tak hanya untuk kerja, laptop ataupun tablet ini dapat digunakan secara lebih nyaman untuk bermain game-game sederhana berbasis flash misalnya. Cocok untuk anak-anak balita hingga usia sekolah dasar yang ingin mengenal komputer berbasis Windows.



Ngomong-ngomong soal Windows, laptop ini semestinya dijual dengan Windows 8.1 32-bit. Namun oleh seller olshop-nya, Windows 8.1 ori tersebut sudah ditukar dengan Windows 10. Sayangnya, OS-nya menjadi tidak ori.

Sebagai sebuah laptop, kalau digunakan untuk bekerja, tentunya Acer Aspire Switch 10 agak kurang. Namun untuk menjelajah internet atau melihat video-video resolusi hingga HD, masih cukup laah.

Apalagi, dari sisi konektivitas, Acer pun menyediakan fasilitas cukup lengkap di perangkat layarnya, yang bisa menjadi tablet tadi.

Di sana ada port micro HDMI, micro USB dan SD card reader. Di sisi sebaliknya, ada tombol Windows, tombol volume, tombol power dan port audio 3,5 milimeter. Di perangkat keyboard-nya sendiri, ada satu port USB. Konektivitas Wifi-nya pun relatif oke dan sudah mendukung 802.11n.

Keyboard pada laptop ini cukup empuk. Namun kembali lagi, ukuran laptop yang 10 inci membuat kita terasa sesak saat bekerja lama-lama di laptop ini. Demikian pula touchpad-nya. Cukup responsif dan nyaman disentuh. Tetapi yaa, ukurannya ringkas. Tidak cocok untuk bapak-bapak, tapi pas untuk anak-anak.

Baca juga:


Fitur
Saat ia dijadikan laptop, layarnya memang tidak bisa membuka sampai 180 derajat. Namun dengan sedikit tarikan, Anda bisa mengangkat layarnya dan melepasnya dari keyboard.

Konektor layar ke keyboard-nya ini juga mengandung magnet. Dengan demikian, ia akan lebih mudah terhubung saat kita akan mengembalikannya menjadi sebuah laptop. Dari sisi material, ia juga cukup mewah dan kuat dengan kombinasi material plastik dan aluminium untuk bagian cover depannya.

Faktor yang menarik berikutnya adalah, diam-diam laptop ini punya kemampuan WFH atau PJJ yang sangat bagus. Ya, Anda yang bekerja dari rumah, atau anak Anda yang belajar jarak jauh dengan gurunya di sekolah akan sangat terbantu dengan laptop yang satu ini. Kenapa?

Webcam pada laptop yang kami gunakan ini sudah mendukung resolusi Full HD baik untuk foto ataupun video. Untuk video pun, ia mendukung resolusi Full HD 1920 x 1080 pixel di 30fps. Ini bukan webcam kaleng-kaleng guys.

Sebagai gambaran, laptop mainstream atau bahkan latpop high end keluaran terbaru saja resolusinya umumnya masih HD 720p biasa. Artinya, untuk ukuran sebuah laptop murah keluaran 4 tahun lalu, kami serasa menemukan harta karun. Tentunya bukan untuk kami gunakan, tapi untuk dipakai adik-adik kita PJJ ataupun bermain dengan game-game Windows.



Kesimpulan
Dari aspek performa, yaa harap dimaklumi lah. Namun jika mengingat peruntukan laptop tersebut untuk saat ini, hanya sebagai media pembelajaran, rasanya cukup mumpuni.

Dari sisi daya tahan baterai pun, karena produk yang kami dapatkan ini hanyalah produk second hand, kemampuan baterainya sudah menurun. Sekitar 2 jam saja saat digunakan untuk browsing, memutar video ataupun WFH. Untungnya kami membeli yang ada chargernya.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Microsoft Klaim Windows 11 Lebih Responsif 20%, Optimalisasi RAM Jadi Fokus

Microsoft mengklaim Windows 11 kini dapat merespons perintah hingga 20% lebih cepat berkat peningkatan pengelolaan memori dan optimalisasi operasi sehari-hari. Pembaruan ini menyasar sejumlah fitur utama, termasuk Start, File Explorer, dan Search, dengan manfaat yang diklaim paling terasa pada PC dengan RAM 8GB. Wakil presiden korporat Windows, Navjot Virk, mengatakan Microsoft berfokus pada pemanfaatan sumber daya sistem yang lebih efisien. Salah satu upayanya adalah meningkatkan pengelolaan memori agar lebih banyak data aktif tetap tersimpan di RAM, alih-alih dipindahkan ke media penyimpanan yang lebih lambat. Menurut Microsoft, optimalisasi tersebut memungkinkan Windows mempertahankan hingga 2GB lebih banyak data aktif di memori. Jika berjalan sesuai klaim, perubahan ini dapat membantu pengguna membuka lebih banyak aplikasi dan tab browser secara bersamaan tanpa harus langsung menambah kapasitas RAM. Microsoft juga mengubah cara Widgets bekerja pada PC dengan RAM 8GB atau kurang. F...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...